Fauzi Bahar Nilai Industri Kreatif Berkontribusi Pada PDB


Selasa, 05 Mei 2015 - 18:21:51 WIB
Fauzi Bahar Nilai Industri Kreatif Berkontribusi Pada PDB

Pada ajang yang juga meru­pa­kan silaturahmi civitas UNP termasuk alumni itu, Fauzi yang juga Ketua Iluni UNP berpan­dangan pelaku industri kreatif masih kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah, padahal perkembangan industri ini menunjukkan tren positif dari tahun ke tahun. Fauzi Bahar menyebutkan, potensi pengem­bangan industri kreatif di dae­rah masih sangat besar, mengi­ngat hampir setiap kabupaten/kota memiliki produk kreatif baik berupa produk makanan, seni, ukiran, hingga pakaian yang perlu pengembangan lebih luas.

Baca Juga : Pangkalan Militer AS di Irak Dihantam Roket, 5 Orang Dilaporkan Luka-luka

“Selain mampu menyerap tena­ga kerja, industri kreatif juga akan meningkatkan pere­ko­nomian masyarkat. Ikon in­dustri kreatif Sumbar adalah dibidang fashion dan kuliner, tentunya sektor ini yang harus dperha­tikan dan ditingkatkan. Persoal­an­nya adalah dari segi pengem­asan dan pemasaran produk, agar memiliki nilai jual yang lebih tinggi. ” ujarnya

Oleh karena itu, jika terpilih menjadi Gubernur nanti, Fauzi Bahar akan berkomitmen dalam meningkatkan industri kreatif. Mengingat secara nasional, industri kreatif digadang-ga­dang akan menjadi sektor baru ekonomi Indonesia.

Baca Juga : Hong Kong Larang Penerbangan dari India-Filipina-Pakistan Gegara Ada Virus Mutan

“Trennya yang terus meningkat, pada tahun 2013 lalu industri kreatif berkontribusi terhadap Pen­dapatan Domestik Bruto (PDB) sebanyak Rp 642 triliun atau setara 7  persen dari angka nasional,” kata Fauzi Bahar.

Untuk mengembangkan e­ko­nomi kreatif, disamping ke­butuhan akan SDM yang ber­kualitas, juga dibutuhkan ruang atau wadah sebagai tempat penggalian ide, berkarya, sekali­gus aktualisasi diri dan ide kreatif. Wadah atau ruang ini disebut dengan zona kreatif atau wilayah yang memiliki batas-batas geografis tertentu yang memberikan ruang bagi pelaku kreatif, pemerintah, pebisnis, masyarakat, dan ko­mu­nitas untuk berekpresi, ber­produksi, melakukan kegi­atan ekonomi serta mengap­re­sia­sikan produk kreatif. Saat ini zona kreatif sangat potensial untuk dijadikan sebagai daya tarik wisata baru yang meru­pakan salah satu strategi pe­ngem­bangan ekonomi kreatif. “Itu yang harus kita kem­bang­kan ke depannya. Sektor eko­nomi kreatif tak sekadar pe­nyang­ga, tapi juga bisa jadi pergerakan ekonomi pokok,” ungkap Fauzi Bahar.

Baca Juga : AS dan Rusia Makin Panas, Biden Peringatkan Putin Soal Navalny

Sebelumnya, pejabat Di­rektur Perancangan Destinasi dan Investasi Pariwisata, Direk­torat Jendral Pengembangan Destinasi Parekraf, Yuwana mengatakan, Sumbar secara keseluruhan merupakan wila­yah yang strategis untuk pe­ngembangan ekonomi kreatif se­bagai salah satu langkah strategis dalam pengembangan destinasi pariwisata. Disamping kental dengan budaya dan adat istiadat yang sangat baik, ma­syarakat Sumbar juga dikenal sangat kreatif dalam men­cip­takan produk-produk ung­gul­an.  (h/mat)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]