BTN Minta Pengembang Serius Bangun Rumah Rakyat


Jumat, 22 Mei 2015 - 18:20:17 WIB
BTN Minta Pengembang Serius Bangun Rumah Rakyat

Hal ini disampaikan oleh Maryono, Direktur Utama Bank BTN dalam acara ga­thering bersama BPJS dan pengembang se-Jabodetabek dalam rangka akselerasi prog­ram satu juta rumah di Jakarta, Kamis (21/5).

Baca Juga : Mantan Komandan Kapal Selam Nuklir Inggris: KRI Nanggala 402 Mungkin Tak Akan Ditemukan

“Dana sudah ada, tetapi pasokan rumahnya belum ada, bagaimana kami mau mem­berikan KPR kalau belum ada rumah yang dibiayai. Kami meminta keseriusan pengem­bang untuk menjalankan prog­ram pro rakyat ini,” tegas Maryono.

Maryono mengakui me­mang banyak kendala dalam membangun perumahan tetapi bukan berarti pengembang tidak bisa membangun rumah. Yang terpenting, perlu ada kesungguhan dari pengem­bang untuk mulai melakukan pem­bangunan.

Baca Juga : Usai Kasus KIPI Seperti Stroke, Thailand Tetap Pakai Sinovac

“Pokoknya bangun saja dulu, masalah kendala nanti dicarikan solusinya. Ini prog­ram pemerintah yang diper­untukkan bagi rakyat yang harus didukung,” jelasnya

Adanya kendala di lapa­ngan dalam membangun ru­mah diakui oleh Sekjen Real Estate Indonesia (REI) Hari Raharta.

Baca Juga : Ini Peringatan Keras untuk Negara Barat, Putin: Jangan Lewati 'Garis Merah' Kami!

Ia mengatakan pengem­bang sangat komit untuk men­ja­lankan program pem­bangu­nan satu juta rumah, namun masih banyak kendala yang dihadapi.

Dia mencontohkan masa­lah perijinan yang masih berbe­lit-belit terutama di daerah. Ia mengharapkan ada himbauan dari pemerintah pusat kepada pemda untuk menyukseskan program ini dengan dibe­rikan­nya kemudahan dalam perizi­nan dan tidak sebaliknya,” paparnya.

Baca Juga : Australia Bakal Buka Kebun Ganja Terbesar di Queensland

Menurut Hari, saat ini pihaknya sedang meminta ke­pa­da pemerintah untuk mem­berikan keringanan dalam rangka implementasi program satu juta rumah seperti kemu­dahan perizinan, penghapusan pajak PPN dan juga penye­diaan lahan di daerah.

“Kalau ini tidak dibantu akan menghambat program yang sangat dibutuhkan oleh rakyat ini. Pemda seharusnya responsif dengan program ini,” jelas Hari.

Sementara itu, Direktur Investasi BPJS Ketena­gaker­jaan Jeffry Haryadi mengung­kapkan, saat ini pihaknya se­dang mengajukan revisi me­nge­nai aturan investasi agar bisa menempatkan dana lebih banyak lagi ke Bank BTN dalam rangka implementasi program satu juta rumah. Saat ini maksimal penempatan da­na di Bank BTN baru bisa mencapai Rp 10 triliun.

“Dana investasi untuk pro­perti kami siapkan sekitar Rp20 triliun. Tapi ini tidak semuanya bisa dialokasikan ke Bank BTN guna mendukung program satu juta rumah kare­na ada aturan yang mem­batasi,” paparnya.

Menurut Jeffry, selain me­nye­diakan dana, BPJS Ketena­gakerjaan juga membantu prog­ram satu juta rumah dengan menyediakan lahan dan juga konsumennya.

“Kami sudah ada enam lahan, tiga lahan sudah ada yang siap membangun dan tiga lahan lagi masih belum. Jadi masih ada kesempatan untuk pengembang melakukan pe­nawaran,” jelasnya.

Berbagai langkah strategis telah disiapkan dan dilak­sanakan Bank BTN dalam mengakselerasi program satu juta rumah. Salah satunya adalah dengan meluncurkan program KPR dengan uang muka 1 persen untuk pem­belian rumah susun milik (Rusunami) pada Maret 2015 dan uang muka 1 persen untuk pembelian rumah tapak pada bulan April 2015.

Program terobosan yang pertama kali di Indonesia tersebut, bertujuan memper­mudah akses kelas menengah dan masyarakat berpeng­hasi­lan rendah (MBR), untuk memiliki tempat tinggal yang layak. (h/trn)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]