Warga Terpaksa Masuk Sungai


Senin, 11 Mei 2015 - 20:03:32 WIB
Warga Terpaksa Masuk Sungai

Tidak seperti hari-hari biasa, sebelum bencana air bah melanda, masyarakat setempat selalu meman­faatkan jembatan permanen yang membentang sepanjang 30 meter di atas sungai Batang  Liki untuk menye­berang ke kampung sebelah.

Baca Juga : BPJS Kesehatan Bermanfaat Bagi Pengobatan Lansia

Semenjak diterjang air bah, meng­akibatkan jembatan selebar 1,5 meter tersebut rusak parah. Bahkan hingga terputus akibat dibawa air yang ber­cam­pur lumpur serta potongan kayu besar. Yang tersisa dari jembatan kebanggaan masyarakat Mudiak  Liki tersebut, hanya puing-puing beton dengan bekas lumpur dan sampah dedaunan dan tidak bisa dimanfaatkan lagi.

“Saat ini, air di sungai Batang Liki sudah mulai surut.  Tetapi kendala bagi masyarakat mulai dirasakan.  Yakni tidak adanya akses penghubung ke kampung yang ada di seberang sungai Batang Liki. Jembatan satu-satunya penghubung ke sana, putus dan saat ini belum ada jembatan penggantinya,”ujar Ca­mat Suliki, Ricky Edwar Senin (11/5) kemarin.

Baca Juga : Pantauan Perkembangan Covid-19 di Sumbar: Positif 175, Sembuh 172, dan Meninggal Dunia 3 Orang

Diceritakannya, ada puluhan rumah yang berada di seberang sungai Batang Liki butuh akses penghubung ini. Dalam menja­lankan aktivitas sehari-hari me­reka, pasca air bah, warga ter­paksa memasuki sungai Batang Liki untuk menyeberang.

Begitu juga terhadap anak sekolah, mereka juga terpaksa memasuki sungai untuk menye­berang agar sampai ke sekolah yang berada di seberang kampung mereka. “Kita telah berupaya untuk dibangun jembatan daru­rat, agar masyarakat dan anak sekolah tidak lagi memasuki sungai untuk menye­berang,” harap Ricky Edwar.

Baca Juga : Antisipasi Curanmor saat Ramadan, Ini Imbauan Polda Sumbar

Mantan Camat Mungka terse­but turut cemas dengan cuaca  musim penghujan saat ini. Air bah susulan menghantui masya­rakat setempat. “Ketika warga sedang di dalam sungai, tahu-tahu air bah kembali terjadi hingga nantinya menyeret mereka. Ini yang kita takutkan. Untuk itu, kita harap kepada pemerintah untuk dibangun jembatan darurat,” pintanya.

Edwar turut memperjelas, sebenarnya ada jalan alternatif lain agar sampai ke kampung seberang. Tetapi, jalan alternatif tersebut, harus dilewati melalui lereng bukit serta masuk hutan dengan jarak yang cukup jauh. “Jalan alternatif ada, tapi hanya jalan setapak dengan melewati hutan dan lereng perbukitan. Begitu juga, jaraknya cukup jauh,” ujarnya.

Baca Juga : Berkunjung ke Sumbar, Doni Monardo Minta Perantau Lebaran Virtual

Dengan kondisi tersebut, Camat Suliki berharap kepada Pemkab serta BPBD agar diba­ngun jembatan darurat di lokasi yang sama, sehingga dapat meng­hubungkan masyarakat yang bera­da di seberang sungai Batang Liki.

Wakil Bupati Limapuluh Kota, Asyirwan Yunus turut prihatin dengan kondisi yang melanda Jorong Guguak Palano dan Jorong Mudiak Liki, Nagari Kurai, Kecamatan Suliki pasca bencana air bah.

Dengan terisolirnya Mudiak Liki,  Wabup telah meme­rintah­kan BPBD, Dinas Sosial dan PU untuk membangun jembatan da­ru­­rat bagi masyarakat yang dilan­da air bah. “Ini akses utama masyarakat, harus diper­hatikan, kita telah memerintahkan dinas terkait untuk membangun jem­ba­tan dalam waktu dekat ini,”jelas Asyirwan Yunus. (h/ddg)

BERITA TERKINI Index »

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]