Carocok Steril, 50 Kapal Disiapkan


Senin, 11 Mei 2015 - 20:10:02 WIB
Carocok Steril, 50 Kapal Disiapkan

Kepala DKP Pes­sel Yoski Senin (11/5) menyebutkan, pi­hak­nya sudah me­nyam­paikan soal ke­datangan presiden ke Mandeh dan perlu mensterilkan Pelabuhan Caro­cok dari berbagai jenis kapal penangkap ikan. Pemkab mela­lui Dinas Kelautan dan Per­ikanan setempat telah men­sosialisasikan hal tersebut dan menyiapkan tempat berlabuh sementara.

Baca Juga : Dukung Pembangunan Sosial Kemasyarakatan, PLN Sumbar Salurkan Bantuan CSR Rp 388 Juta untuk Masyarakat

Jenis kapal tang­kap di Pelabuhan Ca­ro­cok Painan ada­lah payang dan tonda. Pemilik kapal sudah maklum dengan ste­ri­lisasi pelabuhan jelang kedatangan presiden.

Selanjutnya, pe­merintah Kabupaten Pesisir Selatan mem­persiapkan setidaknya lima puluh kapal penumpang berba­gai jenis dan ukuran saat me­nyam­but kedatangan Presiden Joko Widodo ke KWBT. Selain menyediakan kapal, Pemkab setempat juga membuat posko penyambutan presiden di Mandeh.

Baca Juga : Pemkab Solsel Targetkan PAD Rp336 Juta dari Sewa Kios dan Los Pasar di 2021

Menurutnya, Pemkab Pessel sedang berupaya merampungkan persiapan yang berkaitan dengan transportasi dan akomodasi. Untuk mengangkut tamu, Pem­kab akan mempersiapkan sekitar 50 kapal di KWBT Mandeh.

“Saat ini sudah ada enam kapal yang datang ke Mandeh untuk tujuan persiapan penyam­butan kedatangan ke presiden ke Pessel. Kapal tersebut tiga hari menjelang kedatangan presiden sudah lengkap menjadi 50 unit,” katanya menjelaskan persiapan menghadapi kunjungan Jokowi.

Baca Juga : Kota Pariaman Berpotensi Kembangkan Bawang Merah, Tumbuh sangat Baik dan Subur

Selanjutnya Kadis Pariwisata Pessel Gunawan mengatakan, Pemkab melalui tim di lapangan sedang memvalidasi jumlah kapal di Carocok Tarusan atau kawasan sekitarnya yang layak untuk trans­portasi saat kunjungan presiden. Bila jumlah tidak mencukupi, maka Pemkab akan berupaya menambah jumlah kapal dari luar Koto XI Tarusan.

“Insya Allah, kapal yang dibu­tuhkan terpenuhi jelang keda­tangan presiden. Kita tetap beker­jasama dengan masyarakat yang memiliki kapal di KWBT Man­deh,” ungkapnya lagi.

Baca Juga : Bupati Padang Pariaman Serahkan Bantuan Sembako ke Beberapa Panti Asuhan

Selain menyediakan kapal, Pemkab juga mendirikan posko penyambutan presiden di KWBT Mandeh. Di posko tersebut akan ada sejumlah fasilitas mulai dari data KWBT, tenaga medis, tenaga pengamanan. Meski demikian penyiapan alat transportasi dan posko tersebut, Pemkab Pessel dan Pemprov akan terus berkoor­dinasi dengan Paspampres dan Sekretariat Negara.

Sebelumnya di lansir Haluan, Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut II Wilayah Barat Laksamana Muda Inyoman Nesa menyebutkan, TNI AL di bawah komandonya siap menga­mankan kunjungan Presiden Joko Widodo pada 16 Mei men­da­tang ke Kawasan Wisata Bahari Terpadu Mandeh Pesisir Selatan.

Menurut I Nyoman Nesa, TNI AL lakukan pengamanan sesuai prosedur tetap penga­manan laut saat kunjungan presi­den. TNI AL akan turunkan KRI dan heli. Namun ini menurutnya menunggu perintah dari pimpi­nan dan Paspampres.

“Kita saat ini punya peralatan sejenis amfibi terbaru dan biasa­nya peralatan seperti itu disia­p­kan untuk penyambutan presi­den. Angkatan Laut juga punya keterampilan untuk penga­manan yang disebut pengamanan wisata. Ya, yang jelas kita tunggu koor­dinasi denga Paspampres yang punya kewenangan untuk itu,” katanya.

Kepala Bappenas Andrinof Chaniago mengatakan, hasil koor­dinasinya dengan Sekretariat Negara kunjungan presiden dijad­walkan 16 Mei mendatang. Menu­rutnya, persiapan yang dilakukan oleh Pemkab Pessel sudah mema­dai. Misalnya lokasi parkir di Puncak Mandeh yang dijadikan sebagai lokasi pencanangan Ka­wa­san Pengembangan Wisata Bahari Terpadu Mandeh sudah representatif.

Selanjutnya terkait agenda ke Pessel Nasrul Abit mengatakan, Pencanangan Kawasan Pengem­bangan Wisata Bahari Terpadu Mandeh sudah dipastikan di Puncak Mandeh. Setelah itu, presiden berkunjung ke Pelabu­han Carocok Mandeh.

Sementara itu, Pemprov Sum­­­bar belum mengantongi jadwal pasti kedatangan Presiden Joko Widodo, namun semua persiapan terus dikebut. Pemprov Sumbar inten melakukan koor­dinasi dengan Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel).

Asisten III Setdapov Sumbar yang juga ketua pelaksana pe­nyam­butan Presiden Joko Wido­do, Sudirman Gani dihu­bungi Haluan Senin (11/5) sore menje­laskan, saat ini Pemprov Sumbar terus berbenah untuk menyiap­kan penyambutan RI 1 ini baik di darat maupun di laut.

Surat yang diajukan Pemprov Sumbar ke pusat tanggal 16 Mei mendatang hingga saat ini belum mendapat respon dari pusat. “Kita berindikasi belum diba­lasnya surat ini berarti Presiden bisa datang ke sini (Sumbar, red),” terangnya.

Ditambahkannya, meski hing­ga saat ini belum ada kepastian pasti terkait kedatangan Jokowi, Pemprov tetap berbenah dan mempersiapkan segala hal untuk penyambutan.

Empat hari menjelang kedata­ngan RI 1 Pemprov inten mela­kukan koordinasi dengan Peme­rintah Kabupaten Pesisir Selatan terkait dengan penyam­butan kedatangan tamu agung ini.

Dalam schedule awal, Presi­den Joko Widodo dari Bandara Internasional Minangkabau (BIM) akan menuju daerah Ka­sang, Padang Pariaman untuk meninjau demplot perta­nian milik Danrem 032/Wirabraja.

Seusai dari Kasang, Jokowi akan bertolak ke Pelabuhan Teluk Bayur. Di sana, Presiden akan melakukan pantauan dan baru setelah itu menuju ke kawasan Mandeh di Pesisir Selatan dengan menggunakan Mentawai Fast. (h/har/mg-isr)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]