Gubernur Panen Ubi KWT Melati


Selasa, 12 Mei 2015 - 18:48:42 WIB
Gubernur Panen Ubi KWT Melati

Sebelum lounching KRPL, Gubernur Irwan Prayitno, bersama Walikota Riza Falepi, Kepala Badan Ketahanan Pangan Sumbar Ir. H. Efendi, MP, melakukan panen cabe Kopay, ubi, sayuran dan tomat milik anggota KWT Bunga Melati Padang Alai. Saat panen ikut menyaksikan Ketua DPRD YB. Dt. Parmato Alam, anggota Muspida, Ketua TP-PKK Ny. Dr. Henny Riza Falepi dan Wakil Ketua TP-PKK Ny. Hj. Suwandel Muchtar, Kepala Kantor Ketahanan Pangan Payakumbuh, Ir. Antoni Jaya.

Baca Juga : Pakai BPJS Kesehatan, Antisipasi Apabila Sakit

Gubernur juga meletakkan batu pertama pembangunan gudang beras milik Gapoktan Tigo Sapilin Padang Alai, penerima bantuan Penguatan Lembaga Distribusi Pangan Masyarakat (P-LDPM) dari provinsi Rp150 juta. Gubernur juga me­nandatangani komitmen peningkatan produksi pangan besama Walikota Riza Falepi, Ketua DPRD YB. Dt. Parmato Alam dan Kepala Kantor Ke­tahanan Pangan Antoni Jaya.

Gubernur Irwan Prayitno dan Walikota Riza Falepi, sama-sama memberikan sambutan dalam kesempatan itu, mengajak seluruh keltan, KWT dan kader PKK serta petani dan anggota TNI, punya komitmen tinggi memacu produksi pertanian di Sumatera Barat, khususnya Kota Payakumbuh. Seharusnya anggota KWT punya kemauan keras untuk menjadikan Sumbar sebagai lumbung pangan masyarakat, yang akan menopang terwujudnya ketahanan pangan nasional.

Baca Juga : Mubaligh: Perbanyak Taubat Selagi di Bulan Ramadhan

Kegiatan KRPL, sebuah program yang akan mampu menekan kosumsi beras diseluruh kota dan kabupaten di Sumbar. Penurunan konsumsi beras itu memperlihatkan Pemerintah Provinsi Sumbar, serius menggalakkan diversifikasi pangan untuk menurunkan konsumsi beras. Karena itu, keterli­batan kader PKK dan KWT diharapkan menjadi motivator untuk menyemangati warga meman­faatkan tanah pekarangan lewat program KRPL ini.

Dalam kesempatan itu, gubernur dan walikota mengajak semua pihak untuk mengurangi konsumsi beras dan beralih ke pangan non beras, melalui gerakan diversifikasi pangan. Lagipula, di daerah ini, potensi pangan non beras cukup banyak. tetapi belum dimaksimalkan. “Potensi ini harus kita manfaatkan sehingga konsumsi beras berkurang dan bahan pangan lain meningkat. Gerakan diversifikasi pangan dioptimalkan,”ulasnya.

Baca Juga : Berbuka Puasa Sembari Menikmati Nuansa Tepi Bukit dengan Pemandian Air Panas Alami di Solsel

Diakuinya, tidak mudah memang mengubah kebiasaan masyarakat mengkonsumsi beras dengan komoditi lain, namun mengurangi volumenya masih bisa dilakukan. Langkah pengurangan volume ini ditempuh lalu diikuti dengan meng­konsumsi bahan pangan lain seperti ubi-ubian.

Walikota Riza Falepi, menyebut, kegiatan KRPL melalui peran KWT di Payakumbuh, sudah berkembang pesat. Nyaris disetiap rumah penduduk di kelurahan sudah memiliki tanaman pekarangan, berupa aneka sayuran, buah-buahan, ubi-ubian dan tanaman obat keluarga. Kegiatan ini, mampu memberikan tambahan pendapatan bagi keluarga bersangkutan, minimal Rp500 ribu sampai Rp1 juta per bulan. (h/zkf)

Baca Juga : Terapkan Prokes Ketat, Pesantren Ramadan Kembali Digelar Pemko Padang Panjang

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]