DPD Dukung Pembangunan Gedung Parlemen Modern


Rabu, 06 Mei 2015 - 19:18:52 WIB
DPD Dukung Pembangunan Gedung Parlemen Modern

Menurut Farouk, pe­ngem­bangan gedung itu berdasarkan kepentingan, lalu ada gagasan, probability, pemanfaatan yang benar dan maksimal dan tin­daklanjut dari gedung itu sen­diri. “Jadi, pembangunan ge­dung itu karena kebutuhan, dan DPD RI rencananya akan menempati gedung Kemen­pora, dan Kemenpora minta dibangunkan gedung di dekat Gelora Bung Karno (GBK),” tambahnya.

Baca Juga : Daftarkan Logo Partai atas Nama SBY, Ketua DPC PD Dharmasraya: Cegah Penyalahgunaan oleh Pihak Lain

Pada kesempatan yang sa­ma, Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon menegaskan dengan pengembangan gedung baru parlemen yang modern diha­rapkan parlemen bisa menjadi pusat pembelajaran yang men­dukung kinerja DPR untuk merumuskan UU (legislasi), anggaran (budgeting), dan pengawasan. Karena itu dibu­tuhkan ruang perpustakaan, musium, dan tenaga ahli yang memadai, sehingga parlemen ini akan menjadi think-thank bagi produk-produk kinerja DPR RI dan DPD RI.

“Parlemen itu sebagai pu­sat pengetahuan dan perja­lanan kolektif sebuah bangsa, maka perlu ruang per­pus­takaan, museum, tenaga ahli dan sebagainya yang memadai a­gar produk-produk yang diha­silkan sesuai dengan harapan rakyat dan cita-cita berbangsa dan bernegara. Kini ada 78 peneliti DPR yang belum men­dapat pelayanan dengan la­yak,” kata Fadli Zon.

Baca Juga : DPC Partai Demokrat Dharmasraya Sampaikan Surat Pengaduan dan Perlindungan Hukum ke Polres Setempat

Dia menyontohkan Ge­dung Nusantara I DPR yang dibangun tahun 1997, ka­pasitasnya hanya untuk 800 orang dan kini yang bekerja menempati gedung itu 560 anggota, tenaga ahli dan staf dengan total keseluruhnya 2.240 orang.

“Sekarang ada rencananya akan ada 5 tenaga ahli, 2 orang staf plus 560 anggota menjadi 4.480 orang. Lima tenaga ahli itu untuk mendukung legislasi, budget, pengawasan, re­pre­sen­tasi, dan diplomasi. Ren­cana polisi parlemen juga untuk independensi legislatif terma­suk PNS-nya ber­tang­gungjawab kepada legislatif bukan ekse­kutif, agar fungsi parlemen itu berjalan dengan baik,” ujarnya.

Baca Juga : Terjun ke Politik, Athari Gauthi Ardi: Ingin Kampung Seperti Jakarta

Dia juga mencontohkan parlemen di Inggris dan Ame­rika Serikat yang memiliki ruang perpustakaannya luar biasa bagus. “Sampai-sampai rakyat antrean masuk, padahal membayar. Hanya untuk me­ngunjungi perpustakaan dan mu­seum, sehingga gedung par­lemen itu menjadi tempat berkunjung yang nyaman dan memberi pengetahuan,” tam­bahnya.

Peneliti LIPI Siti Zuhro juga mendukung jika gedung parle­men sebagai simbol lem­baga negara memang harus ditata ulang. Hanya saja ada korelasi, relevansi dan ko­nek­sitas tidak dengan pem­bangu­nan gedung baru itu dengan kinerja anggota parlemen sen­diri.

Baca Juga : Ada Gerakan Mau Kudeta Cak Imin dari Kursi Ketum PKB, Benarkah?

Dengan pembangunan ge­dung baru ini kata Siti, ba­gai­mana kinerja wakil rak­yat itu bisa dipantau, bisa dikontrol dan diawasi langsung oleh rakyat, karena mereka wakil rakyat dan digaji dengan uang rakyat. “Ge­dung yang ada ini memang tidak layak, apalagi ini rumah rakyat, dan tak boleh terbengkalai, semua supporting harus bagus. Kita hanya menuntut trans­paransi dan akuntabelitas,” pungkasnya. (h/sam)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]