Istri Dubes RI di Pakistan Tewas


Jumat, 08 Mei 2015 - 20:06:41 WIB
Istri Dubes RI di Pakistan Tewas

Sementara itu, Burhan Mu­hammad yang ikut dalam helikopter yang sama, nyawanya masih selamat karena hanya mengalami luka-luka.

Baca Juga : Besok Lebaran, Warga Padang Padati Lapak Pedagang Daging Sapi Potong

Tidak hanya Heri Listyawati, kecelakaan itu juga memakan kor­ban lain. Seperti dilansir Al Jazeera, korban tewas akibat kecelakaan helikopter itu berjumlah enam orang. Selain Heri Listyawati, korban tewas lainnya adalah Dubes Norwegia Leif Larsen, Dubes Fili­pina Domingo Lucenario, istri Dubes Malaysia dan dua awak pesawat.

Ketika kecelakaan terjadi, heli­kopter tersebut membawa 17 orang penumpang yang 11 di antaranya merupakan warga negara asing. Beberapa korban selamat dalam kecelakaan tersebut yaitu, Dubes RI untuk Pakistan, Burhan Mu­ham­mad, serta Dubes Belanda, dan Dubes Polandia. Meski berhasil selamat, kondisi ketiganya diketahui menderita luka-luka, dan sedang mendapatkan perawatan di Combine Military Hospital, Gilgit, Pakistan.

Baca Juga : Siap-siap! Pemerintah RI Bakal Pungut Pajak Uang Kripto

Terkait musibah itu, Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mengatakan, berdasarkan kete­ra­ngan yang diperoleh, rombongan yang menggunakan helikopter terse­but merupakan rangkaian kun­ju­ngan yang melibatkan 32 dubes asing yang ada di Pakistan.

Kunjungan ini merupakan fa­miliarization trip (kunjungan pe­ngenalan daerah) ke Gilgit, Bal­tistan, sekaligus menghadiri peres­mian proyek pariwisata di Pakistan. Perjalanan para tamu kunjungan terbagi dalam 4 helikopter.

Hingga saat ini pihak Kemenlu RI belum bisa memberikan kete­rangan resmi mengenai penyebab kecelakaan helikopter tersebut. Menurut Retno, pihaknya akan terus menjalin koordinasi dengan KBRI di Islamabad, dan Kedutaan Besar Pakistan di Jakarta.

Incar Perdana Menteri

Sementara itu, juru bicara Tali­ban di Pakistan mengatakan, ke­lompok militan itu mengaku ber­tanggung jawab atas jatuhnya heli­kopter tersebut. Taliban me-ngaku menjatuhkan helikopter itu dengan menembakkan misil dari darat ke udara. Saat menembakkan misil, Taliban menargetkan untuk mem­bunuh Perdana Menteri Pa­kistan, Nawaz Sharif. Tapi PM Sharif meng­gunakan helikopter lain.

“Kelompok spesial Tehreek-e-Taliban telah menyiapkan rencana istimewa untuk menargetkan Nawaz Sharif dalam kunjungannya. Tapi dia selamat karena menggunakan heli­kopter lain,” kata juru bicara Tali­ban, Muhammad Khorasani.

Meski begitu, klaim Taliban ini dianggap tidak kuat. Sebab, Gilgit selama ini dikenal bukan sebagai wilayah yang dikuasai Taliban atau kelompok militan yang menjadi musuh bagi pemerintah Pakistan.

Kementerian Pertahanan Pa­kistan mengatakan akan meneliti peristiwa jatuhnya helikopter ke sebuah sekolah, yang juga me­nyebabkan satu gedung terbakar. Sekolah itu pun langsung ditutup oleh pihak militer Pakistan. PM Nawaz Sharif pun mengucapkan belasungkawa atas peristiwa itu.

Dibantah

Namun, Atase Pertahanan Ke­dutaan Pakistan, Kolonel Muhamad Said Sidiq, kepada Liputan6.com, Jumat (8/5/2015) belum bisa ber­spekulasi soal jatuhnya helikopter Mi 17 itu.

Namun Sidiq memastikan, heli­kopter itu jatuh bukan ditembak Taliban. Hal tersebut karena wilayah utara Pakistan, lokasi jatuhnya helikopter bukan wilayah operasi Taliban.

“Tidak. (Helikopter) Itu tidak ditembak Taliban. Daerah itu aman. Saat ini kami sedang menginvestigasi insiden tersebut,” pungkas Atase Pertahanan Kedutaan Pakistan tersebut. (h/bbs/okz/kom/ivi)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]