Banjir Bandang Landa Limapuluh Kota


Senin, 25 Mei 2015 - 19:20:16 WIB
Banjir Bandang Landa Limapuluh Kota

Berawal hujan deras yang turun di perbukitan Taeh, sejak Minggu (24/5) petang, me­nyebabkan, terjadinya long­soran di sepanjang jalan alter­natif Sumbar-Riau. Tepatnya di Jorong Buluh Kasok.

Baca Juga : TSR VII Dharmasraya Bukber dengan Jamaah Masjid Baitul Amanah Panyubarangan

Sampai Senin (25/5) sore, Badan Penanggulangan Ben­cana Daerah (BPBD) Lima­puluh Kota, melakukan pen­dataan berapa kerugian yang dialami warga Jorong Buluh Kasok.  Namun yang pasti, tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut, meski dika­barkan satu keluarga dengan 7 orang penghuni terdiri dari 5 anak dan seorang ayah dan ibu, sempat hanyut akibat air bah.

Atas musibah tersebut 17 Jiwa  dengan 5 KK yang men­jadi korban harus diungsikan ke rumah fami­linya, karena 2 rumah mereka han­cur diter­jang tanah longsor disertai lumpur serta 2 rumah rusak berat.  Selain itu, jalan alter­natif Sumbar-Riau yang tembus ke Kabu­paten Kampar Kiri, putus total akibat 1 jembatan putus dan 1 tertimbun longsor. Dengan begitu, sebanyak 80 Kepala Kelurga (KK) masyarakat yang berada di Dusun Pantai Rajo di perbatasan Sumbar-Riau, ter­isolasi total tidak bisa kemana-mana.

Baca Juga : Mahyeldi Sebut Mendagri Bakal Berkunjung ke Sumbar

Dari cerita Enek (48), tanah longsor yang berasal dari Bukit Taeh itu terjadi ketika masyarakat baru akan tidur. Namun tiba-tiba terde­ngar suara gemuruh yang cukup dahsyat dari arah Bukit Taeh. Tidak disangka, kejadiannya begitu cepat dan tiba-tiba, sehingga masyarakat pada tengah malam itu buncah total dan berserak-serak untuk menye­lamatkan diri.

Beruntung dalam kejadian long­sor itu, saat aliran listrik terputus, tidak menimbulkan korban jiwa. “Korban jiwa tidak ada, masyarakat cepat menyelamatkan diri,” jelas Enek, yang rumahnya hancur diter­jang longsoran Bukit Taeh.

Baca Juga : Gelombang Laut 4 Meter Diprediksi di Samudera Hindia Barat Bengkulu

Tidak hanya itu, Enek sangat bersyukur di mana anaknya Adek, yang sekolah di SMKN Guguak ketika longsor sempat digulung air besar dan hilang selama lebih ku­rang satu jam. Saat air mulai surut, Adek ditemukan dalam kondisi selamat tidak jauh dari rumahnya.

“Alhamdulillah tidak apa-apa, hanya lebam dan luka lecet di badannya. Setelah diobati petugas medis yang datang ke sini pagi tadi,” jelasnya bersyukur anaknya bisa selamat.

Baca Juga : Pelantikan 2 Bupati Terpilih di Sumbar Digelar 26 April 2021

Tidak hanya kelurga Enek, duka juga menyelimuti kelurga Yoki, di mana rumah permanen miliknya hancur total. Sementara rumah Medi (50) dan Idrus Dt. Bijo (48) rusak parah dan memaksa keluarga mereka diungsikan sementara.

Kepala Jorong Buluh Kasok, Edison, mengakui longsor terjadi di sepanjang jalan alternatif Sumbar-Riau sepanjang lebih kurang 20 titik longsor. “Sepanjang 20 titik longsor terjadi di sekitar dua  kilometer jalan alternatif itu.  Akibatnya satu jembatan beton putus dan satu tertimbun. Sehingga masyarakat yang berada di Jorong Bukik Naneh tidak bisa lewat,” jelas Edison.

Menurutnya material tebing yang akan mengancam terjadinya longsor susulan cukup  banyak. “Sebahagian dari 243 KK di Jorong Buluh Kasok terisolasi, yang sebahagian berada di Pantai Rajo sekitar 80 KK terisolasi total tidak bisa ke mana-mana,” sebut Kepala Jorong.

Material longsor sebahagian besar didominasi oleh bongkahan kayu-kayu besar, batu dan tanah bercampur kerikil. “Kayu-kayu banyak sekali, kemudian batu dan kerikil,” sebutnya.

Alat Berat Belum Datang

Masyarakat setempat bertambah kesal. Sebab hingga siang Senin kemarin, belum ada satupun alat berat yang datang ke lokasi. Menyi­kapi hal itu, Kepala BPBD Lima­puluh Kota Nasrianto, menye­butkan,  BPBD masih terkendala dalam persoalan evakuasi terhadap meterial longsor yang menimbun badan jalan. Mengingat sampai pukul 14.00 WIB alat berat belum juga datang ke lokasi.

“Kita terkendala alat berat. Memang kita sudah melakukan koordinasi dengan Dinas PU, mu­dah-mudahan alat berat cepat datang ke lokasi, sehingga kita bisa me­lakukan evakuasi terhadap material longsor yang didominasi oleh ung­gu­kan tanah bercampur kayu dan batu itu,” jelas mantan Kepala Dinas Sosial itu.

Menurutnya, pihak BPBD akan berupaya dalam satu minggu untuk membuka akses jalan itu kembali. Sehingga masyarakat yang berada di Dusun Bukik Naneh bisa meng­gunakan akses jalan alternatif Sum­bar-Riau itu kembali.

“Saat ini 80 KK masyarakat di Dusun Bukik Naneh terisolasi. Kita membutuhkan alat berat agar cepat dilakukan perbaikan terhadap jalan yang tertimbun longsoran. Kita tahu bahwa sepanjang 2 km jalan itu ada 20 titik longsor. Masih banyak potensi titik-titik longsor lainnya,” jelasnya.

Nasrianto, menyebut bahwa BPBD sudah melakukan koordinasi dengan Dinas Sosial terhadap ke­mung­kinan 17 jiwa yang rumahnya rusak berat dan hancur. “Jadi kita sudah berkoordinasi dengan Dinas Sosial, apakah nanti akan dibuatkan tenda pengungsian atau mereka tinggal di rumah famili seperti sekarang. Kemudian kita juga nanti akan berkoordinasi apakah akan ada dibuat dapur umum atau tidak,” janjinya.

Wakil Bupati Limapuluh Kota, Asyirwan Yunus didampingi sejum­lah stafnya, Kapolres Limapuluh Kota, AKBP Tri Wahyudi, Kasat Lantas, AKP Rico Saputra dan Kepala SKPD terkait, datang mela­kukan peninjauan ke lokasi, Senin (25/5). Mereka merasa terharu atas musibah yang dialami warga Jorong Buluh Kasok.

Atas nama pemerintah, saya berharap warga yang tertimpa musi­bah bencana alam galodo ini sabar menghadapi cobaan ini,” ujar Wabup Asyirwan Yunus, sekaligus meminta kepada BPBD Limapuluh Kota, supaya sesegeranya melakukan pe­nanganan terhadap masyarakat yang terkena bencana. (h/nto/ddg/zkf)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]