Residivis Antarprovinsi Tabrak Mobil Warga


Ahad, 10 Mei 2015 - 19:07:31 WIB
Residivis Antarprovinsi Tabrak Mobil Warga

Sedangkan rekan David Tato berhasil melarikan diri dari kejaran polisi. Meski demikian, sampai sekarang petugas masih memburunya dan hingga berita ini ditu­runkan rekannya belum berhasil ditangkap.

Baca Juga : Jelang Safari Ramadan, Hendri Septa Berikan Arahan Pada 66 Pengurus Masjid dan Musala

Informasi yang di­him­pun Haluan, berawal pe­nangkapan terhadap ter­sangka dari hasil pe­nye­lidikan yang dilakukan be­berapa petugas belakangan ini, sehingga David Tato telah menjadi target polisi.

Kemudian petugas me­la­kukan penyamaran dan memancing tersangka un­tuk melakukan transaksi. Alhasil, tersangka termakan umpan dan tanpa curiga mau melakukan transaksi narkoba di depan Masjid Nurul Iman, tepatnya di depan Restoran Malabar.

Baca Juga : Pembangunan Sea Wall di Padang Telan Anggaran Rp19,1 Miliar

Saat tiba di lokasi, pe­tugas yang melakukan pe­nyamaran langsung ma­suk ke mobil tersangka ber­warna putih. Saat he­n­dak me­la­kukan transaksi, pe­­nyamaran polisi di­ke­tahui dan ter­sangka lang­sung me­nan­cap­kan gas mo­bilnya un­tuk menc­oba ka­bur. Ke­mudian petugas me­ngeluarkan tem­bakan pe­ringatan, guna ter­sangka menghentikan ken­­da­raan­nya. Akan tetapi, ter­sangka terus mengendarai mo­bilnya.

Tanpa piker panjang, petugas yang ikut di dalam mobil tersangka langsung men­cekiknya, sehingga mo­bil yang dikemudikannya oleng. Setiba di lokasi penangkapan, mobil yang dikemudikan itu menabrak salah satu mobil warga yang tengah parkir, sehingga tersangka tidak dapat ter­kutik. Sebab, polisi sudah siaga di sekitar ka­wasan tersebut dan menangkap David Tato, sementara re­kan tersangka berhasil dari kepungan pe­tugas.

Baca Juga : Ragam Tradisi Jelang Ramadan, Begini Tanggapan Cadiak Pandai di Padang

Setelah tersangka di­amankan, lokasi tersebut dipenuhi oleh masyarakat sekitar untuk mengetahui apa yang terjadi, sehingga jalan tersebut sempat terjadi ma­cet beberapa menit. Ke­mudian petugas melakukan peng­geledahan dan dite­mukan narkoba jenis sabu sebanyak 25 gram, beserta timbangan sabu elek­trik yang di simpan di da­lam laci dasbor mo­bilnya. Terbukti atas ke­pe­milikan narkoba tersebut, petugas langsung meng­giring­nya ke Dit. Resnarkoba Polda Sum­­bar guna pengusutan lebih lanjut.

Direktur Resnarkoba Polda Sumbar Kombes Pol A­lamsyah Marzoeki melalui Kabag Bin Ops AKBP M. Yasli me­nga­takan, penangkapan ter­hadap tersangka polisi ter­paksa mengeluarkan tem­bakan peringatan sebanyak enam kali, karena berusaha kabur.

Baca Juga : Jelang Puasa, Masyarakat Padang Mulai Laksanakan Ziarah Kubur

“Saat David Tato ter­tangkap, rekan tersangka berhasil kabur dari kejaran petugas. Kita terus mem­buru rekan tersangka, yang mana dari pengakuan ter­sangka bahwa rekannya itu yang membawa barang ha­ram tersebut dari Medan,” kata Yasli kepada wartawan, kemarin.

Dikatakan Yasli, David Tato warga Kelurahan Parak Pisang, Kecamatan Padang Timur, memiliki jaringan antar provinsi untuk men­dapatkan narkoba tersebut dan diedarkan hanya di kawasan Kota Padang. Ter­sangka merupakan pemain lama, dan berperan sebagai bandar narkoba yang pen­jualannya sampai 1,2 kilo per bulan. Barang bukti yang d­i­amankan itu, tinggal sisa dari penjualan sebe­lumnya.

“Kami telah me­ngan­tongi identitas rekan ter­sangka. Selain itu, David Tato yang berhasil kita tang­kap ini merupakan residivis kasus narkoba dan ini kali ketiga dia ditangkap atas kasus yang sama,” jelas Yasli.

Dari pengakuan ter­sang­ka kepada petugas, dia mem­beli barang haram ter­sebut seharga 25 juta dan dijual kembali, sehingga memperoleh keuntungan jutaan rupiah. “Saya sudah lebih dari lima tahun ber­gelut dalam bisnis pen­jualan narkoba, barang ter­sebut didapat dari Medan dan diantar langsung ke­pada saya,” kata David yang tubuhnya dipenuhi tato. (h/mg-win)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]