Ninik Mamak Diajak Majukan Pembangunan


Rabu, 06 Mei 2015 - 19:04:38 WIB
Ninik Mamak Diajak Majukan Pembangunan

Kelima belas penghulu  yang dikukuhkan tersebut terdiri dari sepuluh ninik mamak mangombang nan ta­lipek,  4 ninik mamak iduik bakarelaan,  dan seorang ninik mamak guntiang  sibabaju atau mambangun soko baru. Mereka adalah Amril Djailani Dt. Paduko Saruanso, Deni Mardinus Dt. Kakondo Ma­rajo, Ananda Putra Dt. Mang­kuto Bosa, Mira Heldi Dt. Bijayo, Rahimi Dt. Sati Nan Putiah dan Agusmen Dt. Ba­gindo Mudo, keenamnya dari  pasukuan nan IX. Ke­mudian, Hazmil Fikri Dt. Bosa Dirajo,  Wazirman Dt. Sinan Putiah, Noviardi Dt. Simarajo Lelo Nan Panjang, Riswenfil Dt. Rangkayo Mulia, Nasrul Dt. Paduko Sati, Syamsuardi Dt. Parmato Nan Balobiah, ke­enamnya dari  pasukuan IV ninik. Berikutnya,  M. Alif Dt. Bagindo Sinjato dari pa­sukuan Bendang Malayu, serta  Lu­l­hamdi Dt. Mogek Bosa Nan Putiah dan  Permata Budi Dt. Mogek Bosa Nan Hitam dari pasukuan Bodi Caniago.

Irwan Prayitno dan Riza Falepi mengajak seluruh ninik mamak di kota ini berperan aktif menggerakkan dan me­majukan pembangunan, mulai dari nagari sampai ke tingkat kota dan provinsi. Menurut Irwan, adat itu ada dan melekat pada setiap individu  yang  harus dijadikan budaya di setiap nagari.

Baca Juga : Denda Tak Patuh Prokes di Sumbar Capai Puluhan Juta Rupiah, Untuk Apa Ya?

“Tugas dan fungsi ninik mamak itu harus  benar-be­nar diaplikasikan dalam ke­hidupan bermasyarakat dan bernagari. Jangan sampai ada di antara ninik mamak hanya memakai gelar kepala kaum saja. Habis dilantik, tak men­jalani amanah yang disan­dangkan kepada dirinya. Ka­rena itu, pemprov dan pem­ko siap memfasilitasi ninik ma­mak, untuk kembali mem­fungsikan peran ninik mamak itu di tengah anak kemenakan dan di tengah nagari,” ujar Irwan.

Irwan berpendapat, jika semua ninik mamak telah menjalankan tugas dan fung­sinya di tengah masyarakat dan anak kemenakan, maka beban tugas pemerintah akan men­jadi ringan. Contohnya, jika terjadi sengketa tanah atau perseteruan lainnya, tidak akan smpai ke penegak hukum, jika persoalan di tingkat nagari dapat diselesaikan oleh ninik mamak.

Irwan mengajak niniak mamak dan masyarakat untuk me­melihara dan me­ning­kat­kan semangat persaudaraan, kekarabatan dan bernagari.

Ia juga mengajak untuk benar-benar mengfungsikan peran lembaga adat seperti KAN dan LKAAM, agar ter­pelihara sinergitas antara pe­merintah dengan ninik ma­mak, dalam membangun na­gari di Minangkabau.

Acara itu juga dihadiri Ketua LKAAM Payakumbuh, diwakili J. Dt. Tan Mamad, ketua-ketua KAN dari 8 nagari di Payakumbuh, Ketua TP-PKK Sumbar Ny. Nepi Irwan Prayitno, Ketua TP-PKK Pa­yakumbuh Ny. DR. Henny Riza Falepi,  Kapolresta AK­BP Yuliani, SH, Dandim 0306/50 Kota, Letkol. Inf. Heri Sumitro, S.Pd, sejumlah anggota DPRD Dapil Paya­kum­buh Timur, sejumlah pim­pinan SKPD, bundo kan­duang serta ratusan anak nageri Limbukan. (h/zkf)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]