64 Damiu Dinyatakan Tak Penuhi Syarat


Selasa, 12 Mei 2015 - 19:10:38 WIB
64 Damiu Dinyatakan Tak Penuhi Syarat

“Sejauh ini, sesuai data terakhir pada 5 Mei lalu, masih lebih banyak yang memenuhi syarat dibandingkan yang tidak. Kepada yang tidak memenuhi syarat itu, kandungan yang paling banyak ditemukan adalah bakteri ekoli. Untuk itu, kita beri penyuluhan kepada masing-masing depot,” ucap Eka.

Baca Juga : Pemko Padang Siap Kawal Pesantren Ramadan dari Covid-19

Hal yang harus dilakukan oleh damiu yang tidak memenuhi syarat layak konsumsi, lanjut Eka, antara lain memperbaiki sistem penyaringan air yang banyak ditemukan dalam keadaan kotor. Dikarenakan kotornya sistem penyaringan, adalah hal paling memicu banyaknya bakteri pada air.

Eka menegaskan, berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) No. 43 tahun 2014 tentang Higiene Sanitasi Depot Air Minum, setiap damiu harus lolos dari pengujian yang dilakukan minimal sekali tiga bulan dan pengujian kimia minimal sekali enam bulan. Jika pemilik tidak mau melakukan pengujian berkala, DKK Kota Padang berhak merekomendasikan damiu bersangkutan ke instansi terkait untuk dicabut izin usahanya.

Baca Juga : Sepekan Puasa, Harga Cabai Rawit Bergerak Turun di Padang

“Pendataan ini dilakukan oleh 22 puskesmas kita yang tersebar di seluruh Kota Padang. Hasil pemeriksaan dan pengambilan sampel, lalu dibawa ke DKK untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dan mengambil keputusan soal kelayakannya,’’ lanjut Eka.

Berdasarkan data yang dirilis oleh DKK Padang, puskesmas yang paling banyak mengambil sampel dan melakukan pemeriksaan adalah Puskesmas Lubuk Buaya sebanyak 59 dari total 77 damiu yang terdata. Sedangkan Puskesmas Lubuk Kilangan (Luki) berhasil mengambil sampel pada 34 damiu, padahal target dalam data sebelum ke lapangan hanya 30 damiu, berarti terdapat 4 damiu yang tidak terdaftar di DKK Padang.

Baca Juga : Penertiban Balap Liar di Padang, Seorang Personel Polisi Ditabrak

Sedangkan yang paling lamban dalam melakukan pengambilan sampel, antara lain Puskesmas Pauh yang baru mengambil 13 sampel dari 54 target damiu yang terdata, Puskesmas Lubuk Begalung (Lubeg) baru mengambil 16 sampel dari 37 target damiu dan Puskesmas Andalas baru mengambil 28 sampel dari total 74 target damiu. Sementara itu, Puskesmas KPIK dan Seberang Padang memiliki target paling sedikit, dua puskesmas itu hanya mengantongi tujuh target damiu dan telah dirampungkan keseluruhannya.

“Kita berharap petugas dan kader di puskesmas dengan segera menyelesaikan pengambilan sampel dan melakukan pemeriksaan, karena masih ada 249 damiu sesuai data DKK yang belum diambil sampelnya sama sekali,” tutup Eka. (h/mg-isq)

Baca Juga : Batang Arau Disiapkan untuk Berlabuhnya KRI Dewa Ruci pada Festival Jalur Rempah dan Pelayaran Muhibah Budaya Tahun 2021

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]