Kota Calon Peraih Adipura Harus Berbenah Lagi


Jumat, 08 Mei 2015 - 20:02:57 WIB
Kota Calon Peraih Adipura Harus Berbenah Lagi

Tahun ini,  7 kota yang lolos Pemantauan I masing-masing Pa­yakumbuh, Bukittinggi, Lubuk Sikaping, Painan, Pariaman, Solok dan Padang Panjang. Mereka akan bertarung pada Pemantauan II yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini. Ada 18 komponen pe­nilaian yang mesti diperhatikan dengan bobot yang sudah diten­tukan. Paling tinggi adalah TPA bobot 11, Fasilitas Pengolahan Sampah Skala Perkotaan bobot 10, Pasar 8, Bank sampah 7, Perumahan dan pe­mu­kiman 6 dan Sekolah 6.

Baca Juga : Ada Pos Pelayanan Prokes di Pasar Raya Padang

Namun kelemahan kota peserta Adipura justru terdapat pada 5 komponen dengan bobot tertinggi itu. Kecuali sekolah, karena biasanya sekolah sudah baik pengelolaan lingkungannya. Apalagi sekolah yang sudah menjadi sekolah Adi­wiyata.

Kota Bukittinggi memiliki cata­tan, harus membenahi titik pantau pemukiman, pasar, terminal, TPA, bank sampah dan fasilitas pengo­lahan sampah skala kota. Kota Lubuk Sikaping catatannya adalah kondisi pasar dan bank sampah yang belum memenuhi syarat. Begitu pula Painan, kondisi TPA, bank sampah dan fasilitas pengolahan sampah skala kota juga harus men­jadi perhatian.

Baca Juga : Jadwal Pendaftaran CPNS 2021 di Padang Belum Jelas

Sedangkan Solok dan Padang Panjang juga sama, masalah pe­mukiman dan pengelolaan sampah skala perkotaan. Ditambah lagi masalah TPA di Padang Panjang yang nilainya masih rendah. Se­mentara di Solok, hutan kota dan pasar juga harus dibenahi. Hanya Payakumbuh dan Pariaman yang memiliki 1 catatan yaitu masalah TPA. Namun jangan dianggap enteng karena bobot nilai TPA paling tinggi.

“Semua kelemahan pada Pe­mantauan I itu sudah kita sampaikan untuk dapat diperbaiki pada Pe­mantauan II,” terang Asrizal Asnan yang akrab disapa Dedet ini.

Baca Juga : Dilepas Rektor UIN IB Padang, Jenazah Masnal Zajuli Dimakamkan di Tanah Datar

Kota Padang juga dinyatakan lolos untuk dinilai pada Pemantauan II. Namun karena Padang kategori Kota Besar maka proses peni­laian­nya dilakukan langsung oleh Tim Kementerian Lingkungan Hi­dup.

Usulan Kalpataru

Baca Juga : Hendri Septa Serahkan Paket Sembako untuk Warga Sekitar TPA Air Dingin

Pemprov Sumbar menerima usulan 11 nama calon penerima penghargaan Kalpataru dari Pem­kab/Pemko. Namun setelah di­verifikasi sesuai persyaratan, bahwa calon penerima penghargaan harus melaksanakan kegiatannya minimal 5 tahun tanpa terputus dan mem­berikan dampak bagi masya­rakat, menciut menjadi 5 nama.

“Lima nama inilah yang kita kirim ke pusat untuk menerima penghargaan Kalpataru pada  Ka­tegori Penyelamat Lingkungan, Perintis Lingkungan dan Pengabdi Lingkungan,” ujar Dedet.

Calon penerima Kalpataru ini adalah untuk Penyelamat Lin­g­kungan adalah Armayus, Kelompok Tani Tunas Muda, Nagari Tarung-tarung, Kecamatan Rao, Pasaman dan Fahruddin Tanjung dari Nagari Sundatar, Kecamatan Lubuk Si­kaping, Pasaman, serta Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Sosa, Nagari Koto Bangun, K­e­camatan Kapur IX, Kabupaten Limapuluh Kota.

Selanjutnya, Hamidi Wahab dari Nagari Guguk Malalo, Kec. Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar diusulkan untuk menerima peng­hargaan Kalpataru Kategori Perintis Lingkungan. Terakhir, Jasman dari Nagari Paninggahan, Kecamatan Junjung Sirih, Kabupaten Solok diusulkan untuk kategori Pengabdi Lingkungan.

“Jasman dikenal dengan ak­tivitasnya menanam pohon jati di sempadan mata air Paninggahan, melakukan penghijauan lahan kritis di daerah tangkapan air Danau Singkarak seluas 700 hektar dan mengamankan hutan di Jorong Koto Baru Tambak Nagari Paninggahan, seluas 1.000 hektar,” katanya. (h/vie)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]