Indonesia Berpeluang Selenggarakan MotoGP


Rabu, 20 Mei 2015 - 19:42:09 WIB
Indonesia Berpeluang Selenggarakan MotoGP

“Kami akan membuat per­janjian sampai 2021, tapi ba­ nyak pekerjaan yang perlu dilakukan untuk Indonesia. Tapi kami menjanjikan akan bekerja sama dengan Ke­me­n­terian terkait untuk menjadi bagian dari MotoGP. Pe­nye­lenggaran ini bukan hanya penting buat pebalap saja, tapi juga pabrikan-pabrikan motor. Kami berjanji akan bekerja bersama-sama,” u­jarnya.

Baca Juga : Milan Atasi Parma, Ibrahimovic Diusir dari Lapangan

Dalam tiga bulan ke de­pan akan dibuat nota ke­se­pa­ha­man untuk ajang ini. Namun se­belumnya akan di­buat tim kecil dulu yang me­libatkan lintas sektoral ke­menterian. “Hari ini kami tidak teken kontrak. Tapi ke­dua pihak sama-sama berk­e­inginan un­tuk me­nye­leng­garakan ini di Indonesia. Lalu itu semua akan di­tentukan dalam MoU tiga bulan ke­mudian,” kata Men­teri Pa­riwisata Arief Yahya.

Lebih dari itu, Ariefý me­nyatakan event dunia seperti MotoGP merupakan kesem­patan yang tak mungkin dile­watkan. Karena selain sebagai inspirasi untuk anak-anak muda yang suka motor, ajang ini efektif untuk mem­pro­mosikan branding pariwisata, Wonderful Indonesia” ke selu­ruh dunia, karena MotoGP disiarkan langsung ke seluruh dunia.

Baca Juga : Benzema dan Kross Bawa Madrid Menang di Duel Clasico

Penyelenggaraan MotoGP 2017 juga diyakini akan mem­bawa dampak langsung terh­a­dap peningkatan eko­nomi da­lam kegiatan pariwisata (direct economic and tourism), te­rutama dari pengeluaran para peserta selama berlangsung balap motor tersebut.  “Per­hitungan sementara selama 4 hari berlangsungnya balap motor GP akan terjadi pe­ngeluaran sekitar 91,73 juta dolar atau setara Rp 1,4 tri­liun,” kata Menteri Pariwisata Arief Yahya.

Senada, Ketua Umum PP IMI Nanan Sukarna me­nyam­­­but baik rencana ini. ”Ten­tunya ini merupakan hal yang luar biasa dan ob­sesi IMI juga untuk me­ng­gelar MotoGP. Tentu ini me­nyang­kut harkat dan mar­tabat kita. Kami ber­tanggung jawab da­lam hal teknis, dan bisa mengeksplor ke seluruh ko­munitas yang ikut dan minta dukungan media juga untuk memberika ma­sukan untuk event ini,” ujar Nanan.

Baca Juga : Di Ettihad, Manchester City Dipermalukan Leed United

“Mudah-mudahan ini bi­sa jadi momentum bersama. Sir­kuit yang ada kita perbaiki lagi dan event apapun bisa digelar di sini (Indonesia),” tam­bahnya.

Indonesia pernah dua kali menyelenggarakan Grand Prix motor, yaitu di tahun 1996 dan 1997. Kala itu pebalap kelas 500cc yang menjadi penguasa Sentul adalah Mike Doohan (1996) dan Tadayuki Okada (1997). Valentino Rossi (125cc) dan Max Biaggi (250cc) juga pernah mem­balap di sini di kelasnya ma­sing-masing. (h/dtc)

Baca Juga : 20 Pemilik Klub Olahraga Terkaya di Dunia 2021 versi Forbes

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]