Dilengkapi Kereta Gantung Antar Pulau


Kamis, 21 Mei 2015 - 18:36:52 WIB
Dilengkapi Kereta Gantung Antar Pulau

Bupati Pessel, Nasrul Abit, Kamis (21/5) mengatakan, kerata gantung merupakan fasilitas tambahan yang dapat digunakan pengunjung untuk melihat laut mandeh di zona khusus dari ketinggian. Titik utama kereta gantung yang ditawarkan adalah di Panorma I. dari sini pulau terdekat ada di bagian utara. Namun masih ada peluang untuk menghu­bungkan Puncak Mandeh I ke Pulau Sironjong yang berada dihadapan Panorama I.

Baca Juga : Sosialisasi OPS Keselamatan Singgalang 2021, Satlantas Polres Sijunjung Bagi Takjil untuk Pengguna Jalan

Disebutkan Nasrul Abit, untuk kelanjutan lokasi kereta gantung menunggu kajian dari tenaga ahli. pembangunan kereta gantung perlu kajian khusus terutama terkait ke­amanan kereta dan penumpang kelak. “Kita berada di kawasan pantai, tentu perlu mem­per­hitungkan arah angin yang masuk kekawasan teluk, dan ini hanya bisa diketahui oleh yang ahli,” katanya.

Selanjutnya menurut Nas­rul Abit, pulau-pulau strategis di KBWT Mandeh juga segera di bangun dermaga mini. Ada sekitar enam pulau yang bakal menjadi tujuan pelancong dan butuh segera  dermaga kecil. Dermaga kecil itu bakal diba­ngun dengan dana APBD Pessel.

Baca Juga : Terus Melonjak, Dharmasraya Sumbang 32 Kasus Positif Covid-19

KWBT Mandeh siap dija­dikan sebagai Tol Laut Suma­tera Barat (Sumbar). Kemen­terian Perencanaan Pemba­ngu­nan Nasional (PPN/Bap­penas) dukung langkah terse­but. Untuk realisasi Tol Laut Sumbar itu, Pemkab Pes­sel gandeng perusahaan ang­kutan kapal, PT. Pelindo dan menarik investasi sebesar mungkin. Tol Laut Sumbar yang dirancang Pemkab Pessel merupakan bentuk keseriusan daerah ini menyokong konsep Tol Laut pemerintah pusat.

“Sumbar sudah sepatutnya memiliki Tol Laut untuk mem­permudah akses kawasan yang selama ini memang mengan­dalkan jalur. Misalnya Kabu­paten Kepulauan Mentawai, Pesisir Selatan, Kota Padang, Pariaman hingga Pasaman Barat,” katanya.

Baca Juga : Sejahterakan Petani Ikan di Pasaman, Diskan-BUMNag akan Menjalin MoU

Pesisir Selatan, menurut Nasrul Abit, pertama kali mencoba merintis Tol Laut menghubungkan Padang-KWBT Mandeh Pessel-Kabu­paten Kepulauan Mentawai. Jalur ini diyakini kedepan padat dilewati kapal baik untuk kepentingan mengang­kut barang dan angkutan pe­numpang.

‘Kami sudah bicarakan konsep Tol Laut Sumbar de­ngan sejumlah perusahaan angkutan laut. Rata-rata mere­ka sangat setuju dengan ren­cana Tol Laut Sumbar tersebut. Salah satu pengusaha perusa­haan kapal angkut yang sudah setuju adalah MV. Mentawai Ekspres yang sudah beroperasi mengankut penumpang Pa­dang-Kepulauan Mentawai,” katanya.

Baca Juga : Kasus Positif Corona di Sumbar Bertambah 286, Sembuh 100, dan Meninggal Dunia 1 Orang

Dikatakannya, seiring de­ngan pembangunan Kawasan Wisata Bahari Terpadu (KBWT) Mandeh, maka Tol Laut Sumbar akan memiliki peran penting dalam memo­bilisasi penumpang. Jalur Pa­dang - KWBT Mandeh akan memakan waktu tempuh yang singkat dan menyenangkan bagi penumpang atau pe­lancong.

“Bila menggunakan kapal cepat sejelas MV. Mentawai Ekspress, maka waktu tempuh diperkirakan hanya sekitar sepuluh menit Padang-KWBT Mandeh. Ini tentu lebih mena­rik bagi wisatawan asing. Apa­lagi KWBT Mandeh berada tidak jauh dari pusat ekonomi dunia. Dari Singapura ke BIM hanya butuh waktu satu jam,” katanya. (h/har)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]