Seberapa Penting Koperasi Bagi Masyarakat Indonesia?


Selasa, 19 Mei 2015 - 19:35:27 WIB
Seberapa Penting Koperasi Bagi Masyarakat Indonesia?

Di Indonesia, koperasi men­jadi salah satu unit eko­nomi yang mempunyai peran be­sar dalam memakmurkan ne­ga­ra ini sejak zaman penjajahan hing­ga sekarang. Hanya saja di Indo­nesia perkem­bangan ko­pe­rasi tidak sepesat per­kembangan koperasi di nega­ra­-negara maju. Ini di­se-b­ab­kan oleh beberapa hal yaitu:

Baca Juga : Tingkatkan Koordinasi dan Sinergi, Menko Airlangga Terima Kunjungan Ombudsman RI

1. Gambaran  koperasi sebagai ekonomi kelas dua masih tertanam dalam benak masyarakat Indonesia sehingga menjadi salah satu peng­hambat dalam pengenbangan koperasi menjadi unit ekonomi yang lebih besar, maju dan  memiliki daya saing dengan perusahaan perusahaan yang besar.

2.Perkembangan koperasi Indonesia yang berkembang bukan dari kesadaran masyarakat namun berasal dari dukungan pemerintah yang disosialisasikan ke ma­sya­rakat, berbeda dari negara- negara maju, koperasi berkembang berdasarkan ke­sadaran masyarakat untuk saling membantu dan mensejah­te­ra­kan yang me­rupakan dari tu­juan koperasi. Sehingga pe­merintah tinggal menjadi pen­dukung dan pelindung saja, berbeda dengan Indonesia, pemerintah bekerja double, yaitu sebagai mendukung dan mensosialisasikan untuk ma­syarakat ke bawah.

Baca Juga : Pemerintah Pantau Mobilitas Masyarakat untuk Cegah Kenaikan Kasus Covid-19

3.Tingkat partisipasi ang­gota koperasi masih rendah, ini disebabkan sosialisasi yang belum optimal. Masyarakat yang menjadi anggota hanya sebatas tahu koperasi itu hanya untuk melayani konsumen seperti biasa, baik untuk ba­rang konsumsi atau pinjaman. Mereka belum tahu betul bah­wa dalam koperasi konsumen juga berarti pemilik, dan me­reka berhak berpartisipasi menyumbang saran demi ke­majuan koperasi miliknya serta berhak mengawasi kinerja pengurus. Keadaan seperti ini tentu sangat rentan terhadap penyelewengan dana oleh pe­ngurus karena tanpa partisipasi anggota tidak ada kon­trol dari anggotanya sendiri ter­­hadap pengurus.

4.Manajemen koperasi yang belum professional, ini ba­­nyak terjadi pada koperasi-koperasi yang anggota dan pengurusnya memiliki tingkat pendidikan yang rendah.

Keberhasilan usaha ko­pe­rasi di Indonesia biasanya ber­gantung pada dua hal. Per­ta­ma, program pemerintah ka­rena koperasi sering dija­dikan “kepanjangan” tangan peme­rintah dalam mengatur sendi perekonomian. Kedua, kei­ngi­nan pemenuhan ke­bu­tuhan ang­gota; jadi koperasi koperasi se­ring­kali dipakai se­bagai alat pemenuhan ke­butuhan ang­gota yang biasanya juga ber­kaitan dengan program yang telah dicanangkan pe­merintah. Misalnya KUD, dalam prak­teknya KUD sering kali meru­pakan institusi yang menye­diakan faktor produksi bagi petani yang kuantitas dan ku­ali­tas faktor produksinya sa­ngat bergantung pada pro­gram pe­me­rintah.

Dari segi kualitas, ke­be­radaan koperasi masih perlu upaya-upaya yang sungguh-sungguh untuk ditingkatkan mengikuti tuntutan ling­kungan dunia usaha yang be­ru­bah mengikuti proses globalisasi dan hubungan ekonomi dan perdagangan antar negara (termasuk dengan Indonesia) yang cenderung semakin liberal.

Apakah lembaga yang na­manya koperasi bisa survive atau bisa bersaing di era globalisasi ekonomi dan liberalisasi perdagangan dunia? Apakah koperasi masih rele­van atau masih dibutuhkan masyarakat, khususnya pelaku bisnis dalam era modern sekarang ini? Jawabnya: ya. Buktinya bisa dilihat di banyak negara maju. Di Belanda mi­sal­nya, Rabbo Bank adalah bank milik koperasi, yang pada awal dekade 20-an merupakan bank ketiga terbesar dan konon bank ke 13 terbesar di dunia. Di banyak negara maju, ko­perasi juga sudah menjadi bagian dari sistem per­eko­nomian. Ternyata koperasi bisa bersaing dalam sistem pasar bebas, walaupun menerapkan asas kerja sama dari­pada persaingan.

Di Amerika Serikat, 90% lebih distribusi listrik desa dikuasai oleh koperasi. Di Kanada, koperasi pertanian men­dirikan industri pupuk dan pengeboran minyak bumi. Di negara-negara Skandinavia, ko­perasi menjadi soko guru pe­rekonomian. Esensi glo­ba­lisasi ekonomi dan per­dagangan bebas yang sedang berlangsung saat ini dan yang akan semakin pesat di masa depan adalah semakin meng­hilang­nya segala macam hambatan terhadap kegiatan ekonomi antar negara dan perdagangan internasional. Meli­hat per­kembangan ini, pros­pek koperasi Indonesia ke de­pan sangat tergantung pada dampak dari proses tersebut ter­hadap sektor bersangkutan.

Untuk  menegakkan pe­ran per­koperasian di indo­nesia ma­s­­ih sangat berat. Ja­lan panjang harus dilewati oleh peme­rin­tah dan ma­syarakat un­tuk me­lihat ko­pe­rasi bisa ber­pe­ran pen­ting dalam pereko­no­mi­an  na­sional. Fe­nomena nya ma­syarakat yang  pada saat ini ha­nya melihat koperasi se­ba­gai tempat simpan pinjam be­la­ka dan juga ma­sih ba­nyak ma­­syarakat yang masih belum pa­­ham betul tentang fungsi ko­pe­­­rasi yang se­benarnya. Ka­re­na fung­sinya dideruksi se­per­ti itu, akhir­nya koperasi ka­lah pa­­­­mor oleh lembaga keuangan la­in nya seperti bank dan lem­­ba­­­­ga keuangan lain­nya. Oleh ka­­­rena itu kita harus ber­pe­ran ak­­­tif dalam pe­ngem­­ba­ngan ko­perasi di ne­geri ini. Salah satu­nya de­ngan ikut serta dalam ko­perasi. (*)

 

M. YOGI TRISANDI
(Mahasiswa Jurusan Manajemen FE-UNP)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]