Saat Burung Besi Mencium Bumi


Kamis, 07 Mei 2015 - 19:56:37 WIB
Saat Burung Besi Mencium Bumi

 

Teriakan dari penumpang mulai ter­dengar setelah pintu darurat berhasil dibuka oleh petugas. “To­long, tolooong” teriak penumpang. Puluhan orang  terjatuh setelah berhasil keluar dengan kondisi lemas. Petugas pun membawa pe­num­pang tersebut dengan meng­gunakan tandu. Sejum­lah mobil ambulance dari berbagai instansi mulai merapat ke arah pesawat lalu petugas kesehatan pun membawa penumpang menuju ru­mah sakit.

Baca Juga : Investasi Tumbuh, Indonesia Maju

Kejadian tersebut bagian dari simulasi Penanggulangan Keadaan Darurat (PKD) dengan sandi Tuah Sakato 2015 yang diadakan oleh Angkasa Pura II di BIM, Padang Pariaman, Kamis (7/5).

Menurut General Manager (GM) BIM, Asep Suprianta, PKD dilakukan untuk mengasah ke­mampuan seluruh personil serta menyesuaikan komunikasi antar instansi yang berada di internal dan eksternal, dan sesuai dengan arti tuah sakato yang bermakna satu pendapat satu kata dalam bertindak.

Baca Juga : Kenangan Bersama Bang Rusdi Lubis

“Kemampuan dalam meng­hada­pi sistem gawat darurat perlu diting­katkan. Terutama dalam menguji komunikasi, respon darurat, perala­tan yang ada di BIM dan terutama antar instansi yang ada,” terangnya.

Ia menambahkan, PKD dilak­sanakan sesuai dengan Internasional Civil Organization (ICAO) dalam dokumen ICAO 9137 AN/898 ten­tang Airport Service Manual part 7 Airport Emergency Plan (AEP) dan keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM. 47 tahun 2002 men­syaratkan bahwa setiap dua tahun sekali bandar udara wajib melak­sanakan pelatihan penanggulangan gawat darurat.

“Dengan adanya peraturan terse­but diharapkan bandar udara dapat mengatasi situasi atau keadaan darurat di dalam dan di sekitar bandar udara. Selain itu dengan adanya AEP tidak hanya mengatasi masalah kebakaran saja tetapi juga menyediakan penanggulagan psiko­logi untuk penumpang, seperti yang terjadi beberapa waktu lalu tentang penumpang mengamuk delay secara nasional oleh salah satu maskapai,” paparnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, persiapan PKD dilakukan selama 10 hari dan melibatkan 200 personil dari berbagai insatansi dan kelom­pok seperti Airport Emergency Co­mmit­tee sebagai kelompok pengen­dali di Emergency Operation Center.

Dalam kelompok tersebut terdiri dari berbagai unsur dianta­ranya, GM Bandara Internasional Minangkabau, TNI AD, AU, AL, Polri, pejabat pemerintah daerah, pejabat dinas kesehatan, pejabat dinas perhubungan, dan kepala kantor SAR.

Dalam skenario PKD Tuah Saka­to 2015, terdapat sejumlah korban, 5 orang meninggal dunia, 13 luka berat, 30 luka ringan dan 72 selamat. Korban yang meninggal dan luka dibawa ke rumah sakit yang berada di Kota Padang.

Direksi Angkasa Pura II, Daan Ahmad yang ikut hadir dalam PKD tersebut mengatakan, pelatihan penanggulangan perlu di tingkatkan di Bandar udara Internasional Mi­nang­kabau. Selain karena dituntut oleh peraturan tetapi juga dapat bersaing untuk meningkatkan nilai Bandar udara tersebut. (*)

 

Laporan: RIVO SEPTI ANDRIES

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]