Pasar Inpres Sijunjung Harus Segera Direvitalisasi


Senin, 18 Mei 2015 - 18:30:58 WIB
Pasar Inpres Sijunjung Harus Segera Direvitalisasi

”Pada Desember 2014, salah satu dari 4 bangunan los pasar itu runtuh, karena bangu­nannya telah keropos dimakan usia. Makanya harus segera dilakukan revitalisasi untuk memberikan kenyama­nan bagi warga,” kata Wali Nagari Sijunjung Efendi, SE, ketika diskusi dengan anggota DPD RI asal Sumbar Nofi Candra di sebuah rumah makan di Kota Padang, kemarin malam.

Baca Juga : Mantan Pilot AU Israel Sebut Pemerintah Negara Yahudi Tersebut adalah Penjahat Perang

Turut hadir dalam diskusi itu, Kadis Koperasi Perindus­trian dan Perdagangan (Kope­rindag) Kab. Sijunjung Feb­rizal Ansori, SH, Camat Sijun­jung dan Benny Dwifa Yuswir serta sembilan orang wali nagari se-kec. Sijunjung. Keha­diran Nofi Candra dalam dis­kusi itu, selain dalam rangka reses ke daerah pamilihan Sumbar, juga dalam rangka penyerapan aspirasi terkait persoalan yang tengah diha­dapi oleh masyarakat saat ini.

Efendi menyebutkan, me­ning­katkan citra Pasar Tra­disional sudah semestinya mendapat perhatian yang cu­kup besar, karena didalamnya terkait dengan hajat hidup orang banyak. Pembenahan Pasar Tradisional  menjadi tempat belanja yang bercitra positif adalah suatu tantangan yang cukup berat dan harus diu­payakan sebagai rasa tanggung jawab kepada publik.

Baca Juga : Presiden Erdogan Serukan Negara Muslim Lawan Israel

Menurutnya, pasar yang berdiri di areal sekitar 0,7 hektar itu, rencananya akan direvitalisasi menyeluruh. Lokasi untuk menampung pedagang yang sebelumnya terdiri dari empat los bangu­nan, akan dijadikan satu atap. Sehingga ketika hujan, masya­rakat tak lagi terganggu, karena kondisi basah dan becek.

Sementara untuk mela­kukan revitalisasi ini, dibu­tuhkan anggaran yang cukup besar. Bahkan tak cukup de­ngan hanya mengandalkan APBD kab. Sijunjung semata. “Makanya melalui Anggota DPD RI, kita berharap hal ini dapat  difasilitasi melalui alokasi dana pemerintah pusat yang ada  kementerian terkait, seperti yang beliau lakukan untuk pasar tradisional di Kota Solok,” kata Efendi.

Terkait itu, Nofi Candra yang duduk di komite II yang membidangi sejumlah depar­temen salah satunya Perin­dustrian dan Perdagangan, menyebutkan, peran pasar tradisional dipandang sangat strategis dalam peningkatan pendapatan dan penyerpan tenaga kerja. Maka dalam pembangunan sektor perdaga­ngan merupakan salah satu program prioritas yang mesti dikembangkan di suatu dae­rah. Namun, kata Nofi, dibalik peran pasar tardisional yang strategis tersebut diperlukan upaya-upaya dalam rangka meningkatkan  daya saing pasar tradisional yang identik dengan sebuah lokasi perda­gangan yang kumuh, kotor dan serta bangunan yang sudah tak layak pakai.

“Belum lagi kesemrawutan yang  merupakan sumber ke­ma­cetan lalu lintas, kian me­nam­bah kompleks persoalan yang dihadapi pasar tradisional di tiap daerah,” kata Nofi yang juga telah mengupayakan dana Rp6,9 miliar dari APBN untuk revitalisasi pasar tradisional di Kota Solok itu.

Pembenahan pasar tra­disional, menurutnya tentu saja bukan hanya tugas  peme­rintah tetapi juga masyarakat, pengelola pasar dan para pedagang tradisional untuk bersinergi menghapus kesan negatif tersebut sehingga pasar tradisional masih tetap eksis di tengah persaingan yang semakin ketat. “Pembe­nahan pasar tradisional seperti pasar Sijunjung adalah sesuatu yang urgen dalam membangun eko­no­mi rakyat. Makanya akan kita coba untuk mempe­r­juang­kannya melalui kementerian terkait, seperti halnya di Kota Solok,” tegas senator yang juga besar sebagai pedagang ini. (h/ndi)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]