Momon Otak Pelaku Curas


Rabu, 06 Mei 2015 - 19:08:19 WIB
Momon Otak Pelaku Curas

Kapolsek Lubeg Kompol Aljufri melalui Kanit Reskrim Iptu Jaswir mengatakan, Mo­mon terbilang licin dalam beraksi dan ia juga tidak segan-segan melukai korbannya bila keadaan mendesak.

Baca Juga : Sidak ASN Pemko Padang, Arfian: Tingkat Kehadiran Mencapai 99 Persen 

Diceritakannya, awalnya pada tanggal 18 April sekitar pukul 04.00 WIB, Wem Saha Putra mendapat laporan dari keluarganya bahwa satu unit sepeda motor jenis Mio hilang di rumah di kawasan Mata Air, Padang. Mendapatkan laporan itu, korban yang kebetulan berada di luar berusaha men­carinya.

Alhasil, kedua tersangka terpergok oleh Wem di ka­wasan Pauh dekat PLTG, se­hingga langsung mengejarnya hingga ke kawasan Pam­pang­an, Kecamatan Lubeg. Di lo­kasi itu, Wem langsung me­na­b­r­ak sepeda motor curian yang dikendarai Momon. Akibat­nya, tersangka dan korban sama-sama terjatuh, namun tersangka langsung menge­luarkan senjata tajam, sehingga korban pun menyelamatkan diri dan meninggalkan sepeda motornya jenis Honda Beat.

Baca Juga : Setelah Ambulance untuk Palestina, Kota Padang Kembali Salurkan Bantuan Sebesar Rp100 Juta 

Setelah itu, Wem me­lapor­kan ke Mapolsek Lubeg atas peristiwa yang menimpanya. Mendapatkan laporan ter­se­but, kata Jaswir, pihaknya melakukan penyelidikan dan pengembangan. Akhirnya, Se­lasa (5/5) sekitar pukul 16.00 WIB, Wem mengetahui ke­be­radaan sepeda motornya di salah satu bengkel di Jalan Andalas, Kecamatan Padang Timur, dan langsung meng­hubungi petugas. “Dari laporan korban, be­berapa petugas lang­sung me­nuju ke lokasi tersebut. Ter­nyata, sepeda motor terse­but benar milik korban dan lang­sung dibawa ke Mapolsek Lu­beg bersama Arif (29), didu­ga sebagai penadah,” katanya.

Dilanjutkan Jaswir, ke­mu­di­an petugas mengorek ke­terangan Arif dan diketahui identitas salah satu tersangka tersebut. “Kita pasang jebakan dengan cara berpura-pura me­m­beli batu akik dan kami tang­kap Momon tengah sibuk me­nga­sah batu akik,” te­rangnya.

Setelah dilakukan pe­me­riksaan terhadap Momon, pi­hak­nya mendapatkan infor­masi terkait keterlibatan salah se­orang temannya, yang tak lain adalah kakak kandungnya sen­diri. “Ia sempat menangis, me­nge­lak dan tidak mau mem­beri informasi. Namun setelah di bujuk terus, akhirnya ia buka suara terkait keterlibatan kakak­nya dalam kasus itu,” jelas Jaswir.

Malam itu juga, petugas mendatangi tempat tinggal Maswa di rumahnya. Tanpa kesulitan, petugas menangkap­nya dan membawanya ke Ma­po­lsek Lubeg. “Kami men­dapatkan informasi dari seki­tar rumah tersangka, Maswar mengalami gangguan jiwa. Namun, kami belum bisa mem­buktikannya, karena ter­sangka tidak mempunyai kartu berobat,” ucapnya.

Jaswir menegaskan, pihak­nya akan meminta bantuan kepada tim khusus yang me­nangani kejiwaan. “Kalau dok­ter menya­takan Maswar tidak waras, maka kita akan membe­baskannya,” ungkapnya. (h/mg-fds)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]