Ketua DPRD Padang Digoyang Isu Cabul


Senin, 25 Mei 2015 - 19:17:20 WIB
Ketua DPRD Padang Digoyang Isu Cabul

Erisman dituding, melakukan aksi cabul terhadap anak di bawah umur yang ketika itu Intan masih berusia 17 tahun.

Baca Juga : Pemko Padang Siap Kawal Pesantren Ramadan dari Covid-19

Korban diduga,  dicabuli di beberapa penginapann kawasan Bungus dan di Pariaman di sebuah hotel pinggir pantai.

Pengunjuk rasa menuntut, Badan Kehormatan mengambil sikap. Agar, mengusut tuntas kasus pen­cabulan terhadap anak di bawah umur berinisial “IPS” yang dila­kukan Erisman.

Baca Juga : Sepekan Puasa, Harga Cabai Rawit Bergerak Turun di Padang

Kedua, meminta DPRD untuk menyidangkan masalah itu lewat Dewan Kehormatan dan menga­jukan penolakan terhadap kepe­mimpinan Erisman.

Mereka menilai, anggota dewan tidak akan melakukan hal serupa dan tidak melindungi pelaku cabul.

Baca Juga : Penertiban Balap Liar di Padang, Seorang Personel Polisi Ditabrak

”Mengimbau tokoh ma­sya­rakat, menyelamatkan dan me­lindungi kepentingan korban dan anak-anak di bawah umur lainnya demi mene­gakkan hukum dan UU nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak,” kata ko­or­dinator aksi, Anif Bakri.

Pengunjuk rasa berorasi,  sekitar setengah jam lebih. Selain menyam­paikan tuntutan lewat orasi, massa juga memajang beberapa spanduk.

Baca Juga : Batang Arau Disiapkan untuk Berlabuhnya KRI Dewa Ruci pada Festival Jalur Rempah dan Pelayaran Muhibah Budaya Tahun 2021

Pada spanduk berukuran 2X1 meter itu, tertera, usut tuntas kasus pencabulan yang dilakukan oleh Erisman kepada anak di bawah umur.

Usai menyampaikan tuntutan, massa pun bergerak meninggalkan gedung dewan setelah disambut oleh salah seorang anggota BK DPRD Kota  Padang Iswandi.

Ketua DPRD Kota Padang Eris­man sendiri, tidak terlihat ketika aksi tersebut. Padahal, massa juga meminta, jika Erisman tidak mela­kukan perbuatan yang dituduhkan, kader Gerindra itu diminta untuk menuntut balik penebar isu.

Akibat aksi itu, sidang paripurna yang telah diagendakan juga sempat tertunda.

Anggota Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota  Padang, Iswandi membenarkan,  adanya isu penca­bulan yang dilakukan oleh salah seorang pimpinan. Namun, dalam wawancara tersebut, Iswandi tidak menyebutkan nama yang bersang­kutan. Kader PKB itu hanya menye­but salah seorang pimpinan dewan.

Iswandi mengaku, akan menin­daklanjuti setiap laporan dari masya­rakat. Apalagi, katanya, laporan yang sama telah disampaikan kepada fraksi yang ada di DPRD Kota  Padang. BK akan membicarakan lebih lanjut dalam rapat internalnya.

”Kami  upayakan,  menggelar rapat internal dalam minggu ini,” katanya.

Sejauh ini, ia belum dapat me­mas­tikan kebenaran yang dila­porkan pengunjuk rasa. Pasalnya, segala isu dapat bertebar di jejaring sosial tanpa filter.  Bisa saja, du­gaan pencabulan hanya isu politik yang ditebar.

Akan tetapi,  jika ditemui bukti-bukti yang membenarkan, maka BK akan mengambil sikap.

BK akan mengajukan rekomen­dasi,  pada partai agar yang bersang­kutan di PAW (Penggantian Antar Waktu-red).

Kasus yang ditudingkan, kepada Erisman merupakan perbuatan asusila.  Sanksi yang sangat me­mung­kinkan, yakni pemberhentian.

”Tapi, semua itu kewenangan partai. Kami,  hanya punya kewe­nangan untuk melayangkan reko­mendasi pada partai yang bersang­kutan,” katanya.

Ketua DPRD Padang, Erisman mengklaim, pergerakan massa ke gedung bundar telah dikondisikan oleh pihak tertentu.

Dengan tegas disebutkan, massa digerakkan oleh lawan politiknya.

Erisman tidak berkomentar banyak, dia hanya menegaskan, isu yang ditujukan pada dirinya sama sekali tidak benar.

Sebagai tokoh publik dan ber­baur di dunia politik, hematnya, wajar jika ada pihak tertentu yang akan terus berupaya menggoyang citranya di tengah masyarakat.

”Saya membuktikan (kebo­ho­ngan-red) itu. Dan saya, akan me­laporkan para pengupload yang tidak mengklarifikasi terlebih dahu­lu kepada saya. Ini isu politik, yang disebar oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab,” tegasnya. (h/ade)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]