Ekonomi Lesu, Kunjungan ke LN Melonjak


Jumat, 08 Mei 2015 - 20:05:22 WIB
Ekonomi Lesu, Kunjungan ke LN Melonjak

Trend ini tak diikuti oleh pemohon paspor di Kantor Imigrasi Padang yang me­ningkat di periode yang sama. Pada Maret 2015 jumlah pe­nerbitan paspor mencapai 2.687 berkas dan April 2.784 berkas. Jika ditotal, maka jumlah paspor yang diterbitkan mencapai 5.471. Sementara, pada tenggang waktu yang sama di tahun 2014, jumlah pe­nerbitan paspor tak me­nyen­tuh angka 5.000, tepatnya, 4.783, dengan rincian, 2.252 paspor pada Maret dan April 2.528 berkas. Artinya, ada peningkatan penerbitan paspor sebanyak 688 pada 2015.

Baca Juga : Meski Ditutup, Pantai Padang Tetap Dikunjungi Wisatawan

“Melambatnya pertumbuhan ekonomi di Indonesia, termasuk Sumbar tidak berdampak terhadap kunjungan masyarakat ke luar ne­geri,” kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Padang, Yayan Indriana  melalui Kasubag Tata Usaha Har­men, kepada Haluan pada (6/4).

Peningkatan tersebut disebabkan banyaknya masyarakat yang me­ngajukan permohonan paspor untuk tujuan ibadah haji, termasuk liburan dan tujuan lainnya. Pemohon paspor didominasi kalangan menegah ke atas, baik swasta maupun pekerja di peme­rintahan. Tapi tak sedikit juga yang masih remaja. Hal tersebut terlihat dari pantauan Haluan di Kantor Imigrasi Kelas I Padang kemarin.

Baca Juga : Manambang, Tradisi Mencari THR saat Lebaran di Padang

Menanggapi meningkatnya per­mintaan pengurusan paspor di saat lambannya pertumbuhan ekonomi Sumbar, pengamat Ekonomi asal Universitas Negeri Padang (UNP) Yulhendri menilai, tak ada keter­kaitan yang cukup kuat antara dua hal tersebut, hal ini setelah dilihat dari negara dan keperluan yang hendak dituju oleh warga Sumbar.

“Sebagian besar permintaan paspor diajukan oleh orang-orang yang ingin menunaikan ibadah umroh, pergi berlibur atau bekerja. Dari dua alasan pertama, tentu pemohon mempunyai latar belakang masyarakat dengan tingkat ekonomi menengah ke atas, sehingga mereka sudah punya persiapan dan tidak terganggu dengan penurunan per­tum­buhan ekonomi sebesar 0,5%,” ucap Yulhendri. Ia juga menjelaskan, kebanyakan masyarakat kelas eko­nomi me­nengah ke atas memiliki tabungan atau jaminan yang men­cukupi yang dapat dipergunakan saat ingin ke luar negeri. Apalagi hanya untuk mengurus paspor.

“Melemahnya pertumbuhan eko­­­nomi akan terasa pada ma­syarakat golongan menengah ke bawah. Saya pikir pelemahan itu sudah lumrah terjadi di awal-awal tahun. Keadaan akan terus membaik setelah pencairan anggaran. Semoga pada Juli-Agustus nanti, per­tum­buhan ekonomi Sumbar mulai membaik lagi,” tutupnya.

Senada dengan Yulhendri, pe­ngamat ekonomi Unand, Dr Sari Lenggogeni melihat hal itu tak serta merta saling terkait karena kun­jungan ke luar negeri harus dilihat tujuannya, apakah untuk ke­pen­tingan dinas atau berlibur. Harus ada kajian dengan data yang tepat sehing-ga bisa disebutkan ada kaitan atas dua hal tersebut. “Jadi kita harus li­hat data tambahan dulu, misalnya dari data di Imigrasi Bandara, karena jika pembuatan paspor saja, itu be­lum bisa melihat indikasi atas per­kembangan yang terjadi dan tujuan­nya,”katanya.(h/mg-jef/mg-isq)


Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]