Pemerintah Diminta Pantau Peredaran Gas Elpiji


Kamis, 21 Mei 2015 - 18:30:30 WIB
Pemerintah Diminta Pantau Peredaran Gas Elpiji

 

Dikatakan Dapot, ke­lang­kaan dan mahalnya gas elpiji 3 kg ini disebabkan tidak ada aturan yang ditekankan kepada pangkalan dalam me­nya­lur­kan gas kepada masyarakat. Sehingga siapa yang berhak mendapatkan gas, kini diduga dijual bebas kepada pengecer atau kios-kios.

Baca Juga : Pantai Salido Pesisir Selatan jadi Favorit Anak Muda

“Dipastikan pengecer akan menjual mahal melebihi HET. Ini yang perlu diawasi oleh pemerintah. Untuk itu perlu ketegasan dari pemerintah, jika terbukti menjual gas ke pengecer, kenapa tidak dica­but saja izin pangkalannya,” tegas Dapot.

Menurut Politisi dari PDIP ini, kelangkaan elpiji jelas mere­sah­kan masyarakat, karena ini merupakan kebu­tuhan yang men­da­sar. “Kita berharap kadis­pe­rin­dag ber­tindak tegas dan lakukan pan­tauan secara kontiniu. Karena sangat kita sesalkan jika ba­nyak pangkalan, men­dis­tri­busikan gas ke pengecer bukan ke warga yang berhak. Untuk itu perlu ada aturan yang tegas terhadap pang­kalan,” ujar Dapot.

Baca Juga : Tempat Wisata Ditutup, Warga Padati Taman Kota Siak

Dijelaskan Dapot lagi, jika Dis­perindag perlu bertindag te­gas dalam mengantisipasi ke­lang­kaan dan tingginya harga gas subsidi ini, sampai gas ini be­tul-betul normal. “Instansi ter­kait Pemko Pekanbaru harus benar-benar serius mengu­rusi ini, Tidak ada alasan ka­rena pejabatnya baru atau se­macamnya,” tutup Dapot. (hr)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]