SMA Penyumbang Pengangguran Paling Tinggi


Selasa, 12 Mei 2015 - 19:09:17 WIB
SMA Penyumbang Pengangguran Paling Tinggi

“Penyumbang pengangguran paling banyak adalah SMA dengan 70 banding 30. Kepala dinas juga dituntut untuk menambah SMK, paling tidak tambah ruangan belajar. Kalau soal dana, ada pusat yang akan membantu. Saat ini saja, saya mendapat laporan dibutuhkan penjahit  1.500 orang di Kota Padang. Dengan lulusan SMK, bisa mendukung program kita mencetak 10 ribu wira­usaha,”urai Mahyeldi.

Walikota Padang juga menantang SMK di Kota Padang supaya lebih kreatif dan inovatif, terutama untuk penambah jumlah SMK. Dengan demikian, daya tampung siswa baru bisa semakin diakomodir. “Sesuai data yang ada, tamatan SMA adalah penyumbang pengangguran tertinggi secara nasional termasuk di Kota Padang. Oleh sebab itu, SMK harus semakin digalakan di Kota Padang,”ujarnya.

Baca Juga : Perumda AM Kota Padang Lakukan Bedah Rumah yang Ketiga

Namun, kondisinya di Kota Padang saat ini jumlah SMK 40 persen dan SMA 60 persen atau 40:60. Kendati demikian, menurut walikota, akan dibalikan posisi­nya menjadi 60 persen SMK dan 40 persen SMA. Di samping itu, walikota juga meminta Dinas Pendidikan untuk membuat suatu bagian bertugas mengevaluasi pelaksanaan pendidikan, khususnya di SMK Padang dan juga membuat ide-ide kreatif.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang, Habibul Fuadi didampingi Kepala Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK se-Kota Padang, Ray­mo­nd mengatakan, kegiatan gebyar SMK Padang yang berlangsung selama tiga hari ini untuk memamerkan kreativitas siswa, sehingga mereka semakin termotivasi untuk terus berkarya.

Di samping itu, juga sebagai ajang perkenalan buat SMP sederajat untuk melihat dan memilih sekolah yang akan menjadi tempat melanjutkan pendidikan bagi pelajar SMP sederajat tersebut. “Gebyar SMK ini sudah dua kali digelar dan cukup mendapatkan antusias dari para siswa dan banyak kalangan, sehingga diharapkan semakin sukses pada yang kedua ini,” ujar Habibul Fuadi.

Dikatakannya, hanya delapan SMK yang tak mengi­kuti gebyar SMK tersebut, karena belum siap. Namun, tahun depan diharapkan semua SMK negeri atau swasta bisa mengikutinya. Berkaitan dengan penambahan SMK, menurut Habibul Fuadi, langkah awal yang akan dilakukan menambah ruangan dan penambahan jurusan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. (h/ows)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]