Jadwal Lelang Dibobol Akun Siluman


Selasa, 26 Mei 2015 - 18:29:45 WIB
Jadwal Lelang Dibobol Akun Siluman

“Sesuai dengan jadwal pa­ni­tia pengadaan, untuk lelang dimulai pada 1 November 2011. Sebelumnya, kami juga baru mengimput data meng­gunakan akun atas nama ketua. Namun ternyata ada akun siluman lain yang masuk dan mengotak-atik serta merubah jadwal lelang. Ini terlihat dari hilangnya salah satu username panitia,” ujar Donal dihadapan majelis hakim yang diketuai Asmar dan anggotanya, Fah­miron dan Perry Desmarera di Pengadilan Tipikor Padang, Selasa (26/5).

Baca Juga : Antisipasi Penyebaran Covid-19 Saat Lebaran, Nagari Sinuruik Pasaman Barat Dirikan Posko dan PPKM Mikro

Akibat dari akun siluman tersebut, lanjut saksi Donal, membuat perubahan jadwal waktu dimulainya lelang men­jadi 3 November 2011. Selain itu, akun siluman yang atas nama Masden Wendri tersebut, juga mengupload dokumen spesifikasi.

Donal menjelaskan, akun dengan nama Masden Wendri tersebut, bukanlah salah satu dari lima panitia yang terdapat dalam SK kepanitian penga­daan barang dan jasa. Panitia sendiri terdiri dari, Rio De Ronsard (ketua), Wendriko B (sekretaris) dan anggotanya, Donal Catria, Arni Jayatri dan Hesni Dahri.

Baca Juga : Cuaca Objek Wisata Sumbar Dilanda Hujan hingga Malam

Akibat perubahan jadwal ini terang Donal, telah meru­gikan panitia pengadaan. Di­ma­na, mengakibatkan tertu­tupnya aplikasi Sistem Penga­daan Secara Elektronik (SP­SE). Kemudian, ketika jadwal berubah, tidak ada alasan untuk menghentikan lelang.

Sementara itu, Masden Wendri, yang juga menjadi saksi mengakui, awalnya me­mang namanya masuk seba­gai panitia pengadaan barang dan jasa. Namun karena dirinya tidak bisa meng­ope­rasionalkan komputer, SK pengangkatannya dikem­bali­kan lagi ke sekretaris Disdik Padang Panjang.

“SK saya sebagai Ketua Panitia pengadan barang dan jasa diterbitkan pada 4 Feb­ruari oleh Kadisdik Padang Panjang. Kemudian, keluar SK pada tanggal yang sama dengan ditandatangani oleh Kadisdik Padang Panjang, dengan ketua panitia pengadaannya yaitu Rio De Ronsard,” beber Mas­den yang saat itu menjabat sebagai Kasi Sarana Prasarana Bidang SLTP/SMA Disdik Padang Panjang.

Pada sidang kemarin, juga dihadirkan saksi fakta lainnya, Dedi Yunaldi, yang saat keja­dian menjabat sebagai sekre­taris LPSE Padang Panjang. Dedi mengatakan, awalnya ada dua panitia pengadaan barang dan jasa dari Disdik Padang Panjang. Yaitu, ada ketuanya dengan nama Masden Wendri dan Rio De Ronsard.

“Untuk akun atas nama Masden Wendri, password dan usernamenya saya berikan kepada Wendriko. Username dan password akun Masden ini saya sampaikan secara lisan ke Wendriko dihadapan empat panitia pengadaan barang dan jasa lainnya,” tukas Dedi.

Sidang perkara ini akan dilanjutkan pekan depan, yaitu Jumat (5/6). Agenda masih tetap sama yaitu menden­gar­kan keterangan para saksi lainnya yang akan dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Kasus ini sendiri menjerat mantan Kadisdik  Padang Panjang, Kenedi. Selain itu, terdakwa lainnya yaitu pen­siunan PNS Disdik Padang Panjang, Fahmizal. Saat kasus ini terjadi, Fahmizal meru­pakan Pejabat Pembuat Ko­mitmen (PPK). Sedangkan Kenedi selaku Pengguna Ang­garan (PA). Perbuatan terdak­wa ini menyebabkan kerugian kepada Negara mencapai Rp1,1 m­i­liar. (h/hel)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]