Proyek Jalan Rp165,2 M Dimulai


Ahad, 10 Mei 2015 - 19:29:41 WIB
Proyek Jalan Rp165,2 M Dimulai

Pembangunan Jalan Taluak Kabung-Mandeh-Tarusan tahun ini dialokasikan Rp13,5 miliar. Tetapi karena pekerjaan baru saja dimulai, maka saat Presiden RI yang direncanakan berkunjung ke Mandeh dalam waktu dekat ini, pihaknya sudah mengantisipasi dengan pemeliharaan rutin, ter­ma­­suk perbaikan lantai jembatan.

Baca Juga : Ada Pos Pelayanan Prokes di Pasar Raya Padang

“Kita atasi dengan peme­liharaan rutin. Jadi jalan tersebut aman dan nyaman saat Presiden RI Jokowi ke Mandeh,” katanya.

Tahun ini, juga dianggarkan kembali sejumlah kegiatan pem­bangunan jalan dan jembatan di Kota Padang yang sempat terken­dala penyelesaiannya. Seperti jalan lingkar timur yang panjang­nya sekitar 13 km itu, hingga kini belum selesai karena terkendala pembebasan lahan.

Baca Juga : Jadwal Pendaftaran CPNS 2021 di Padang Belum Jelas

Pekerjaan jalan tersebut akan dilaksanakan, jika ada surat pernyataan dari Walikota Padang yang menyatakan kawasan itu telah bebas.

“Jalan di kawasan Bungus yang dibuka pada kegiatan TMMD dulu, tidak bisa kita kerjakan karena lahannya ber­masalah. Jadi kita tengah me­nung­gu surat per­nyataan dari Walikota. Jika sudah ada, kita akan lanjutkan pe­ker­jaan,” terang Indra Jaya.

Baca Juga : Dilepas Rektor UIN IB Padang, Jenazah Masnal Zajuli Dimakamkan di Tanah Datar

Dijelaskannya, jalan lingkar timur tersebut, merupakan ja­lan tembus antara Kecamatan Lubuk Kilangan dan Kecamatan Bungus Teluk Kabung sepanjang 13,8 kilometer. Pembangunannya terkendala karena ganti rugi atas tanaman dan lahan yang jadi sumber penghidupan utama me­reka hingga kini belum tuntas.

Selain itu, tahun ini juga dialo­kasikan anggaran untuk kelan­jutan pembangunan Jalan Nipah-Teluk Bayur. Sepanjang 600 meter lagi belum bisa diker­jakan karena terkendala pema­kaman warga. Dinas Prasjal Tar­kim Sum­bar juga akan melan­jutkan pem­bangunan Jalan Pantai Padang, mulai dari Hang Tuah-Olo Ladang. Dan terakhir, ruas jalan ke Kam­pus IAIN Sungai Bangek.

Baca Juga : Hendri Septa Serahkan Paket Sembako untuk Warga Sekitar TPA Air Dingin

“Untuk pembangunan jalan di Kota Padang ini, kita gabung dalam paket peningkatan jalan di dalam Kota Padang dengan alo­kasi Rp4,1 miliar,” katanya.

Sedangkan penambahan ang­ga­ran sesuai ketentuan peme­rintah untuk infrastruktur 30 persen, belum akan dilaksanakan dalam anggaran reguler ini. Peme­nuhan komposisi anggaran in­frastruktur 30 persen, akan dia­komodir di APBD Perubahan.

Sedangkan untuk proyek yang dibiayai APBN, juga cukup ba­nyak dikucurkan untuk Sumbar tahun ini. Menurut Reno Ginto yang sebelumnya menjabat Kepa­la Satuan Kerja Perencanaan dan Pengawasan Jalan dan Jembatan Nasional (Satker P2JN) Wilayah Sumbar, Kementerian PU RI, di antaranya adalah penyelesaian pembangunan terowongan Ba­lingka, jembatan cable stayed di Ngarai Sianok dan Sungai Dareh (Dharmasraya).

Tahun ini, juga dilanjutkan penyelesaian intercange Duku yang sekarang dikenal dengan Duku Fly Over, penyelesaian Padang Bypass serta pemba­ngunan jalan lintas barat yang dibiayai WINRIP (Bank Dunia).

“Sedangkan pembangunan Jembatan Layang Panorama I, Jembatan Layang Panorama II, Flay Over di Tabing dan Lubuk Buaya, saat ini sedang dikerjakan desainnya. Masih ada sejumlah proyek besar lainnya yang akan dikerjakan 2016 dengan usulan anggaran mencapai Rp3,2 tri­liun,” terang Reno yang kini menjabat Kasatket P2JN Jambi.

Perubahan Jalan Nasional

Indra Jaya juga menyebutkan, tahun ini sejumlah ruas jalan provinsi dan jalan kabupaten mengalami peningkatan status menjadi jalan nasional. Usulan perubahan status ini tinggal me­nunggu tanda tangan Menteri PU dan Pera saja.

Ruas jalan yang menjadi jalan nasional tersebut adalah Tapan-Batas Jambi sepanjang 25,4 km (jalan provinsi), Tua Pejat-Rokot 36,1 km (jalan kabupaten), Ro­kot-Sioban 21 km (jalan kabu­paten), Sioban-Katiet 32,3 km ( jalan kabupaten), Lubuk Selasih-Surian 62,58 km (jalan provinsi), Surian-Simpang Padang Aro 65,22 km (jalan provinsi) dan Padang Aro-Batas Jambi 34 km (jalan provinsi). “Ada 7 ruas jalan yang diting­katkan statusnya men­jadi jalan nasional tahun ini. kita tinggal menunggu tanda tangan menteri,” katanya.

Sebaliknya, sejumlah ruas jalan nasional juga akan dise­rahkan pada  , seperti Jalan Proklamasi, Jalan M Hatta, Jalan A Dahlan, Jalan M Yamin yang semuanya di Kota Solok. Selan­jutnya, di Pariaman (Jalan A Yani, Jalan Diponegoro, Jalan WR Supratman, Jalan Sutan Syahrir, Jalan Sudirman, Jalan Imam Bonjol).

Berikutnya Jalan Sutan Syah­rir (Painan) juga diserahkan ke Pemkab Pessel, Jalan Agus Salim (Padang Panjang), Jalan M Yamin (Sawahlunto) dan Jalan Sutan Syahrir (Padang).

Sementara untuk jalan kabu­paten/kota yang strategis dan dijadikan jalan strategis provinsi sesuai SK Gubernur Sumbar, maka jalan tersebut tetap menjadi aset kabupaten/kota dan menjadi tanggung jawab daerah dalam pemeliharaannya. Provinsi dapat membantu untuk peningkatan atau pelebaran jalan, namun soal pembebasan lahan menjadi tang­gung jawab daerah. (h/vie)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]