Pasar Mobil Diproyeksi Turun Tahun Ini


Jumat, 08 Mei 2015 - 19:42:03 WIB
Pasar Mobil Diproyeksi Turun Tahun Ini

Toyota sebagai pemimpin pasar otomotif di Indonesia, memperkirakan penjualan mobil secara nasional akan turun kurang dari 10 persen. “Bila tahun lalu (penjualan mobil secara nasional) 1,2 juta unit, maka tahun ini (turun) ke arah 1,1 juta unit,” ujar Samulo.

Baca Juga : Arab Saudi Tegaskan Belum Ada Instruksi Resmi tentang Haji Tahun Ini

Indikator penurunan terse­but, menurut dia, terlihat dari kondisi pasar Januari-Pebruari yang di bawah estimasi.

Selain itu, lanjut dia, angga­ran dari pemerintah belum turun untuk menstimulasi kegiatan ekonomi. Ditambah lagi, nilai tukar rupiah yang masih bertengger pada angka di atas Rp12.000 per dolar AS, kemudian harga komoditas pertambangan dan perke­bu­nan pun cenderung turun.

Baca Juga : 'Tsunami' Covid-19 India Makin Menggila, Anak Muda yang Meninggal Semakin Banyak

“Kondisi itu membuat ka­la­ngan swasta tidak mau ge­gabah melakukan pembelian (mobil), masyarakat pun ‘wait and see’ untuk membeli,” kata Samulo.

Kendati demikian, ia meli­hat ada titik cerah ketika pe­nya­luran anggaran pemerintah mulai me­nun­jukkan kenaikan sejak Maret dan April, yang diharapkan bisa mendongkrak penjualan mobil pada se­mes­ter kedua tahun ini. “Sejak Maret pe­ngeluaran pemerintah terus meningkat, Rp80 triliun per bulan,” katanya.

Kalau pengeluaran peme­rintah terus meningkat, ia optimistis pada semester kedua akan ada kenaikan penjualan, meskipun belum menutupi penurunan pasar mobil pada triwulan pertama.

“Toyota sendiri tetap memproyeksikan pangsa pasar 32,5 persen seperti tahun lalu,” ujar Samulo. Oleh karena itu, diakuinya, bila pasar mobil secara nasional turun, maka penjualan Toyota juga akan turun.

Dalam kondisi pasar yang lesu itu, kata dia, TAM tetap melakukan aksi, termasuk peluncuran model baru sesuai rencana. “Tidak ada penun­daan soal itu, karena pelun­curan model baru sudah diran­cang lima tahun sebelumnya,” kata dia.

Untuk menghela pasar, pihaknya berupaya membantu konsumen antara lain melalui bunga kredit kepemilikan kendaraan yang terjangkau dan membantu konsumen menjual mobil lama mereka.

“Sekitar 50 persen pembeli mobil Toyota adalah mereka yang memberi mobil baru setelah mobil lamanya terjual lebih dulu. Jadi kami akan bantu jual (mobil lama mereka) dengan harga yang bersaing,” ujar Samulo.

Sementara itu CEO Kalla Toyota Hariyadi Kaimuddin mengatakan pasar mobil, khu­susnya di wilayah Indonesia Timur, masih ada dari konsu­men yang memiliki pen­da­patan tetap, bukan dari kala­ngan dunia usaha. “Permintaan ada, cukup besar, yang terlihat dari jumlah SPK (surat peme­sanan kendaraan), tapi reali­sasinya menjadi DO (deli­very order) kecil,” katanya.

Ia mencontohkan bila sebe­lumnya realisasi pembelian mobil mencapai 90 persen dari total SPK. Namun kini hanya tinggal 60-70 persen. “Ke­butuhan dan minatnya masih besar, tapi uangnya tidak ada,” ujar Hariyadi. (h/inl)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]