Pessel dan Bukittinggi Peringkat 1


Kamis, 14 Mei 2015 - 18:42:17 WIB
Pessel dan Bukittinggi Peringkat 1

Peringkat hasil UN SMA dan sederajat 2015 per kabupaten dan kota itu di­sampaikan Gubernur Sum­bar Irwan Prayitno di sela penutupan Bimbingan Tek­nis (Bimtek) Review Ren­cana Program Kerja Se­ko­lah SMA se-Sumbar di Ho­­tel Royal Denai Bukit­ting­­gi, Kamis (14/5) kema­rin.

Baca Juga : Pasca Oknum Pegawai Lapas Terlibat Narkoba, Kalapas Bukittinggi Gelar Razia dan Bentuk Tim Khusus

“Harap dijadikan tolak ukur bagi seluruh ka­bu­paten/kota yang ada un­tuk meningkatkan kua­litas pen­­didikan di Sumbar. Merupakan tugas kepala sekolah untuk mem­per­hatikan langsung para sis­wanya,” ujar Irwan.

Kepala Dinas Pen­di­di­kan dan Kebudayaan (Dis­dikbud) Sumbar, Syam­sulrizal menyampaikan sudah membagikan hasil UN SMA. Pengumuman kelulusan siswa SMA akan dilakukan pada Jumat (15/5) di Sekolah masing-masing.

Baca Juga : Aksi Pencurian Kotak Amal di Dharmasraya Ini Terekam CCTV

Pengumuman kelulusan ini tidak hanya berpatokan kepada nilai UN semata, namun juga ditambah dengan penilaian sekolah.

“Hasil UN tahun ini lebih bagus daripada hasil UN tahun lalu rata-ratanya. Memang UN bukan penentu suatu kelulusan siswa tersebut, namun hasil UN akan berguna untuk variabel mengikuti tes SNMPTN dan ujian masuk perguruan tinggi lainnya,” ucap Syamsulrizal.

Baca Juga : Pemerintahan Kecamatan IV Jurai Lakukan Vaksinasi Covid-19

Terkait dengan perayaan UN dikatakan Syamsulrizal, Disdik­bud sudah berbicara kepada k­e­pa­la dinas pendidikan kabu­paten/ kota untuk melarang para siswa melakukan aksi coret-coret baju, aksi konvoi di jalan raya, aksi buka baju, karena itu me­rupakan ke­biasa­an yang harus dihilangkan.

Ketua Pelaksana UN Busta­vidia dihubungi Haluan Kamis (14/5) siang mengatakan, berbeda dari tahun lalu, tahun ini yang menentukan lulus tidak lulus ditentukan sekolah.

Baca Juga : Lakukan Safari Khusus, Pemkab Pessel Bagi-bagi Bantuan untuk Masjid Rp7,5 Juta 

“UN tidak lagi menjadi pato­kan kelulusan, jadi kita tidak ada data yang menerangkan siswa ini tidak lulus, karena kelulusan siswa akan ditentukan pihak sekolah,” ujarnya.

Ditambahkannya, data yang ada di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) hanya nilai murni UN. Nilai ini akan menjadi bahan peringkat kabu­paten/kota. “Nanti akan ada pe­nen­tuan peringkat bagi sekolah berdasarkan nilai ini,” paparnya.

Bustavidia menjelaskan, dari hasil nilai UN memang ada be­berapa siswa yang menduduki peringkat nilai tertinggi untuk bidang studi Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Ilmu Penge­tahuan Sosial (IPS). “Memang ada yang mendapat nilai tertinggi, tapi belum bisa saya berikan datanya karena data itu di kan­tor,” ujarnya.

Disdikbud berencana mela­kukan konfrensi pers pada Jumat (15/5) ini terkait dengan hasil UN tahun 2015. “Jamnya belum bisa kita tentukan, itu tergantung dengan Kadisdikbud,” tutupnya. (h/mg-isr)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]