Susiani, Perempuan Pertama Calon Hakim Agung Militer


Senin, 25 Mei 2015 - 18:45:47 WIB
Susiani, Perempuan Pertama Calon Hakim Agung Militer

“Sekarang Letkol, tahun depan pensiun. Prinsipnya, kalau yang diadili pangkatnya lebih tinggi, maka tidak boleh terpengaruh. Apalagi saya berangkat dari non­karier, jadi tidak masalah,” jawab Susiani.

Baca Juga : AHY Cs Absen di Sidang Mediasi Pertama, Kubu Moeldoko: Lecehkan Pengadilan

“Jadi tidak masalah ka­lau nanti yang diadili jen­deral?” tanya Taufiq me­negaskan.

“Siap, tidak masalah,” jawab prajurit yang berusia 57 tahun itu.

Baca Juga : Partai Golkar Satu Suara Usung Airlangga Hartarto Jadi Capres

Soal ketegasan, Susiani dikenal tidak kenal kom­promi. Salah satu­nya adalah anak sopirnya yang mau masuk Sekolah Tinggi Hu­kum Militer (STHM) tetapi tidak lolos. Dengan posisi Susiani di STHM, anak sopirnya bisa saja diloloskan. Tetapi Susiani tetap tidak me­luluskannya.

“Ya karena memang tidak me­me­nuhi kualifikasi,” kata Susiani. Meski demikian, di lingkungannya, ia dikenal ramah.

Wakil Ketua KY Abbas Said me­nanya­kan mengapa huku­man yang dijatuhkan kepada anggota mi­liter umumnya lebih ringan di­ban­dingkan dengan yang di­ja­tuh­kan ke sipil. Su­siani menjawab hal itu ka­rena hukuman ke­pada militer disertai dengan pemecatan dari militer.

“Bagi militer, ada yang lebih baik dihukum 10 tahun penjara, asalkan tidak dipecat. Meski huku­man­nya lebih rendah dibandingkan dengan sipil, pemecatan ini sudah sangat berat,” jawab Susiani yang diamini oleh Abbas. (h/dtc)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]