Lawan Narkoba, Ansor Sumbar Nyatakan Perang


Ahad, 10 Mei 2015 - 19:08:45 WIB
Lawan Narkoba, Ansor Sumbar Nyatakan Perang

Ketua PW GP Ansor Sum­bar, Rusli Intan Sati me­ng­­ungkapkan pada rapat ga­bungan PW GP Ansor Sum­bar dengan sejumlah PC GP Ansor kabupate/kota, Sabtu (9/5) di Rumah Kebangsaan, Padang.

Dalam rapat evaluasi PKD yang sudah dilaksa­nakan dan persiapan PKD yang akan dilaksanakan itu, hadir pula beberapa orang pengurus wilayah Ansor Sum­­­bar, yaitu Bendahara, Armaidi Tanjung, Wakil Ke­tua, Rahmat Tuanku Sulai­man dan Firdaus, Wakil Sek­re­taris, Arian­to.­Se­dang­kan dari pengurus cabang Ansor, hadir utusan dari PC Padang, Kabupaten Padang Pariaman dan Kota Paria­man.

Baca Juga : Hadiri Wisuda TK dan SMP Adz-Zikra, Wako Padang Hendri Septa Beri 'Reward'

Menurut Rusli, tiga ­ca­bang sudah menyatakan kesia­pannya untuk melak­sanakan PKD di cabangnya sendiri, yakni cabang Padang, Kota Pariaman dan Kabu­paten Padang Pariaman. Khu­sus Kabupaten Padang Pariaman yang akan dilak­sanakan di INS Kayutanam, pelaksanaan PKD akan dilan­jutkan de­ngan Pendi­dikan dan Latihan Dasar (Diklat­sar) Barisan Serbaguna (Banser) Ansor, yang rencananya akan dise­leng­garakan pada tanggal 29 hingga 31 Mei.

“Rangkaian PKD terse­but, diawali dengan pelaksa­naan PKD oleh PW Ansor Sumbar angkatan II. Angka­tan pertama dilaksanakan 1-3 Mei lalu.

Pada angkatan kedua ini, pesertanya difo­kuskan dari Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Sijunjung dan Kota Padang Panjang, yang akan dilaksanakan 16-17 Mei mendatang. Sedang­kan tiga cabang yang melak­sanakan PKD, juga akan me­nam­pung peserta dari kabu­paten/kota lain yang belum melak­sanakan PKD,” kata Rusli Intan Sati.

Menurut Rusli, pelak­sanaan PKD ini dimaksudkan untuk lebih memantapkan nilai-nilai perjuangan dan gerakan Ansor sebagai bagian dari organisasi kepemudaan yang bercirikan kebangsaan dan keagamaan.

“Ansor prihatin melihat kondisi bangsa dan kepe­mudaan Indonesia akhir-akhir ini. Semakin banyak generasi muda yang dihan­curkan pihak luar baik secara langsung maupun tidak. Mi­sal­nya, skenario penghan­curan generasi muda Indo­nesia melalui jaringan narko­ba internasional. Semua orang tahu akibat narkoba, tapi ketika ada sanksi hukum terhadap pelaku narkoba, ada pula pihak yang mati-matian membelanya,” kata Rusli, mantan Anggota DPRD Ka­bupaten Solok.

Dibagian lain, kata Rusli, makin tumbuh suburnya pa­ham-paham keagamaan yang selalu menga­tas­namakan aga­ma dalam tindakannya.

Pa­dahal, apa yang dila­kukannya justru bertentangan dengan nilai-nilai agama itu sendiri, katanya menegakkan syariat Islam, tapi melakukan keke­rasan, membunuh orang yang tidak berhak dibu­nuh­nya, mengkafirkan Islam sendiri yang tidak sepaham dengan mereka.

“Selain itu, kita me­nya­yang­kan munculkan gerakan-gerakan transnasional yang tidak mengakui dasar dan bentuk negara Republik In­do­­­nesia. Gerakan dibungkus dengan atas nama kepen­tingan agama dan dengan nilai-nilai agama, tapi se­sungguh adalah kepen­tingan politik dari gera­kan tran­sna­sional itu sendiri,” tambah Rusli Intan Sati.

Dari berbagai kondisi itu, kata Rusli, Ansor Sumbar merasa perlu membekali generasi muda Islam untuk memahami berbagai tanta­ngan yang tengah dihadapi. (h/mg-fds)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]