Mata dan Bibir, Ciri Paling Menonjol Anak Autis


Senin, 11 Mei 2015 - 19:34:15 WIB
Mata dan Bibir, Ciri Paling Menonjol Anak Autis

Kasus pada anak autis biasanya berawal dari keti­dakmampuan anak anda untuk belajar berjalan dan juga berbicara antara usia dua-tiga tahun, padahal jelas ini sangat terlambat dalam memberikan penanganan. Sehingga penelitian terbaru menemukan ada beberapa ciri fisik yang dapat dilihat dari anak autisme yaitu me­­ne­mukannya perbedaan wa­jah yang menyandang autis­me memiliki perbedaan terutama pada bagian bibir dan jarak antara kedua matanya.

Baca Juga : Berikut 5 Tips Aman Berolahraga, Tubuh Tetap Bugar saat Puasa

Masih dalam penelitian yang sama menyimpulkan perkembangan wajah dan otak akan tampak berbeda bagi anak yang menyandang autis, sehingga mem­penga­ruhi keduanya dan tidak diketahui bagaimana meka­nisme yang sebenarnya. Se­hingga ditemukannya pene­litian yang memetakan ben­tuk wajah ini diharapkan orang tua dapat mendeteksi kelainan dini jika anak anak mengalami gejala autisme. Melalui deteksi dini maka akan mempermudah pen­dam­pingan sehingga per­tummbuhan mental dan juga kecerdasaannya dapat disesuaikan.

Berikut adalah cara men­deteksi anak yang beresiko mengidap autisme apabila dilihat dari mata dan bibir :

Baca Juga : Studi Ungkap Pola Makan tak Sehat dapat Pengaruhi Produktivitas Kerja

1. Pada bagian mata anak yang beresiko mengidap autisme terlihat tampak jarak yang lebih besar dari keadaan normal.

2. Daerah pipi dan hi­dung seringkali memiliki jarak yang lebih dekat apa­lagi pada bagian tengah wa­jah. Ciri ini umum dialami oleh anak yang mengalami autisme yaitu bagian tengah wajah yang sempit.

Baca Juga : Twitter Jadi Media Sosial yang Paling Tinggi Sebar Ujaran Kebencian

3. Selanjutnya pada bibir, pada anak yang mengidap autisme memiliki bagian lebar pada bibir dan philtrum yaitu daerah antara hidung dengan bibir sedikit lebar

Ciri tersebut berdasarkan pengamatan yang dilakukan ilmuan pada anak-anak yang mengidap autisme. Pene­litian tersebut melibatkan 62 anak yang berusia 12 tahun yang dibandingkan dengan 41 anak yang tidak memiliki riwayat autisme. Penelitian ini menggunakan kamera yang dapat menghasilkan gambar 3 dimensi. Sehingga dapat disimpulkan adanya 17 titik antara lain yaitu ujung mata, bibir dan philtrum.

Baca Juga : Trik dan Tips dari Dokter Spesialis agar Kulit Sehat Selama Ramadan

Dengan demikian pene­litian ini sekaligus mengu­atkan bahwa gangguan kor­dinasi otak pada penderita autisme memiliki peranan yang sangat besar dan terjadi bermulai pada saat di dalam kandungan bahan penelitian ini membantu untuk menge­tahui faktor genetik atau lingkungan yang berpe­nga­ruh pada anak yang mende­rita autisme. Meskipun de­mi­kian penelitian ini masih belum dapat menemukan faktor utama yang sangat ber­pe­ngaruh memicu penyakit autisme pada anak-anak apa­kah dipengaruhi oleh ling­kungan atau genetik. (h/bdk)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]