Nek Darinas Dicekik Hingga Tewas


Selasa, 19 Mei 2015 - 19:24:08 WIB
Nek Darinas Dicekik Hingga Tewas

Meski berlangsung tegang, tetapi rekonstruksi yang dige­lar selama 1,5 jam tersebut berjalan lancar. Rekonstruksi turut menghadirkan ke enam pelaku perampokan sekaligus pembunuhan terhadap korban Darinas. Keenam pelaku me­makai sebo selama rekon­struksi berlangsung.

Baca Juga : Antisipasi Penyebaran Covid-19 Saat Lebaran, Nagari Sinuruik Pasaman Barat Dirikan Posko dan PPKM Mikro

Dari adegan yang dipe­ragakan keenam pelaku yakni cucu korban berinisial MMP (17), AZ (37) warga Nias yang berperan sebagai eksekutor, RCV (35) warga Nagari Ku­mango Tanah Datar, NMZ (35) asal Nias, Yd (42) warga Muaro Labuah, Kabupaten Solok Se­latan, dan RMS (24) warga Kota Payakumbuh, ter­gam­bar jelas aksi perampokan sadis tersebut sudah dire­n­canakan dengan matang. Se­dangkan korban, diperankan oleh Polwan Polres Limapuluh Kota.

Dari adegan pertama, ke­enam pelaku merencanakan aksi perampokan tersebut disa­lah satu hotel di Kota Paya­kumbuh. Dengan menyewa kamar hotel, disanalah aksi perencanaan perampokan di­mulai.

Baca Juga : Cuaca Objek Wisata Sumbar Dilanda Hujan hingga Malam

Cucu korban, MMP (17) memberikan petunjuk adanya harta benda milik korban kepa­da 5 pelaku lainnya untuk dirampok. Tak hanya itu saja, cucu korban turut me­nun­jukkan jalan sebagai pintu masuk bagi kawanan rampok tersebut.

“Untuk rekonstruksi dika­mar hotel, dilakukan di Ma­polsek Guguk. Disana, pelaku sudah membagi tugas, siapa yang jadi eksekutor untuk menggasak harta benda kor­ban. Sedangkan cucu korban hanya sebagai penunjuk ja­lan,”jelas AKP Amral.

Setelah strategi peram­pokan diatur, keenam pelaku langsung bergerak menuju target perampokan.. Dengan menaiki mobil yang telah dipersiapkan, Tiga pelaku masing-masing AZ, RCV dan MNZ turun dijalan sekitar 30 meter dari rumah korban. Selanjutnya, mereka berjalan masuk kebun dan menuju ke­belakang rumah korban. Se­dang­kan tiga tersangka lain­nya MMP,YD dan MRS me­nunggu diatas mobil yang telah dise­diakan para tersangka.

Sesampai dibelakang ru­mah, pelaku mencongkel jen­dela dapur dengan tang dan obeng dengan penuh hati-hati. Setelah jendela berhasil diru­sak, mereka memanjat secara bergantian untuk masuk ke dalam rumah. “Setelah ber­hasil masuk rumah melalui jendela dapur, mereka sempat memantau seluruh sudut ru­mah,”ujar AKP Amral.

Dua tersangka, masuk ke­ka­mar korban Darinas dan men­dapati korban sedang ti­dur pulas. Sedangkan satu tersang­ka lainnya menunggu pintu masuk kamar korban. Saat itu lah harta benda yang melekat ditubuh korban, beru­pa anting dan cincin dicelututi satu persatu oleh para pelaku. Tak sampai disana, pelaku turut mengikat kaki serta ta­ngan korban dan menyumbat mulut korban dengan kain. Bahkan leher korban turut dicekik oleh pelaku . Hingga korban yang tua tersebut tidak sadarkan diri.

Saat bersamaan, anak kan­dung korban Wirdalis (55) yang tidur kamar sebelah kor­ban turut terbangun setelah mendengar adanya keributan dikamar orang tuanya tersebut. Karena penasaran, Wirdalis keluar kamar. Tetapi, saat berada di pintu kamar, salah satu pelaku langsung men­dorong korban hingga terjatuh.

Kepala korban Wirdalis terbentur ke konsen pintu hing­ga mengeluarkan darah. Saat itu, pelaku turut mengikat korban. Pelaku juga me­na­nyakan letak uang serta per­hiasan lainnya yang disimpan korban. Karena pendarahan hebat, korban akhir­nya tidak sadarkan diri. Pelaku pun kembali masuk kekamar korban Darinas. Pe­laku mengge­ledah seluruh isi kamar. Karena tidak men­dapati apa yang mereka cari, akhirnya ketiga tersangka me­ning­galkan kedua korban yang tengah se­karat.

Tersangka kabur melalui jalan awal mereka beraksi dan menaiki mobil yang sudah me­nunggu di pinggir jalan. Dari pengakuan pelaku, mere­ka tidak mengetahui, kalau korban Dari­nas tewas setelah mereka cekik. Dari pe­ram­pokan sadis tersebut, tersangka berhasil mengambil 2 pasang anting dan 1 cincin emas. Kemudian, perhiasan tersebut dijual pel­aku seharga Rp 2,3 juta. Uang hasil perampokan terse­but, dibagi keenam pe­laku. Masing-masing men­dapatkan Rp 200 ribu hingga Rp 350 ribu. Re­konstruksi ter­s­ebut, turut men­jadi tontongan ratusan warga Nagari Nagari VII Koto Talago. Warga turut mencaci maki pela­ku saat menaiki mobil tahanan. (h/ddg)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]