PLTMH Tersandung Perizinan


Kamis, 07 Mei 2015 - 19:52:03 WIB
PLTMH Tersandung Perizinan

Dilanjutkannya, per­ma­salahan perizinan berkaitan dengan lokasi tempat pen­dirian seperti di wilayh sungai harus mendapat izin dari dinas terkait. “Seperti itu juga kalau PLTMH ini dibangun di ka­wasan hutan tentunya juga harus mengantongi izin dari Kementerian Kehutanan,” ujar­nya. Dari 54 titik potensi PLT­MH di Sumbar, 38 titik telah dikeluarkan izin prinsip pem­bangunannya. Satu titik telah beroperasi di Kabupaten Solok Selatan dengan meng­hasilkan energi listrik 8 Mega Watt.

Baca Juga : Perkembangan Kasus Covid-19 di Kota Padang, Kadinkes: Mendekati Zona Kuning

Sedangkan 6 titik lainnya masih dalam tahap pengerjaan. Sementara itu, 16 titik potensi PLTMH lainnya masih belum tersentuh. Diharapkan dalam waktu dekat ada penanam mo­dal yang tertarik mengolah potensi energi di 16 titik PLTMH yang tersisa.

Dari satu pembangkit kata Marzuki  bisa dihasilkan energi mencapai 10 MegaWatt seperti di Kabupaten Solok Selatan, yang listriknya digu­nakan untuk memperkuat ke­bu­tuhan listrik di daerah se­kitar. “Kita memang harapkan, perusahaan daerah yang meng­gelola potensi ini, meski pe­luangnya terbuka untuk sia­papun,” terangnya.

Baca Juga : Sidak ASN Pemko Padang, Arfian: Tingkat Kehadiran Mencapai 99 Persen 

Marzuki Mahdi me­nam­bahkan, Sumbar memang pan­tas menjadi wilayah lumbung energi baru terbarukan atau energi hijau yang salah satunya berbasis air, dengan cata­tan­cachment area atau wilayah tangkapan airnya tidak ter­ganggu.(h/mg-isr)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]