Lapas Lokasi Aman Transaksi dan Memakai Narkoba


Kamis, 21 Mei 2015 - 19:00:11 WIB
Lapas Lokasi Aman Transaksi dan Memakai Narkoba

Polisi yang sudah melakukan pemantauan dari berbagai lokasi di sekeliling Tempat Kejadian Perkara (TKP) melihat ada sesuatu yang diletakkan dua orang tak dikenal di bawah kolong mobil yang ada di areal parkiran. Begitu polisi memeriksa bingkisan yang diletakkan di bawah kolong mobil, ternyata isinya adalah 0,5 kg ganja kering siap konsumsi. Polisi pun segera meringkus dua pria yang meletakkan bingkisan ganja kering tersebut.

Baca Juga : Fraksi PKS DPR RI: Setop Eksperimen Kelembagaan Ristek

Dua tersangka yang diciduk yaitu RY (25) dan ES (29), warga Jorong Kati Mahar Kenagarian Lingkuan Aua, Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat. Pemesan diduga adalah R yang berstatus sebagai warga binaan, Lapas Klas II B Lubuk Basung. Selang beberapa jam kemudian Polres Agam juga menangkap, satu orang tersangka lagi, yaitu GTS, pengedar di Padang Langsano.

Kasat Res Narkoba Polres Agam, Iptu Dodi Efendi, didampingi Paur Humas Polres Agam, Aiptu Yan Frizal, Kamis (21/5) mengatakan, penangkapan ber­awal dari informasi yang diterima dari masyarakat. Di mana bakal ada transaksi narkoba pada wilayah Pa­dang Langsano, Jorong Sago. Menindaklanjuti hal ter­sebut anggota Satuan Narkoba Polres Agam mela­kukan pengintaian pada lokasi LP. Ternyata informasi  yang diperoleh dari warga itu memang terbukti.

Baca Juga : Segera Daftar, Kompetisi Inovasi PLN Berhadiah Satu Miliar Ditutup 24 Mei

Kita berharap polisi lebih dalam dan tajam mengungkap kasus ini. Jangan pengungkapan hanya berhenti pada fakta yang telah terungkap di lapangan saja. Tapi lebih jauh lagi, perlu diungkap juga apakah ada keterlibatan pihak lapas dan jaringan perdagangan narkoba di lapas tersebut.

Untuk konsumsi ganja di lapas, dapat dipastikan terjadi permainan antara warga binaan dengan petugas lapas. Karena konsumsi ganja hingga saat ini masih melalui cara dibakar, seperti rokok. Ketika itu dilakukan oleh satu atau dua warga binaan lapas, dipastikan warga lainnya akan mencium aroma asap hasil pembakaran ganja tersebut. Kesimpulannya,  sangat mudah mendeteksi penggunaan narkoba jenis ganja oleh warga binaan Lapas.

Baca Juga : Menpan-KPK Beda Pendapat soal Pegawai KPK, Febri: Ibarat Lomba Lempar Batu Sembunyi Tangan

Bukti peredaran narkoba jenis ganja dan lainnya di Lapas juga terungkap akhir tahun 2014 lalu di Lapas Biaro, Agam.  Dua penghuni Lapas Klas II A Bukittinggi masing-masing berinisial Sy (48) dan A (32), tertangkap tangan memiliki ganja dan sabu oleh petugas Lapas yang sedang piket, Kamis (27/11) malam. Traksaksi jual beli narkotika tersebut dilakukan melalui handphone. Sedangkan ganja dan sabu dimasukan ke dalam Lapas dengan cara melempar dari luar  dinding bagian belakang Lapas. Dari tangan A disita daun ganja seberat 0,5 kg dan dan dari SY disita 7 ons daun ganja.

Sejauh ini fungsi dan guna Lapas belum dapat diterapkan sebagaimana mestinya. Semestinya Lapas difungsikan dan digunakan untuk; pertama pembinaan berupa interaksi langsung, bersifat kekeluargaan antara Pembina dan yang dibina. Kedua, Pembinaan yang bersifat persuasif yaitu berusaha merubah tingkah laku melalui keteladanan. Ketiga pembinaan berencana, terus menerus dan sistematika. Keempat, pembinaan kepribadian yang meliputi kesadaran beragama, berbangsa dan bernagara, intelektual, kecerdasan, kesadaran hukum, keterampilan, mental spiritual. **

Baca Juga : Awas! Larangan Mudik Berlaku, Ini Sanksi Bagi ASN Jika Tetap Nekat

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]