Mulai Juni, Bunga Kredit Turun


Ahad, 10 Mei 2015 - 18:59:01 WIB
Mulai Juni, Bunga Kredit Turun

“Bunga kredit akan turun pada dua bulan hingga tiga bulan mendatang,” kata Muliaman D Hadad, Ketua OJK.

Baca Juga : Presiden Jokowi Minta Agresi Israel ke Palestina Dihentikan

Beberapa bank memang yang sedang mengkaji penurunan bunga kredit mereka. Misalnya, Bank Permata dan Bank CIMB Niaga. Roy A. Arfandy, Direktur Utama Bank Permata, menga­takan, pihaknya tengah mengkaji penurunan bunga kredit pasca kelebihan likuiditas pada kuartal I–2015. Sebab, banyak kredit yang belum deras mengalir ke sektor riil.

“Ruang penurunan bunga kredit sebesar 0,25%, dengan memperhitungkan risiko kre­ditnya,” beber Roy.

Baca Juga : Ini Aturan dan Larangan yang Harus Dipatuhi Selama Lockdown Parsial di Singapura

Menurut Roy, penurunan bunga kredit akan terealisasi sekitar Juni–Juli, dengan tetap mempertimbangkan kondisi likuiditas di semester II–2015, khususnya menjelang bulan puasa dan Lebaran.

Senada, Wan Razly Abdul­lah,­ Direktur Keuangan Bank CIMB Niaga, bilang, pi­hak­nya juga lagi mengkaji penu­runan bunga pinjaman. Penu­runan ini dengan mem­pertim­bangkan kon­disi pasar, yakni keputusan kebijakan makro dari bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve, dan tren bunga kredit bank lain. “Kami akan putuskan setelah bulan Juni nanti,” ucapnya.

Target belum berubah

Meski di triwulan I–2015 pertumbuhan ekonomi Indo­nesia hanya sebesar 4,71%, Mu­lia­man bilang, perbankan masih optimistis mampu memenuhi target pertumbuhan kredit tahun ini sebesar 15% hingga 17%. “Beberapa bank masih opti­mistis terhadap pertumbuhan kredit, meski ada tekanan,” ucapnya.

Nah, tekanan bagi penyaluran kredit tersebut paling terasa terjadi pada pembiayaan kor­porasi, khususnya yang bergerak di sektor pertambangan.

Contoh, permintaan kredit perusahaan batubara yang mele­mah lantaran pesanan batubara anjlok seiring perlambatan eko­nomi global.

OJK, Muliaman menam­bahkan, masih menunggu per­mo­hanan dari bank yang berniat merevisi pertumbuhan kredit mereka di semester II–2015, yang tercantum dalam rencana bisnis bank (RBB) periode ke­dua.­”Revisi RBB belum ada yang masuk,” katanya.

Dia berharap, ketika eko­nomi nasional kembali tum­buh tinggi mulai pertengahan tahun nanti, maka penyaluran kredit juga akan meningkat.

Sebagai gambaran, selama kuartal I–2015, total penyaluran kredit perbankan hanya tumbuh 11% menjadi Rp3.713,7 triliun ketimbang periode yang sama di 2014 yang mencapai Rp3.343 triliun.

Perinciannya: kredit inves­tasi sebesar Rp915,7 triliun, kredit modal kerja sebanyak Rp1.736,6 triliun, serta kredit konsumsi Rp1.061,3 triliun.

Penyaluran kredit yang seret di awal tahun ini juga mendorong OJK mengusulkan kenaikan rasio loan to value (LTV) untuk kredit pemilikan rumah (KPR) dan kredit kendaraan bermotor (KKB). (h/trn)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]