Luhak Limopuluah Darurat Bunuh Diri


Ahad, 24 Mei 2015 - 18:21:02 WIB
Luhak Limopuluah Darurat Bunuh Diri

Karena penasaran, Suhatril  mencoba mendekati sesosok mayat tersebut dalam posisi tertelungkup. Ketika di lihat dengan seksama, ternyata ma­yat itu adalah anaknya sendiri. Suhatril langsung histeris dan berteriak minta tolong.”Kita belum bisa memastikan, apa motif gantung diri ini. Tetapi dari hasil pemeriksaan semen­tara, korban tewas murni gan­tung diri. Pihak keluarga sem­pat menolak untuk diotop­si,”ujar AKBP Yuliani Kapol­res Payakumbuh.

Baca Juga : Sumarak Alek Nagari, Koarsa Laksanakan Sunatan Massal di Sungai Batang

Korban  gantung diri dita­hun 2013 lalu, yakni   pada 16 Januari 2013 dengan korban Samsuritar (45) Jorong Koto Ronah, Nagari Koto Alam, Kecamatan Pang­kalan.  Aksi nekad korban  dise­babkan   faktor ekonomi dan persoalan dalam  keluarga.

Kemudian pada 2 Mei 2013 dilakukan Johan (20)  Warga kelurahan Padang Da­tar, Kecamatan Payakumbuh Barat gantung diri diduga mengalami stres. Empat hari kemudian, pada 6 Mei 2013, korban yakni Hendri (42) Jorong Baliak, Nagari Gu­nuang Malintang, Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kabu­paten Limapuluh Kota.

Baca Juga : BMKG Maritim Teluk Bayur: Waspadai Angin Kencang dan Gelombang Hingga 4 Meter

Pada 21 Mei 2013, aksi nekad dilakukan guru honorer bernama Ernawati (28) warga Jorong Mungka Tangah, Na­gari Mungka, Kecamatan Mungka. Kuat dugaan, korban gantung diri  karena gangguan jiwa pasca melahirkan.

Selanjutnya, korban Sohi­ran (70) warga  Jorong Suba­rang Pasa, Nagari Manggilang, Kecamatan Pangkalan Koto Baru ditemukan tewas gantung diri pada 7 Juni 2013. Korban diduga stres akibat me­mikir­kan permasalahan ekonomi.

Pada 18 Juni 2013, gantung diri dilakukan kakek bernama Bachtiar ( 82 ) warga Jorong Pakanraba’a, Nagari Batu­payuang, Kecamatan Lareh Sago Halaban.  Korban nekat mengakhiri hidupnya karena  putus asa penyakit yang dide­rita tak kunjung sembuh.

Kemudian, 8 Juli 2013 aksi nekad dilakukan Musfaldi alias  Ateng (39) warga Jorong Koto Tangah, Nagari Lubuak Batingkok, Kecamatan Harau. Korban nekad gantung diri karena penyakit yang diderita­nya tak kunjung sembuh.

Sehari kemudian, 9 Juli 2013, gantung diri dilakukan  Yusri (53)  warga Jorong Koto Tangah, Nagari Koto Tangah Kecamatan Bukik Barisan akibat putus asa penyakit yang diderita tak kunjung sembuh. Tiga hari kemudian, 12 Juli 2013  seorang ibu rumah tang­ga bernama Yusmarida  (45) warga Jorong Batu Balah, Nagari Gunuang Malintang, Kecamatan Pangkalan Koto Baru, ditemukan tewas gan­tung diri akibat  faktor ekonomi.

Selanjutnya, pada 13 Sep­tember 2013, korban Hawa­riyun (56) salah seorang warga di  Jorong Piladang, Nagari Koto Tangah, Kecamatan Aka­biluru, ditemukan tewas gantung diri.  Pada 2 Oktober 2013, pelajar kelas VIII di SMPN 3 Harau,  bernama Abdul Hamid (16) turut ne­kad gantung diri.

Ditahun 2015 ini, gantung diri kembali meningkat. Hing­ga Mei saja, sudah 5 warga nekat gantung diri. Yakni Zul­fahmi (57) warga di kelurahan Lim­bukan, Kecamatan Paya­kum­buh Selatan pada 7 Jan­uari 2015. Korban mengalami stress berat dan berhalusinasi dikejar-kejar orang lain. Akhir­nya kor­ban nekat gantung diri. (h/ddg)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]