Ngaku Jaksa, Pemuda Ditahan Polisi


Selasa, 26 Mei 2015 - 18:36:38 WIB
Ngaku Jaksa, Pemuda Ditahan Polisi

Ketiga korban masing-ma­sing bernama Reno Hafiz (29), Deri (46) dan Don (35) telah membuat laporan dalam dugaan kasus penipuan. Se­dangkan, tersangka telah di­aman­kan di Mapolresta Pa­dang untuk proses lebih lanjut. Akibat kejadian tersebut di­perkirakan ketiga korban menga­lami ke­rugian sampai ratusan juta.

Baca Juga : Ada Pos Pelayanan Prokes di Pasar Raya Padang

Reno, saat di Mapolresta Padang mengatakan, pe­nang­kapan tersebut berawal dia berkenalan dengan tersangka dari Deri. Pada saat perkenalan itu, pria tersebut tengah me­makai seragam berikut de­ngan atribut kejaksaan. Ke­mudian pelaku mengatakan, kalau dirinya bisa mem­bantu­nya untuk bisa menang dalam proses lelang mobil di Bank Nagari.

“Pelaku bicara kepada sa­ya, kalau dia (pelaku,red) bisa memenangkan lelang mobil di Bank Nagari. Sebab, dia me­m­punya relasi di sana,” kata korban di Mapolresta Padang.

Baca Juga : Jadwal Pendaftaran CPNS 2021 di Padang Belum Jelas

Setelah itu, pelaku me­minta uang kepadanya untuk mendaftar sebagai peserta lelang. Tapi anehnya, pelaku meminta agar mentransferkan uang itu ke rekeningnya dan dia (korban) pun membuka dua rekening baru di Bank Nagari atas namanya dan na­ma pelaku. Setelah rekening dibuka, dia mentransferkan uang tersebut ke rekening pelaku sekitar Rp9 juta.

“Saat mentransfer saya se­dikit curiga dengan gelegat pe­laku. Kemudian kecurigaan saya bertambah, saat mobil yang dilelang dipasok dengan harga jauh dari harga pasaran,” ujarnya.

Baca Juga : Dilepas Rektor UIN IB Padang, Jenazah Masnal Zajuli Dimakamkan di Tanah Datar

Kemudian dia meng­hu­bu­ngi temannya, yang kebetu­lan juga bekerja di kejaksaan. Me­nunggu pemberitahuan dari temannya, dia bersama pelaku kembali ke lokasi kejadian. Setiba di sana dia mendapat informasi, ternyata pelaku ter­sebut bukan pegawai kejaksaan. “ “Setelah tahu bukan pega­wai kejaksaan, saya lang­sung menahannya dan mem­beri­ta­hukan kejadian tersebut ke­pada dua korban lainnya,” jelasnya.

Hal senada juga dikatakan, Don. Katanya, pelaku meminta uang sebanyak Rp10 juta dan segera transferkan ke re­ke­ning koperasi Bank Nagari. Ke­mudian dia pun men­trans­fer­kan uang tersebut atas per­mintaan pelaku. Sebelumnya, pelaku juga telah meminta uang sebanyak Rp8 juta, ag­ar bisa memenangkan lelang mobil itu.

Baca Juga : Hendri Septa Serahkan Paket Sembako untuk Warga Sekitar TPA Air Dingin

“Saya sama sekali tidak curiga terhadap pelaku. Sebab, saat bertemu dengan pe­la­ku mengenakan seragam kejaksaan lengkap dengan atributnya. Selain itu, gaya berbicaranya seperti jaksa,” kata Don.

Berkat kesigapan ketiga kor­ban, akhirnya pelaku bisa di­aman­kan. Kemudian be­berapa pegawai Kejaksaan Negeri Pa­dang bersama ketiga korban membawanya ke Ma­pol­res­ta Padang untuk di­tindaklanjuti.

Sementara keterangan De­ka menyebutkan, dia men­da­patkan seragam kejaksaan tersebut sengaja dijahit di Jakarta. Du­lunya, ia sempat mengikuti seleksi penerimaan pegawai kejaksaan sebanyak dua kali, tapi tidak lulus. “Saya memakai seragam tersebut hanya sekedar mem­buat diri saya bangga,” kata tersangka kepada petugas polisi.

Kanit I SPKT Polresta Pa­dang Ipda SH. Sitorus me­nga­takan, pihaknya telah me­ne­rima laporan ketiga korban dalam dugaan kasus pe­ni­puan. Pelaku dibawa ke Ma­polresta Padang oleh ketiga korban bersama beberapa pegawai jaksa.

“Kami telah menerima la­poran mereka dan sudah di­lim­pahkan ke unit Reskrim Polresta Padang untuk dit­indaklanjuti,” ujarnya. (h/mg-isq)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]