Bank Nagari Solok Tunggu Hasil Penyelidikan Polisi


Senin, 25 Mei 2015 - 19:11:37 WIB
Bank Nagari Solok Tunggu Hasil Penyelidikan Polisi

Sania Pura mengatakan, kasus pembobolan uang nasabah oleh orang tak dikenal di lembaga ke­uangan  yang ia pimpin ini termasuk kasus kriminal,maka pihak Bank Nagari telah menyerahkan proses penyelesaiannya kepada pihak kepo­lisian. Dan sejak kasus ini dilaporkan kepada pihak kepolisian, sampai hari ini  Bank Nagari belum me­nerima hasil penyelidikan yang dilakukan pihak kepolisian tersebut.

Baca Juga : Wagub Sumbar Bakal Perjuangkan Normalisasi Sungai Batang Sumani ke Pusat

Sebelumnya, seorang Nasabah Bank Nagari atas nama Edison (53) terpekik karena uang tabungannya di Bank Nagari mendadak hilang sebesar Rp350 juta. Tak terima dengan kejadian tersebut, Edison yang juga seorang wartawan Padang Ekspres perwakilan Bukittinggi ini melaporkan kejadian tersebut ke Mapolres Bukittinggi, Selasa (14/4).

Edison mengaku baru menge­tahui uangnya hilang di rekening bank saat melihat saldo dari struk penarikan ATM, setelah menarik uang tunai di Anjungan Tunai Man­diri (ATM) di Kota Padang pada Senin (13/4) lalu. Padahal, Edison mengaku tidak pernah menarik uang sebesar itu.

Baca Juga : Berprestasi, 31 Personel Polres Dharmasraya Dianugerahi Penghargaan

Mengetahui uangnya raib, Edison lalu menghubungi Kepala Bank Nagari Cabang Bukittinggi Del Efdi Syahrudin untuk meminta pen­jelasan dan meminta nomor reke­ning atas nama dirinya itu diblokir, agar uangnya yang tersisa tidak kosong.

Pada Selasa (14/4) sekitar pukul 10.00 WIB, Edison yang sudah berada di Kota Bukittinggi akhirnya menemui Kepala Bank Nagari Bu­kittinggi untuk meminta penjelasan lebih lanjut, disertai meminta barang bukti yang di­miliki Bank Nagari.

Dari penjelasan yang Ia da­pat­kan, diketahui ternyata ada se­seorang yang mengaku bernama Edison melakukan pengambilan uang dengan menggunakan buku tabungan di Kantor Bank Nagari Cabang Kota Solok pada Jumat 10 April 2015. Uang itu diambil se­banyak dua kali dengan nominal Rp50 juta dan Rp300 juta.

Saat mengambil uang tersebut, orang yang mengaku Edison itu menggunakan buku tabungan palsu dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) palsu. Namun anehnya, dengan buku tabungan dan fotokopi KTP palsu itu, orang yang mengaku Edison bisa mengambil uang dengan jumlah yang banyak.

Sementara itu, Kapolres Solok Kota,AKBP Guntur Hindarsyah SIK melalui Kasat Reskrim,AKP Rona Tambunan mengatakan kasus ini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.

Tunggu Penyelesaian

Edison sendiri hingga saat ini masih menunggu proses penye­lesaian kasus tersebut, baik pe­nyelesaian dari pihak bank maupun dari pihak kepolisian. Namun ketika diminta keterangan lebih lanjut terkait kasus tersebut, kali ini Edi­son keberatan memberikan kete­rangan. (h/eri/wan)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]