Waspada, Beras Plastik Masuk Indonesia


Selasa, 19 Mei 2015 - 19:38:00 WIB
Waspada, Beras Plastik Masuk Indonesia

“Saya menemukan di pasar Mu­tiara Gading Timur, jenis beras tersebut produksi karawang, jenis setra ramos,” ujarnya saat dihubungi Okezone, Jakarta, Selasa (19/5).

Baca Juga : Perkuat Infrastruktur Digitalisasi Partai, Anis Matta Resmikan Gelora Media Centre

Dirinya mengakui, selama ini tidak pernah ada masalah saat mem­beli beras di toko langganan. Namun setelah dimasak, dirinya pun terkejut melihat beras tersebut tidak seperti biasanya. “Beras ini terlihat berbeda, rasanya tawar sekali,” ujarnya.

Dewi mengatakan, beras tersebut dia beli per kilogram (kg) seharga Rp8.000. Dirinya membeli pada 13 Mei 2015. Hingga saat ini, dirinya sudah melaporkan ke pihak Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). “Kemarin saya email BPOM, belum ada tanggapan,” ujarnya.

Baca Juga : Bangkit Kembali, Partai Masyumi Targetkan 5 Besar Pemilu 2024 di Sumbar

Sebelumnya, sejumlah negara sedang dihebohkan oleh beras palsu asal China. Selain meresahkan Chi­na, kini penjualan beras plastik tersebut sudah menjalar ke berbagai tempat di India. Beras palsu tersebut terbuat dari bahan campuran ken­tang, ubi jalar, dan resin sintetis industri alias plastik.

Menanggapi hal ini, Anggota Komisi IV DPR RI, Hermanto mendesak Pemerintah agar men­ja­min bahwa beras palsu yang dipro­duksi di Cina tidak masuk ke Indonesia.

Baca Juga : Resmi Dideklarasikan, Ini Susunan Majelis Syuro dan DPP Partai Ummat

“Jaminan pemerintah ini penting untuk menentramkan masyarakat yang resah karena isu beras palsu ini”, ujarnya dalam keterangan pers mengo­mentari heboh beras palsu tersebut.

Dilaporkan, beras palsu tersebut terbuat dari bahan campuran ken­tang, ubi jalar, dan resin sintetis industri alias plastik. Sejumlah negara sedang dihebohkan oleh beras palsu ini. Selain meresahkan China, kini penjualan beras tersebut sudah menjalar ke berbagai tempat di India. Penjualan beras ini tidak bisa di­pre­diksi karena bercampur dengan beras normal.  Setelah meng­kon­sumsi beras tersebut, menimbulkan sakit perut dan banyak gejala lainnya.

Baca Juga : Dikunjungi PKS, Golkar Siap Sambut Regenerasi Kepemimpinan Nasional

Hermanto menyebutkan, ka­lang­an masyarakat yang resah telah meminta klarifikasi tentang hal ini.  “Mereka butuh penjelasan dan lang­kah kongkrit pemerintah dalam mengantisipasi isu ini”, ucapnya.

Jaminan, lanjutnya, tidak cukup diberikan dalam bentuk per­nyata­an.  “Disamping pernyataan Peme­rintah juga harus menunjukkan langkah-langkah kongkrit guna men­cegah masuknya beras palsu ini ke Indo­nesia”, paparnya. Menurutnya, ada dua cara beras plastik itu bisa masuk Indonesia yaitu melalui impor beras atau pasar gelap.  “Dengan tidak melakukan impor beras, berarti secara tidak langsung telah menutup pintu legal bagi masuknya beras palsu itu ke Indonesia”, ujarnya. (h/mat)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]