Unjuk Rasa di Depan Istana Nyaris Ricuh


Rabu, 20 Mei 2015 - 19:51:22 WIB
Unjuk Rasa di Depan Istana Nyaris Ricuh

Selain itu, dua mobil water canon pun telah diarahakan ke dekat barisan ratusan maha­siswa. “Pak polisi jangan provokasi kami, kawan-kawan mahasiswa jangan ter­pro­vokasi,” teriak orator dari atas mobil ko­mando di seberang Istana Negara, Jakarta, Rabu (20/5).

Baca Juga : Soal Pemecatan Kader Demokrat, Andi Arief: Jangan Lebay Pak Marzuki Alie, Semua Sudah Sesuai AD/ART Partai

Saat ini ratusan aparat keamanan telah berdiri dan bersenjata lengkap dan mencoba mendekati barisan mahasiswa yang terus menyampaikan orasi politiknya.

Sebelumnya, ratusan mahasiswa yang melakukan aksi unjukrasa di depan Istana Negara membakar ban mobil bekas di depan Istana Negara. Puluhan polisi pun bersiaga dengan dua unit mobil water canon di depan pintu masuk Istana Negara.

Baca Juga : Lantik Tiga Kepala Daerah, Gubernur Kepri: Wujudkanlah Janji Sejahterakan Masyarakat

Ban mobil bekas yang dibakar langsung dimatikan dengan kepolisian dengan men­ye­m­­protkan air, sehingga sempat terjadi gesekan, namun kondisi kembali kondusif. Saat ini ratusan kepolisian yang bersenta lengkap dengan berbaris di depan pintu Istana Negara.

Bawa Keranda Mayat

Baca Juga : Terlibat KLB, Demokrat Pecat Ahmad Yahya hingga Syofwatillah Mohzaib

Sementara itu, puluhan mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STE Bank Mr Sjafruddin Prawira Negara, meminta Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk tidak memberikan harapan palsu kepada rakyat Indonesia.

Permintaan itu disampaikan saat unjuk rasa di depan Istana Negara Jakarta. Puluhan mahasiswa dalam melakukan aksinya mem­bawa satu buah keranda mayat yang ber­tuliskan PHP dan spantuk yang bertuliskan ‘Jokowi Presiden Dzolim’.

Baca Juga : Gegara Isu Kudeta, 7 Kader Partai Demokrat Bakal Dipecat

“Kami dizalimi, janji palsu Jokowi, Jokowi hanya pemberi harapan palsu (PHP),” kata seorang orator dalam orasinya di depan Istana Negara Jakarta, Rabu (20/5).

Menurutnya, selama menjabat sebagai pemimpin pemerintahan Jokowi-JK belum menunjukan kinerja yang pro terhadap rakyat. “Jokowi nggak jelas apa yang mau dilakukan selama menjabat sebagai Presiden,” jelasnya.

Ketidakjelasan itu, kata orator, yakni dengan menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan kebutuhan pokok yang diketahui adalah beban rakyat Indonesia yang paling mendasar. “BBM naik, sembako naik, nggak jelas sepanjang Jokowi memimpin. Turunkan rezim zalim” pungkasnya. (h/inl)

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]