Dua Kubu Saling Buka Pendaftaran


Kamis, 07 Mei 2015 - 19:43:04 WIB
Dua Kubu Saling Buka Pendaftaran

“Kami masih membuka pen­daftaran calon gubernur, 11 calon bupati dan dua calon walikota untuk Pemilu Kepala Daerah di Sumbar akhir Desember 2015. Masa pendaftaran 27 Mei 2015. Namun sampai sekarang belum ada satupun yang mendaftar, ter­masuk Epyardi Asda,” katanya.

Baca Juga : Penertiban Balap Liar di Padang, Seorang Personel Polisi Ditabrak

Dia menegaskan untuk pen­daftaran calon kepala daerah di PPP tidak bisa dilakukan di Dewan Pimpinan Cabang (DPC), tetapi harus langsung ke Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Sum­bar di jalan Jakarta No. 17 Ulak Karang, Padang.

“Sesuai Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART), ada perubahan nomen­klatur di tubuh PPP, yaitu istilah Dewan Pimpinan Cabang yang semula untuk daerah tingkat II, diubah menjadi Dewan Pimpinan Daerah(DPD), sementara DPC adalah untuk tingkat kecamatan. Karena itu, kepengurusan di daerah tingkat II saat ini belum sah,” katanya.

Baca Juga : Batang Arau Disiapkan untuk Berlabuhnya KRI Dewa Ruci pada Festival Jalur Rempah dan Pelayaran Muhibah Budaya Tahun 2021

Menurutnya, karena kepe­ngurusannya belum sah, maka calon kepala daerah yang men­daftar di sana juga dianggap tidak sah. “Kami tegaskan lagi, calon kepala daerah yang ingin diusung PPP harus mendaftar ke DPW,” ujarnya. Menurutnya, pendaftaran itu sudah dibuka sejak 27 April dan akan ditutup 27 Mei 2015. Sesuai mekanisme, kata dia, DPW PPP akan melakukan penjaringan terhadap calon yang mendaftar ke DPW PPP. “Nanti, tiga nama terbaik akan dikirim ke DPP untuk ditunjuk siapa yang akan diusung PPP,” katanya.

Dia juga menyebut, tidak ada perpecahan dalam kepengurusan PPP. Menurutnya, sesuai arahan peraturan KPU yang baru, pe­ngurus yang memakai SK Kemen­humkam merupakan yang legal.

Baca Juga : Geledah Kamar Hunian, Petugas Lapas Klas II B Padang Temukan Sajam

Sementara itu, Ketua PPP Sumbar versi Djan Faridz, Yul­fadri Nurdin tegas mengatakan kepengurusan di bawah pimpinan Martias Tanjung telah meng­hia­nati kepengurusannya. Karena pada sebelumnya, Martias telah sepakat untuk menunggu hasil keputusan pemerintah yang ikrah.

“Kepengurusan itu (Mastias) ilegal, kesepakatan awal rapat dulu itu harus bersikap netral, bersifat menunggu putusan inkrah pe­ngadilan,” tegasnya seperti di­wartakan antarasumbar.

Baca Juga : Resmikan Surau Papan Palinggam Padang, Gubernur: Mari Ciptakan Pemimpin Masa Datang

Kondisi tersebutlah terang dia, yang membuat pihaknya sengaja melakukan penggembokan kan­tor DPW PPP beberapa waktu lalu, karena kantor tersebut meru­pakan aset PPP yang sedang bersengketa. “Kantor PPP yang lama bukan milik kubu Martias Tanjung. Jadi, mereka tak berhak mendudukinya,” ujarnya.

Terkait penjaringan calon ke­pala daerah dia mengakui, telah membuka pendaftaran dan sejum­lah calon sudah mulai merapat ke DPW PPP Sumbar pimpinannya.

Namun begitu terang dia, untuk calon gubernur pihaknya lebih mengutamakan Epriyardi Asda sebagai calon kuat diban­ding nama lain. Sedangkan untuk ca­lon bupati dan walikota dia me­minta calon yang berminat untuk men­dafar langsung ke DPC. (h/yan)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]