Harimau Sumatera Terancam Punah


Jumat, 08 Mei 2015 - 19:51:37 WIB
Harimau Sumatera  Terancam Punah

“Pemerintah cuma memi­liki anggaran untuk sosialisasi kepada masyarakat terkait perlindungan satwa yang dilindungi,” jelasnya kepada media kemarin.

Baca Juga : Sidak ASN Pemko Padang, Arfian: Tingkat Kehadiran Mencapai 99 Persen 

Dikatakan Zulmi, harimau Sumatera masih berada di sejumlah wilayah di Sumbar seperti, Jambi dan Bengkulu. “Harimau ini sifatnya selalu berpindah, mereka bisa saja berjalan sepanjang 40 km dalam sehari. Makanya kita tidak bisa pastikan dimana mereka berada. Namun, untuk pemantauan kita telah mema­sang kamera CCTV dititik yang ditentukan” jelasnya.

Menurutnya habitat hari­mau saat ini kian tergang­gu. Hutan yang seharusnya ditem­pati harimau malah dike­lola oleh masyarakat sehingga ma­ka­nan harimau mulai berku­rang. Akibatnya, harimau mu­lai memasuki ladang pendu­duk seperti yang terjadi di Pesisir Selatan beberapa hari lalu.

Baca Juga : Setelah Ambulance untuk Palestina, Kota Padang Kembali Salurkan Bantuan Sebesar Rp100 Juta 

“Dari infomasinya, hari­mau yang mati terkena jerat babi itu, dua bulan sebelumnya telah memangsa sapi ma­sya­rakat,” terang Zulmi.

Zulmi meminta kepada masyatakat yang berada dise­kitar kawasan hutan marga satwa, agar tidak meletakkan jerat babi disekitar hutan marga satwa karena akan mem­bahayakan satwa yang dilindungi ini.

Zulmi juga menegaskan, kalau harimau itu sengaja di buru ada sanksi berat yang menanti seperti dituntut de­ngan hukuman penjara selama 5 tahun penjara, dengan sanksi denda sebanyak Rp100 juta.

Sanksi ini belum bisa di­ber­lakukan seperti kasus di Pesisir Selatan, karena pem­i­lik jerat hanya meletakkan jerat di kawasan ladangnya serta tidak ada unsur kesenga­jaan untuk membunuh hari­mau. “Kita nanti akan mela­kukan investigasi ke lapangan untuk memastikan hal ini,” tutupnya. (h/mg-isr)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]