Segera Salurkan Beasiswa Rajawali


Selasa, 19 Mei 2015 - 19:50:39 WIB
Segera Salurkan Beasiswa Rajawali

Belum adanya ke­pas­tian persetujuan ben­­tuk penge­lolaan dana tersebut antara DPRD Sumbar dengan Pe­merintah Provinsi (Pem­prov) Sumbar sa­ngat dise­salkan oleh para akademisi. Pa­da­hal jika dana itu disa­lurkan sesegera mung­kin, bukan tidak mung­kin pe­nga­ruh posit­if­nya sudah te­rasa bagi du­nia pendidikan Sumbar.

Baca Juga : Pemko Padang Gelar Bimtek PPRG Tahun 2021

Rektor Universitas An­dalas (Unand) Wer­ry Darta Taifur ketika dimintai ko­mentarnya Senin (18/5) mengatakan, beasiswa sa­ngat dibutuhkan oleh ma­hasiswa sebagai pendorong se­ma­ngat dalam melanjutkan pendidikan. Sehingga tidak adanya kepastian terkait beasiswa Rajawali sangat disayangkan.

“Kalau kisruh terkait dana itu masih ada, tentu harus kita tanyakan kepada dua lembaga yang mengu­rusnya, bagaimana kepastiannya sekarang. Hanya saja, jika memang mereka peduli terhadap rakyat, terutama masalah pendidikan, maka pastikanlah penyaluran dana terse­but secepat mungkin. Jika memang tidak peduli pada rakyat, perdebatan akan terus terjadi,” ucap Werry.

Baca Juga : Pandemi Belum Reda, Warga Padang Takut Berobat ke Puskesmas

Hal serupa juga dituturkan oleh Wakil Rektor III Universitas Negeri Padang (UNP) Syahrial Bachtiar. Menurutnya, dana beasiswa me­mang harus segera dicairkan untuk mahasiswa dan pelajar miskin yang membutuhkannya. Karena sangat disayangkan dana yang merupakan pemberian  PT Rajawali untuk mahasiswa dan pelajar miskin me­ngendap begitu saja.

“Apapun namanya bentuk ban­tuan pendidikan, sifatnya adalah sangat memaksa untuk segera dicair­kan. Bayangkan saja apabila dana ini bisa digunakan, akan menyambung pendidikan bagi mahasiswa yang kurang mampu yang mem­butuh­kan,” terang Syahrial.

Baca Juga : Jumlah Penerima BST di Padang Berkurang 2 Ribu KPM

Dilanjutkan Syahrial Bakhtiar, seharusnya pemerintah serius dalam menuntaskan masalah dana Rajawali yang hingga saat ini masih belum bisa dinikmati oleh mahasiswa kurang mampu yang membutuhkan. “Saya rasa tidak ada kendala bagi Pemda kalau benar-benar ingin segera menyalurkan dana ini. Ba­nyak di luar sana mahasiswa kurang mampu yang membutuhkan dana ini,” tegasnya lagi.

Ditambahkannya, dengan me­ngen­dapnya dana ini sebenarnya tidak hanya merugikan mahasiswa, tetapi juga pemerintah itu sendiri karena akan menghilangkan keper­cayaan pihak penyalur kepada peme­rintah. “Kita berharap dana ini dapat secepatnya dinikmati mahasiswa,” harapnya.

Baca Juga : Di Depan Doni Monardo, Gubernur Rekomendasikan Pinago sebagai Penahan Abrasi

Hal serupa juga diungkapkan oleh pengamat pendidikan asal UNP Mawardi Effendi. Menurutnya, jika dana Rajawali segera disalurkan sesaat setelah diterima, bukan tidak mungkin saat ini telah lahir lulusan-lulusan bangku perkuliahan yang dapat mengabdi kepada masyarakat. Hanya saja karena terendapnya dana ini, menyebabkan terbengkalainya perkuliahan beberapa mahasiswa tidak dapat tertolong sama sekali.

“Pemerintah dan DPRD harus berpikir jernih terkait persoalan ini. Ini bukan masalah sepele yang bisa dengan mudah dikesampingkan. Sikap ini amat kita sayangkan, kami berharap agar dana tersebut segera disalurkan kepada yang membu­tuhkan,” ucap Mawardi.

Pada mulanya, mengendapnya dana Rajawali dikarenakan Yayasan Beasiswa Minangkabau yang diben­tuk pemprov untuk pengelolaannya tidak bisa bekerja karena tidak sepakatnya DPRD Sumbar soal pembentukan yayasan yang dinilai menyalahi regulasi.

Ide pembentukan YBM sesuai dengan UU 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yaitu terwu­judnya pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa yang dituangkan ke dalam Perda Nomor 4 tahun 2009. Namun, penyaluran lewat YBM dinilai akan dapat menimbulkan persoalan dalam pelaksanaannya. Hal ini diperkuat dengan Permendagri Nomor 32 Tahun 2011 tentang penyaluran dana hibah.

Sumbangan dana Rajawali terse­but diberikan mulai tahun 2006 semasa Gubernur Sumbar Gama­wan Fauzi.   PT Rajawali menye­pakati memberikan sumba­ngan 5 juta dolar AS untuk Sumbar yang tiap tahunnya dibayarkan 1 juta dolar AS.

Jumlah dana tersebut kini diper­kirakan sudah Rp 63 miliar lebih. Jika ini dapat segera disalurkan kepada mahasiswa dan pelajar dari keluarga kurang mampu, akan sa­ngat membantu. Tiap tahun, ratusan bahkan ribuan pelajar yang mem­butuhkan beasiswa untuk melan­jutkan pendidikan mereka. (h/mg-isq/mg-isr)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]