1 Tahun Mahyeldi-Emzalmi


Selasa, 12 Mei 2015 - 19:13:58 WIB
1 Tahun Mahyeldi-Emzalmi

Sementara pada bagian lain, tentu pula ada yang menilai bahwa Mahem telah berbuat. Terutama terkait dengan  10 Program Unggulan Mahem yang menjadi ‘jualan’ pasangan itu saat kampanye Pilkada Kota Padang yang berlangsung hingga dua putaran. 10 program unggulan Mahem tersebut adalah sebagai berikut.

Baca Juga : Hasil Survei LSI: 49 Persen Korupsi PNS Terjadi karena Kurang Pengawasan

Pertama, melaksanakan pengaspalan dan betonisasi jalan ling­kungan, perbaikan trotoar serta pengendalian banjir dan ge­nangan air. Kedua, menyelenggarakan pendidikan, pesantren ramadhan, kegiatan keagamaan, seni budaya dan olah­raga yang lebih berkualitas, serta gratis pendidikan SD, SMP, SMA dan SMK Negeri dan pemberian beasiswa bagi se­mua pelajar dan mahasiswa berprestasi dari keluarga miskin.

Ketiga, menyediakan terminal angkutan kota dan ter­minal bus dalam 2 tahun, serta penataan sistem transportasi kota yang lebih baik. Keempat, merehab 1.000 unit rumah tidak layak huni pertahun dan pelayanan kesehatan gatis di Puskesmas dan RSUD serta ambulan gratis bagi warga miskin. Kelima, membangun  Pasar Raya Padang dalam dua tahun dan revitalisasi pasar-pasar pembantu.

Baca Juga : Berikan Teladan kepada Masyarakat, Jubir Pastikan Jokowi-Ma'ruf Beserta Seluruh Menteri Tak Akan Mudik

Keenam, meningkatkan dana operasional kecamatan, ke­lu­rahan, RW, RT serta Guru TPQ/TQA/MDA menjadi 200 per­sen. Ketujuh, Memberikan santunan kematian Rp1 ju­ta un­tuk warga Kota Padang. Kedelapan, mendorong per­tum­buhan ekonomi, mencetak 10.000 wirausahawan baru dan pengembangan ekonomi kreatif, UMKM serta pem­ber­­dayaan ekonomi masyarakat petani dan nelayan. Kesembilan, merevitalisasi objek wisata Kota Padang men­ja­di wisata keluarga dan konvensi yang layak dan ramah. Ke­se­puluh, menyediakan anggaran untuk tunjangan daerah bagi PNS. Sebagian dari 10 program unggulan Mahem memang telah mulai terlaksana meski belum menyeluruh atau belum maksimal. Namun, jika ditelisik lebih dalam, ter­nyata   10 program unggulan Mahem tersebut kandungan sub­tansinya sangat dangkal. Belum lagi menyentuh pokok per­­soalan. Akibatnya, setelah beberapa pembangunan dan pem­bena­han fisik dilakukan tetap saja tidak menyelesaikan per­soalan.

Yang terjadi saat ini, masyarakat cuek, masa bodoh dan bahkan membangkang kepada Pemko Padang. Naif­nya, ternyata Pemko Padang juga tidak kuasa menertibkan para pedagang kaki lima di Pasar Raya Padang yang berjualan di badan jalan. Kondisi itu dapat dilihat dari Simpang Air Mancur Depan Masjid Taqwa Muham­madiyah hingga Simpang Eks Bioskop Mulia Teatre yang sesak oleh pedagang kaki lima. Kondisi yang sama juga terjadi mulai dari Simpang Kandang (kawasan depan Biskop Raya) hingga Simpang  Eks Bioskop Mulia Teater.

Baca Juga : Usai Badai Seroja, Muncul Danau Baru di Kota Kupang

Memasuki tengah hari jalan ini sangat susah diakses oleh ken­­daraan bermotor, terutama mobil. Aspal hotmix jalan pa­­sar raya yang telah dioverlay dan pagar besi pembatas pe­­dagang yang telah dipasang jadi percuma. Karena pedagang tetap berjualan di badan jalan. Dari 15-20 meter le­bar ja­lan, yang tersisa oleh pedagang hanya sekitar 2,5-3,5 meter saja.

Di sepanjang jalan Pantai Muara Padang, pas­ca­di­ter­tib­kan jumlah pedagang justru semakin  berjibun. Ma­kin lama ma­kin tidak terkendali keberadaannya. Pemko nya­ris seperti tak berkutik menghadapi kondisi tersebut. Wa­ko Mahyeldi su­dah beberapa kali turun ke lapangan un­tuk ikut bersama-sa­­ma menata kesemrautan kawasan Pa­sar Raya Padang. Na­mun baru saja Mahyeldi angkat ka­ki dari lokasi penertiban, pa­ra PK-5 langsung kembali meng­gelar dagangannya di ba­dan jalan, sehingga badan ja­­lan raya nyaris terisi penuh oleh pa­ra pedagang. Sampai ka­pan Mahem bertindak seperti ma­uteh-uteh kain saruang? Meskipun saat ini belum ada peni­laian final oleh lembaga berwenang atas kinerja Pemko Pa­dang di bawah duet Mahem, tapi yang jelas beban dan ujian Ma­hem di dalam penyelenggaraan Pemko Padang tidaklah mu­dah. Apalagi untuk bisa meningkatkan nilai Evaluasi Ki­ner­ja Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (EKPPD) Pem­ko Padang. Karena selama 2010 s/d 2013 atau selama em­pat tahun tercatat bahwa EKPPD Kota Padang paling ren­dah di Sumbar di antara 7 kota lainnya. Tahun 2010 no­mor 7, tahun 2011 nomor 3, tahun  2012 nomor 6 dan tahun 2013 nomor 5. **

Baca Juga : Lukai Perasaan Umat Islam, Wamenag: Joseph Paul Zhang Bisa Ganggu Kehidupan Beragama

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]