Pasaman Minta Alat Pelatihan Diperbarui


Kamis, 07 Mei 2015 - 19:28:37 WIB
Pasaman Minta Alat Pelatihan Diperbarui

Ia memisalkan, pelatihan bengkel yang dilaksanakan dinas terkait, selama ini masih menggunakan kendaraan yang ada platina. Penggunaan pla­tina sudah ketinggalan zama oleh kendaraan yang meng­gunakan CDI atau motor ma­tic.

Baca Juga : Kadis Dukcapil Kabupaten Pessel Lakukan Sidam ke Unit Kerja Layanan di Kecamatan

“Pelatihan bengkel dan menjahit setiap tahun rutin dilaksanakan, namun hasilnya bisa dikatakan tidak jelas. Alasannya, tidak ada laporan oleh peserta yang telah mengi­kuti pelatihan itu, kalau mere­ka sudah mendapatkan peker­jaan,” sebutnya.

Tidak hanya motor model lama, mesin jahit yang diguna­kan untuk pelatihan juga mesin jahit lama. Sedangkan saat ini, banyak usaha tukang jahit yang menggunakan komputer. “Kini sudah era digital, tapi kami hanya bisa memberikan pela­tihan kepada peserta dengan menggunakan alat-alat lama yang tidak lagi dipakai di pasa­ran,” tuturnya.

Baca Juga : Distanhortbun Laksanakan Rakor dan Evaluasi Penyaluran Pupuk Bersubsidi Triwulan I

M. Fauzi menambahkan, masih rendahnya serapan tenaga kerja setelah sertifikat diberikan kepada peserta kare­na keahlian yang didapatkan oleh peserta tidak memadai. Bahkan jauh dari standar kebu­tuhan sumber daya kerja pada industri-industri.

Selain itu, minim anggaran juga menjadi kendala tersen­diri untuk melaksanakan pela­tihan dengan sarana dan prasa­rana yang memadai. “Anggaran yang kecil untuk program pela­tihan dan keterampilan ini, sehingga kami tidak sanggup untuk mengadakan kegiatan pada lembaga keterampilan dan pelatihan swasta,” terang­nya.

Baca Juga : BPJS Kesehatan Bermanfaat Bagi Pengobatan Lansia

Menanggapi persoalan itu, Kasi Instruktur Lembaga dan Sarana Bidang Lattas, Sirwan, menyebutkan, masalah sarana dan prasarana yang sudah ketinggalan zaman itu, telah menjadi isu nasional.

Bantuan alat-alat pelatihan yang canggih, kata Sirwan, biasanya diserahkan dari Ke­men­terian Ketenagakerjaan kepada balai pelatihan. Akan tetapi, untuk pelatihan di ting­kat kabupaten tidak harus dengan menggunakan alat-alat yang canggih. Alasan Sirwan, pelatihan hanya mempelajari dasar, sedangkan perubahan teknologi bisa disesuaikan di lapangan kerja. (h/col)

Baca Juga : Pantauan Perkembangan Covid-19 di Sumbar: Positif 175, Sembuh 172, dan Meninggal Dunia 3 Orang

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]