BUMD Tak Menguntungkan Dihentikan Operasionalnya


Ahad, 24 Mei 2015 - 18:37:17 WIB
BUMD Tak Menguntungkan Dihentikan Operasionalnya

Disampaikannya juga, me­nyangkut pertanggungjawaban penerimaan dan penyertaan modal, pada beberapa BUMD telah terlihat hasil cukup menggembirakan. Ini bisa dili­hat pada beberapa BUMD yang sudah membaik ope­rasionalnya.  “Salah satunya bisa dilihat pada  PT Grafika yang sejak pergantian mana­jemen di ta­hun 2011  telah mampu mem­­­­beri kontribusi setiap ta­hunnya. Di bidang usaha per­cetakan, PT Grafika sudah mendapat order dari kemen­terian untuk pencetakan nas­kah ujian nasional tingkat SD, SMP, dan SLTA di Sum­bar,” papar Irwan.

Baca Juga : Jelang Idul Fitri, Gema Sehat Juken BKKBN Sumbar Bagi-bagi Sembako untuk Kaum Dhuafa di Padang

Kemudian untuk PT Balai­rung yang baru beroperasi penuh pada pertengahan tahun 2013, secara operasional peru­sahaan ini telah mampu mem­beri keuntungan. Namun kare­na perencanaan awal bangunan tidaklah diperuntukkan untuk hotel, investasi menjadi lebih besar. Sehingga secara hitung-hitungan akuntansi dalam catatan laporan keuangan peru­sahaan disebut merugi.

“Adanya biaya penyusutan yang harus dicatat dalam lapo­ran keuangan membuat keun­tungan jadi tergerus, namun secara operasional PT Bala­i­rung ini sesungguhnya telah memberi keuntungan,’ ujar­nya.

Baca Juga : H-6 Lebaran, Pantai Purus Padang Sepi Pengunjung

Selanjutnya bicara tentang PT Pembangunan Sumbar yang juga menjadi salah satu dari BUMD yang ada. Pada perusahaan ini  penyertaan modal Pemprov  Sumbar ha­nya sebesar 35 persen.  Penyer­taan modal yang tidak banyak pada perusahaan tersebut me-ng­a­kibatkan pembenahan k­e­pe­ngurusan tak bisa dila­kukan.

“Sebab sesuai anggaran dasar perusahaan, keputusan sah bila pemegang saham se­cara 85 persen menyetujui untuk likuidasi atau pergantian pengurus,” pungkas Irwan.

Lebih lanjut ia menyebut, untuk menjawab pertanyaan yang acap diajukan, kenapa dalam kebijakan intensifikasi pemerintah daerah masih mem­­­­perkuat permodalan BU­MD? Namun realisasi pene­rimaan bagian laba atas pe­nyertaan modal tidak dapat melakukan setoran laba peru­sahaan, dikatakan semuanya tidaklah benar.  “Sebagai buk­ti, di tahun 2014 kita hanya memberikan penyertaan mo­dal terhadap Bank Nagari dengan angka sebesar Rp53.­919.­543.332,00. Sementara BUMD yang lain­nya tak men­da­pat penam­ba­han modal,” jelasnya.

Ia  juga mengatakan, pe­nyer­taan modal terhadap Bank Na­gari dilakukan atas bebe­rapa per­timbangan. Di anta­ranya un­tuk peningkatan eks­pansi bis­nis Bank dengan target pe­me­liharaan pertumbuhan ber­kelanjutan, untuk men­dorong perekonomian Sum­bar, untuk meningkatkan laya­nan terha­dap masyarakat de­ngan target mencipatakan ke­mu­dahan ak­ses masyarakat men­da­patkan layananan ke­uangan. “Se­lan­jutnya adalah untuk me­­ning­kat­kan ke­mam­puan pen­da­naan guna mening­kat­kan per­tu­m­­buhan ekonomi masya­rakat, dan dan pening­katan in­fra­stru­k­tur teknologi,” pung­kas gu­­ber­nur, Irwan Pra­yit­no.  (h/mg-len)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]