Asap Rokok, Membunuh Masa Depan


Senin, 25 Mei 2015 - 18:57:41 WIB
Asap Rokok, Membunuh Masa Depan

Hal itu bertujuan untuk me­na­­rik perhatian dunia mengenai menyebarluasnya kebiasaan me­­­rokok dan dampak buruknya terhadap kesehatan. Me­ro­kok membunuh masa depan si perokok dan puluhan juta orang-orang di sekitarnya. Diperkirakan kebiasaan merokok se­­tiap tahunnya menyebabkan kematian sebanyak 5,4 juta ji­­wa. Negara-negara anggota Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencetuskan Hari Tanpa Tembakau Sedunia ini pa­da ta­­hun 1987. Dalam satu dasawarsa terakhir, gerakan ini me­nu­ai reaksi baik berupa dukungan dari pemerintah, aktivis ke­­se­hatan, dan organisasi kesehatan masyarakat, ataupun ten­ta­ngan dari para perokok, petani tembakau, dan industri rokok.

Baca Juga : Antisipasi Arus Balik Lebaran, Polda Metro Siapkan 12 Titik Pos Pemeriksaan

Data WHO menjelaskan Indonesia menempati peringkat ketiga perokok terbanyak di dunia. Ada 65 juta perokok atau setara dengan konsumsi 225 miliar batang rokok per tahunnya. Angka tersebut tentunya akan terus merangkak naik jika tidak ada perhatian dari pemerintah. Dengan angka tersebut, jika perbatang rokok harganya Rp1.000, maka jumlah uang dibelanjakan seluruh perokok di Indonesia Rp225 triliun. Rata-rata seorang perokok  membelanjakan uangnya untuk membeli rokok dalam setahun Rp3,5 juta.

Setiap tahun, tema peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia selalu berganti. Tahun 2013 temanya tentang pelarangan iklan, promosi dan sponsor tembakau. Tahun 2012, tema soal campur tangan industri rokok, 2011 tentang “Konvensi WHO Mengenai Kerangka Pengendalian Tembakau”. Tahun 2010, temanya tentang “Jender dan Tembakau, menekankan mengenai pemasaran rokok kepada perempuan. Tahun 2009 temanya “Peringatan dampak kesehatan akibat tembakau’.

Baca Juga : Satu Korban Luka Kebakaran Pertamina Balongan Meninggal, Total Jadi Empat Orang

Sampai Januari 2015 sudah tercatat sebanyak 187 negara di dunia yang ikut menandatangi FCTC. Namun di Asia hanya Indonesia yang belum menandatangani, dan ada sembilan negara yang belum menandatangani yaitu, Andora, Eritaria, Liechtenstein, Malawi, Monako, Somalia, Republik Dominika, Sudan Selatan, dan Indonesia. dr. Budhi Antariksa SpP PhD (dokter spesialis paru) mengungkapkan dalam dokita.com, rokok merupakan salah satu penyebab kematian utama di dunia dan merupakan satu-satunya produk legal yang membunuh seperti hingga setengah penggunanya. Survey Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia tahun 2007 menyebutkan setiap jam sekitar 46 orang meninggal dunia karena penyakit yang berhubungan dengan merokok di Indonesia. Kebiasaan merokok sedikitnya me­nyebabkan 30 jenis penyakit pada manusia.  Penyakit yang timbul akan tergantung dari kadar zat berbahaya yang terkandung, kurun waktu kebiasaan merokok, dan cara meng­hisap rokok. Semakin muda seseorang mulai merokok, makin besar risiko orang tersebut mendapat penyakit  saat tua.

Mengapa Rokok Berbahaya? Dalam satu batang rokok mengandung sekitar 7.000 zat kimia, 200 jenis di antaranya bersifat karsinogenik, yaitu zat yang merusak gen dalam tubuh sehingga memicu terjadinya kanker, seperti kanker paru, emfisema, dan bronkitis kronik. Atau juga kanker lain, seperti kanker nasofarings, mulut, esofagus, pankreas, ginjal, kandung kemih, dan rahim. Aterosklerosis atau pangerasan pembuluh darah bisa menyebabkan penyakit jantung, hipertensi, risiko stroke, menopause dini, osteoporosis, kemandulan, dan impotensi. Racun rokok terbesar dihasilkan oleh asap yang mengepul dari ujung rokok yang sedang tak dihisap. Sebab asap yang dihasilkan berasal dari pembakaran tembakau yang tidak sempurna.  Asap rokok mengandung sejumlah zat yang berbahaya seperti benzen, nikotin, nitrosamin, senyawa amin, aromatik, naftalen, ammonia, oksidan sianida, karbon monoksida benzapirin, dan lain-lain. Partikel ini akan mengendap di saluran napas dan sangat berbahaya bagi tubuh. Endapan asap rokok juga mudah melekat di benda- benda di ruangan dan bisa bertahan sampai lebih dari 3 tahun, dengan tetap berbahaya.

Tips berhenti merokok dari dr. Budhi Antariksa SpP PhD;    niatlah sungguh-sungguh bahwa Anda berhenti merokok, umumkan pada orang-orang di sekitar bahwa Anda akan berhenti merokok dan mintalah dukungan mereka.  Jauhilah lingkungan para perokok. Carilah aktivitas yang berguna bagi tubuh, bawalah selalu permen kemana pun Anda pergi. Rokok merupakan penyebab kesakitan dan kematian yang dapat dicegah. **


Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]