Bareskrim Polri Geledah RSUD EF Batam


Jumat, 08 Mei 2015 - 20:02:24 WIB
Bareskrim Polri Geledah RSUD EF Batam

 

Bahkan, di dalam peng­geladahan itu, unit III Tipikor Bareskrim itu berlangsung selama tiga jam kemudian. Mereka pun hanya memeriksa ruang Direktur, staff keuangan dan ruang adminitrasi.

Baca Juga : Kolam Pemandian Hotwater Boom Solsel Tetap Buka, Satpol-PP Gelar Patroli

Kombes Pol Darman, se­bagai Kasubit III Bareskrim Mabes Polri mengatakan, Di­rektur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fa­timah, drg Fadilla R.D Ma­larangan ini sebagai tersangka korupsi dana Anggaran Pen­dapatan dan Belanja Negara (APBN) pengadan alat kese­hatan, kebidanan, dan kedok­teran yang terjadi pada 2011 silam. “Direktur RSUD baru jadi tersangka dalam kasus ini,” terang Darmanto kepada war­tawan setelah menggeledah rumah sakit.

Darmanto juga me­nga­ta­kan, korupsi pengadaan alkes ini, negara dirugikan bernilai sebesar Rp18 miliar. Se­men­tara nilai APBN nya itu se­belumnya sebesar Rp 60 mi­liar. “Kerugian negara dari anggaran alkes ini sebesar Rp18 miliar. Dan yang dibawa 3 unit CPU komputer dan beserta dokumen penting lain­nya,” ucapnya.

Baca Juga : Hati-hati! Eksploitasi Anak Rawan Terjadi di Wisata Indonesia

Kemudian, kata Dar­manto, lanjutan kasus ini, nanti Direktur RSUD Embung Fa­timah akan diperiksa di Mabes Polri. Jika ada perkembangan proses, tidak tertutup ke­mung­kinan semua yang terlibat akan diperiksa, bahkan bisa me­ngarah kepala daerah.

“Proses nantinya di Mabes Polri Jakarta.Lihat per­kem­bangan pemeriksaannya dulu. Saat ini belum sampai ke kepala daerah,” ujar Darmanto sambil meninggalkan RSUD Embung Fatimah.

Baca Juga : Sandiaga Uno Mengaku Merinding Saat Salat Isya di Hotel Marbella Anyer, Ada Hantu?

Terpisah, Direktur RSUD Embung Fatimah, drg Fadilla R.D Malarangan mengatakan, sebagai warga Negara In­do­nesia akan siap diperiksa. Kemudian, dia ingin polisi bekerja sesuai dengan standar operasionalnya. Dia menyinggung penggeledahan itu terkait pengadaan alkes  dengan dan APBN tahun 2011.

“Saya siap diperiksa, jika sesuai dengan aturan hukum yang berlaku. Saya tadi diluar saat penggeledahan,” kata Fadilla saat ditelepon.

Baca Juga : Pariwisata Era Baru, Sandiaga: Berbasis Alam Terbuka

Sementara, Kabag Humas RSUD Embung Fatimah, Ba­tam, Nur Aini membenarkan penggerebekan atau peng­geladahan itu. Penggerebekan itu dilakukan untuk mencari bukti dugaan korupsi alkes melalui dana APBN pada ta­hun 2011 silam.

“Iya ada pihak Bareskrim Polri datang kerumah sakit ini. Mereka hanya melakukan penggeladahan saja, terkait kasus korupsi alkes melalui dana APBN pada tahun 2011 silam,” kata Nur Aini diruang kerjanya. (hk/ded)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]