Close Konversi Mita ke Gas Terkesan Dipaksakan


Selasa, 05 Mei 2015 - 18:41:21 WIB
Close Konversi Mita ke Gas Terkesan Dipaksakan

Kepala Dinas Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) Sumbar, Marzuki Mahdi melalui Kepala Seksi (Kasi) Migas, Jon Kimberly ditemui Haluan Selasa (5/5) siang mengatakan, ESDM telah berusaha untuk menyurati pemerintah pusat terkait dengan dikeluarkannya sta­tus close untuk tiga daerah ini. Hal ini disebabkan kata Jon Kimberly, di daerah yang dinyatakan close tersebut masih banyak warga yang membutuhkan tapi belum me­ne­rima gas subsidi ini.

Baca Juga : Pemko Padang Gelar Bimtek PPRG Tahun 2021

“Sampai saat ini kita belum menerima jawaban dari pusat ten­tang hal ini. Akibatnya masyarakat harus membeli mita dengan harga ekonomi. Kasihan juga kita, daerah yang dinyatakan close tidak lagi me­nerima mita bersubsidi,” jelasnya.

Kondisi berbeda ditemukan pada data yang dirilis Pertamina, dimana tiga daerah yang dinyatakan close pada tahun 2014 dua di anta­ranya tetap mendapat jatah paket Liquiefied Petroleum Gas (LPG) 3 kg dengan jumlah masing-masing 3.741 dan 1.168. Sementara untuk Sawahlunto tetap tidak lagi men­dapatkan paket LPG 3 kg.

Baca Juga : Pandemi Belum Reda, Warga Padang Takut Berobat ke Puskesmas

Sementara untuk kelanjutan konversi tahun 2015 ini kata Jon Kimberly baru akan dimulai kem­bali pada Agustus hingga September mendatang. Konversi yang nantinnya dilakukan melanjutkan jumlah pa­ket yang masih tersisa dari target 971 ribu pada tahun 2012 lalu.

Dari tahun 2012 hingga 2014 untuk 18 kabupaten/kota, Dinas ESDM baru menyalurkan 759.407  paket LPG 3 kg yang dirinci, tahun 2012 sebanyak 1.024, tahun 2013 sebanyak 424.674 dan tahun 2014 sebanyak 333.707.

Baca Juga : Jumlah Penerima BST di Padang Berkurang 2 Ribu KPM

“Kita perkirakan realisasi kon­versi Mita ke gas sudah mencapai 70 persen. Untuk Kabupaten Kepu­lauan Mentawai belum ada kegiatan konversi karena kendala trans­portasi dan tidak adanya tempat pengisian LPG,” terangnya.

Sementara itu terkait dengan adanya warga yang mampu beralih menggunakan LPG 3 kg dikatakan Jon Kimberly, pemerintah akan memberikan penanda dengan meng­gunakan kartu kendali. Dimana kartu diberi subsidi baru setelah itu diberikan kepada masyarakat yang tidak mampu bertransaksi untuk mendapatkan LPG 3 kg.

Baca Juga : Di Depan Doni Monardo, Gubernur Rekomendasikan Pinago sebagai Penahan Abrasi

“Dengan kartu nantinya akan terlihat siapa yang layak dan tidak layak untuk mendapatkan LPG 3 kg sehingga diaharapkan akan tepat sasaran,” jelasnya. (h/mg-isr)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]