Pedagang Merusak Kelok Sembilan


Kamis, 14 Mei 2015 - 18:24:31 WIB
Pedagang Merusak  Kelok Sembilan

Hasil pantauan Satker Peningkatan Jalan Nasional (PJN) Wilayah I Sumatera Barat, Ir. Dahler, ke jem­batan layang Kelok 9, Rabu (13/5) bersama PPK 07, Noor Aris Samsu,ST, MSi dan H. Isman,ST mengaku prihatin melihat kondisi jembatan yang keindahan­nya seakan rusak oleh kebe­ra­daan pedagang kaki lima atau kuliner yang berjualan disepanjang  badan flay over.

Baca Juga : Wabup Pessel Resmikan Masjid Ar-Rahman Rawa Bubur Tapan

Kunjungan Satker PJN bersama PPK 07, di­dam­pingi pemuka masyarakat Ulu Aia, Iskarmon Basir dan pucuk adat Nagari Ha­rau, Yonhendri Dt.Te­mang­guang  dan A. Dt Gadiang, Satker PJN Wilayah I Sum­bar, Dahler meminta kepada para pedagang tersebut, agar sesegeranya pindah ber­jua­lan dari jembatan layang dan membuka kembali bangu­nan kios-kios mereka dalam waktu sepekan ini.

“Secara tidak langsung dinilai mampu merusak struk­tur jembatan. Selain merusak keindahan di kawa­san flay over juga kebera­daan kios-kios liar dise­panjang jembatan layang juga mengancam keselama­tan para pengendara ken­daraan yang melintas diatas jembatan tersebut. Karena keberadaan bangunan kios-kios liar milik para pe­da­gang sudah memakan bagian pinggir jalan,” ungkap Dahler.

Baca Juga : Pantauan Perkembangan Virus Corona di Sumbar: Positif 169, Sembuh 162, dan Meninggal Dunia 4 Orang

Dikatakan, untuk mem­bersihkan bangunan-bangu­nan liar diatas play over Kelok IX itu, pihaknya akan melayangkan surat kepada pihak terkait di Pemerintah Propinsi Sumbar dan Pem­kab Limapuluh Kota terma­suk kepada Polda dan Polres Limapuluh Kota.

“Kondisi jembatan Ke­lok 9 saat ini sudah mem­prihatinkan, da­lam waktu dekat disurati pihak terkait, agar kebera­daan kios-kios pedagang liar di jembatan layang ini segera digusur,” tegasnya.

Baca Juga : Safari Ramadan, Gubernur: Yang Menguatkan Iman dan Adab adalah Alquran

Pemuka masyarakat Ulu Air, Iskarmon Basir dan pucuk adat Nagari Nagari Ulu Aia, Yonhendri Dt. Temangguang  dan A. Dt Gadiang, kepada Satker PJN Wilayah I Sumbar, Ir. Dah­ler, memohon agar pemin­dahan pedagang di jembatan Kelok 9 itu dilaksanakan usai lebaran nanti.  “Kami mohon, pemindahan peda­gang ini dilaksanakan sete­lah lebaran nanti,”ujarnya.

Persoalannya, ika pemin­dahan dipaksakan dalam minggu ini, banyak mas­yarakat setempat yang me­ngantungkan ekonominya dari hasil berjualan di ka­wasan jembatan Kelok 9 ini, mereka diperkirakan akan menderita, karena tidak ada pemasukan lagi. Lagipula sebentar lagi akan masuk bulan puasa dan lebaran, tuturnya.

Baca Juga : Bantu Korban Bencana di Sulbar, Pemprov Sumbar Kembali Gelontorkan Dana Rp241 Juta

Masyarakat Ulu Aia sa­ngat mengharapkan agar Pemprov Sumbar atau Pem­kab Limapuluh Kota, mem­bangun kios-kios untuk ber­jualan di kawasan Kelok 9. Dulu masalah pembangunan kios-kios ini, pernah dijan­jikan pemerintah sewaktu akan memulai pemba­ngu­nan jembatan layang Kelok 9. Tapi, sampai saat ini janji itu tidak pernah ada, ulasnya.

Tapi Satker PJN Dahler, tidak bergeming. Permin­taan tersebut hanyalah ‘lagu lama’ yang pernah diuta­rakan para pedagang itu tahun lalu.

“Kita sudah me­ne­gaskan kepada para peda­gang itu untuk segera mening­galkan kawasan jembatan layang Kelok 9 tersebut. Selain meminta agar pemilik kios itu membuka sendiri ba­ngunan liar miliknya, sebe­lum petugas datang mem­buka secara paksa,” tegas Dahler lagi.

Menurut dia, kerusakan lingkungan di kawasan jem­batan layang Kelok 9 benar-benar sudah sangat meng­khawatirkan. Pasalnya, se­lain di lokasi itu berdiri bangunan-bangunan liar, masyarakat  setempat juga ada yang nekad membangun WC, sehingga merusak kon­disi jembatan layang. Karena itu diminta kesadaran mas­yarakat untuk memelihara jembatan Kelok 9 ini, ka­rena sudah menjadi ikon pariwisata Sumbar.

Padat  Merayap

Sementara itu  sepanjang Kamis (14/5) kemarin, jalur lalulintas di jalan nasional Sumbar Riau, padat mera­yap. Padatnya jalur yang menghubungkan dua pro­pinsi tersebut, umumnya dilewati kendaraan roda dua dan roda empat dari arah Riau  menuju Sumbar.

Dari pantauan Haluan di ruas jalan nasional Sumbar-Riau, setidaknya ada ratusan kendaraan dari arah Riau menuju Sumbar setiap jam­nya. Sesekali, turut terlihat mobil berplat merah berno­mor polisi BM menuju Sum­bar yang turut dipenuhi penumpang tanpa ber­pa­kaian dinas.

Sedangkan dari Sumbar menuju Riau masih terlihat sepi. “Memang ada pening­katan volume kendaraan di jalur Sumbar-Riau. Sampai saat ini kondisi lalulintas di jalan tersebut, masih kon­dusif,”ujar AKBP Tri Wah­yudi Kapolres Limapuluh Kota melalui AKP  Riko Syahputra Kepala Satuan Lalulintas pada Kamis (14/5) sore.

Meski aman lancar, di titik jalan layang Fly Over Kelok Sambilan, arus lalulintas sempat tersendat. Hal tersebut disebabkan, banyaknya kendaraan dari Riau yang berhenti dipinggir jalan layang tersebut. Begitu juga, sepanjang jalan layang, turut dipersempit adanya warung-warung semi permanen.

“Banyak juga pengemudi menghentikan laju ken­da­raan mereka di pinggir jalan layang. Selain untuk ber­istirahat, mereka juga sempat  mengabadikan keindahan di jalan layang.

Tetapi hal tersebut, tidak mengganggu arus lalulintas,” katanya. (h/ddg)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]