Mutasi di Padang Membingungkan


Senin, 25 Mei 2015 - 19:02:01 WIB
Mutasi di Padang Membingungkan

Anggota DPRD Padang Faizal Nasir mengaku bingung atas mutasi tersebut. Ia menilai, dua pos penting seperti Kepala Dinas Pasar dan Kepala Kan­tor Pol PP hendaknya men­dapat perhatian karena dua instansi tersebut sangat ber­peran penting dalam men­dukung program walikota/wakil walikota.

Baca Juga : Di Depan Doni Monardo, Gubernur Rekomendasikan Pinago sebagai Penahan Abrasi

Hanya saja, ia mengakui mutasi yang dilakukan oleh Walikota Padang memang kewenangan yang ber­sang­kutan dan tidak ada persoalan. Namun, sangat disayangkan ketika walikota me­nempatkan orang yang tidak teruji dan tidak melakukan uji kom­pe­tensi.

Ia menambahkan, seperti yang terjadi pada Zabendri yang hitungan hari di lantik jadi kepala disperindagtamben sekarang kembali lagi. “Ini membingungkan sekali, apa­lagi bagi yang bersangkutan. Kita berharap pernyataan wali­kota yang selalu digembor-gem­­bor­kan kalau menem­pat­kan orang yang selalu tepat,” ucap Faisal Nasir.

Baca Juga : Ini Besaran Zakat Fitrah dan Fidyah Tahun 2021 di Padang

Ia juga mengusulkan mu­tasi juga harus terbuka melalui tim seleksi yang ada. Kalau perlu melalui ujian kom­peten­si, ka­rena kemajuan Kota Padang juga terletak di tangan pembantu walikota. “Ini me­mang ke­bijakan dan wewenang wa­­likota, tapi jangan sampai ke­­wenangan it­u merugikan ma­sya­rakat ka­rena lambatnya pem­bangunan,” tutur Faisal Nasi­r.

Sementara itu, dalam pe­lantikan tersebut Mahyeldi ber­pidato dengan mem­be­rikan sinyal soal kesehatan terkait dengan keputusan siapa yang dilantiknya. Karenanya, ia meminta agar Badan Ke­pe­gawaian Daerah (BKD) Kota Padang mengantongi data kesehatan masing-masing pe­jabat. Dilakukannya pe­lan­tikan pejabat pada hari itu murni dikarenakan per­tim­bangan kesehatan. Hal ini di­akui Wako Mahyeldi di depan seluruh pejabat yang dilantik dan undangan yang hadir di ruang Bagindo Azizchan, Ba­laikota Padang. “Pelantikan kali ini karena pertimbangan kesehatan,” kata Wako.

Baca Juga : Alhamdulillah, Perumda AM Padang Gratiskan Air Masjid dan Musala Selama Ramadan

Karena itu, Wako me­ngim­bau kepada BKD Kota Padang un­tuk mendapatkan betul data ke­sehatan dari pe­jabat yang akan di­­lantik. Diperlukannya hasil ge­ne­ral check up masing-ma­sing pe­jabat agar dapat di­ketahui fisik pe­jabat yang be­nar-benar siap un­tuk diberi ama­nah. “Beban pekerjaan jauh lebih berat. Apa­lagi Kota Pa­dang sebagai ibu­kota pro­­vin­si Su­matera Barat,” kata Wako. Masyarakat Kota Padang memiliki dinamika yang cu­kup tinggi. Kecerdasan ma­syarakat yang haus akan pe­layanan dari aparatur pe­me­rintah mem­bu­tuhkan ke­siap­siagaan fisik. (h/ows)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]