Penyuluh Pertanian Masih Kurang


Kamis, 21 Mei 2015 - 18:34:35 WIB
Penyuluh Pertanian Masih Kurang

Siswa SMK PP Negeri Pa­dang Mengatas Angkatan XX­XIII Tahun Ajaran 2014/2015 telah menamatkan studinya berjumlah 95 orang.  Setelah tamat tentu dapat melakukan aktivitasnya di tengah- tengah masyarakat sesuai ilmu didapat selama sekolah

Baca Juga : Pasca Oknum Pegawai Lapas Terlibat Narkoba, Kalapas Bukittinggi Gelar Razia dan Bentuk Tim Khusus

Gubernur mengatakan, untuk tahun ini saja banyak Pengawai Negeri Sipil (PNS) yang memasuki masa pensiun termasuk penyuluh pertanian.

“Kita berharap SMK PP Negeri Padang Mengatas terus menghasilkan siswanya yang terbaik dalam bidang pe­nyu­luhan pertanian dan peter­nakan,” harap gubernur.

Baca Juga : Aksi Pencurian Kotak Amal di Dharmasraya Ini Terekam CCTV

Irwan berharap, perma­salahan pembangunan keta­hanan pangan satu persatu persoalannya dapat teratasi. Dengan telah menyelesaikan studinya SMK PP Negeri Pa­dang Mengatas tenaga pe­nyuluh terus bertambah untuk mencapai ketahanan pangan yang cukup, seperti daging, beras, telur, sapi tentunya harus kerja keras semua pihak.

”Mencukupi daging, be­ras, dan telur, tentu cukup tenaga penyuluh dalam me­ningkatkan produksi sehinga ketahanan pangan tetap ter­jaga,” kata Irwan.

Baca Juga : Pemerintahan Kecamatan IV Jurai Lakukan Vaksinasi Covid-19

Di sektor swasta, kata gu­bernur, daging sapi masih saja kita impor. Artinya Sumbar masih butuhkan sapi. Pasarnya begitu cepat itupun terbuka bagi swasta. Untuk sapi saja masih 80 ribuan, sedangkan Sumbar butuh 1 jutaan.

” Karenanya peluang un­tuk menganggur setelah tamat SMK PP Negeri ini tidak ada. Jangan berlomba-lomba men­jadi PNS. Ananda harus siap bekerja keras, kerja Ikhas, kerja cerdas. Asal mau kerja serius pasti ada peluang, “ ujar IP.

Baca Juga : Lakukan Safari Khusus, Pemkab Pessel Bagi-bagi Bantuan untuk Masjid Rp7,5 Juta 

Lebih lanjut Gubernur menyampaikan apresiasinya kepada kepala sekolah dan guru yang telah mendidik anak sehinga menamatkan studinya. Ia juga berharap dukungan dan partisipasi baik dari alumni maupun dari perantauan untuk memberikan modal, yang nan­tinya bisa bagi untung dalam pengembangan peternakan. “ Bagi untung dan mampu mem­balikkan modal” kata IP.

Sementara Kepala Seko­lah SMK PP Negeri Padang Mengatas Drs.Nenzardi me­nyam­paikan dalam lapo­ran­nya, pihaknya ingin mengem­bangkan sekolah ini seperti tahun 80-an. Salah satunya dalam bentuk pengabdian ke­pada masyarakat.

“Kita juga telah melakukan pengabdian berupa pem­ben­tukan pembuatan kompos te­lah difungsikan dengan baik, pembuatan gas, serta mela­kukan pembinaan kepada ke­lompok tani, serta bantuan kambing,” tutur Nenzardi.

Gubernur Apresiasi

Kamis (21/5) merupakan hari istimewa bagi Sekolah Me­nengah Kejuruan  Pertanian Pem­­bangunan Negeri (SM­KPP N) Pa­dang Me­ngatas. Ke­na­pa tidak, sepan­jang Kamis kemarin, sekolah yang ter­kenal dengan program studi peternakannya tersebut, di­kunjungi oleh pejabat dari Kementrian Pertanian serta Gubernur Sumbar.

Dalam kunjungan tersebut, hadir Kepala Pusat Pen­di­dikan Sertifikasi Pertanian Kementrian Pertanian Maya Purwanti, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, Kepala Badan Koordinasi Penyuluh Per­tanian, UPTD BPTU Padang Mengatas serta Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Li­mapuluh Kota.

Rombongan tersebut, di­sambut Kepala SMKPP N Padang Mengatas Nensardi beserta staf guru sekolah yang berada di kawasan pengem­bangan peternakan Padang Mengatas. Nensardi menje­laskan, keda­tangan rombo­ngan tersebut untuk  meninjau SMKPP N Padang Mengatas terhadap program Pembinaan Kelompok Desa yang selama ini dilakukan sekolah tersebut. “Kita disini ada program Pem­binaan Kelompok Desa, yakni pembinaan yang dilakukan oleh sekolah terhadap kelom­pok ternak yang ada di tengah-tengah masyarakat. Pembi­naan tersebut, berupa penyu­luhan terkait hewan ternak yang dilakukan siswa kepada kelom­pok ternak,”jelasnya.

Program Pembinaan Ke­lompok Desa, katanya, sudah berjalan  semenjak 2014 lalu. Setidaknya sudah 5 desa dila­kukan pem­binaan secara ber­kala oleh SMKPP  N Padang Mengatas. Yakni, ditahun 2014 Nagari Taram di Keca­matan Harau, Subala­duang di Kecamatan Luak dan Nagari Suliki di Kecamatan Suliki. Tahun 2015 yakni Nagari Sungai Baringin di Kecamatan Payakumbuh dan Nagari  Maek di Keca­matan Bukit Barisan.

“Suksesnya program Pem­binaan Kelom­pok Desa ini berkat dukungan Kementrian Pertanian, Dinas Peternakan serta Dinas Pendidikan. Selain mampu membantu masya­rakat dalam penyuluhan per­tanian, program ini juga seba­gai pengambdian SMK PP N Padang Mengatas terhadap mas­yarakat. Begitu Pem­bi­naan Kelompok Desa  juga sebagai praktik lapangan bagi  anak-anak kita,”jelasnya.

Sementara, Gubernur Sum­­bar Irwan Prayitno me­ng­ap­re­siasi langkah yang dila­kukan SMK PP N Padang Mengatas  selama ini. “Pem­binaan Kelompok Desa ini, secara tidak langsung telah mendukung pemerintah da­lam program Swasembada Pangan. Terutama turut me­ngisi kekurangan pemerintah Sumbar terhadap penyuluh-penyuluh peternakan.

Begitu juga, Kepala Pusat Pendidikan Sertifikasi Per­tanian Kementrian Pertanian Maya Purwanti, mengung­kapkan akan terus membantu SMK PP N Mengatas dalam menjalankan program Pem­binaan Kelom­pok Desa. “Pe­merintah pusat, akan terus mendukung program ini,­”jelasnya. (h/ddg)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]